1Master Program of Environmental Science, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Semarang, Indonesia, Indonesia
2Department of Biology, Science and Mathematics, Diponegoro University, Semarang, Indonesia, Indonesia
3Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University, Semarang, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL72805, author = {Rahel Rosana Pramudiva and Rully Rahadian and Pertiwi Andarani}, title = {Efisiensi Tiga Varietas Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk) sebagai Agen Fitoremediasi terhadap Limbah Cair Tempe}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Limbah cair tempe; Fitoremediasi; Varietas kangkung air; Kualitas air; Morfologi tanaman}, abstract = { Industri tempe berskala rumah tangga di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah cair sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi merupakan metode ramah lingkungan dengan biaya relatif rendah dan mampu meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kemampuan fitoremediasi tiga varietas kangkung air meliputi kangkung merah, kangkung batang putih, dan kangkung cabut casandra yang ditinjau dari aspek kualitas air dan morfologi tanaman. Setiap varietas kangkung air yang digunakan sebagai agen fitoremediasi memiliki bobot yang seragam yaitu sebanyak 300 gram. Penelitian dilakukan selama 21 hari dengan total 18 unit akuarium. Pengujian limbah cair tempe menggunakan parameter fisika dan kimia (BOD, COD, TSS, pH, nitrat, nitrit, fosfat) serta pengukuran parameter biologi terhadap panjang akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman setiap seminggu sekali. Berat basah akar ditimbang secara langsung, sedangkan berat kering akar ditimbang setelah dioven pada suhu 60 selama 3x24 jam. Varietas kangkung batang putih memiliki nilai efisiensi tertinggi daripada varietas kangkung cabut casandra dan kangkung merah pada penurunan parameter BOD dan COD sebesar 20% dan 23,8%. Parameter BOD, COD, dan TSS memiliki hasil yang tidak memenuhi baku mutu Permen LH RI Nomor 5 Tahun 2014. Sedangkan, nilai pH masih berada dalam ambang batas. Respon tanaman kangkung air terhadap limbah cair tempe mengalami perbedaan signifikan terhadap panjang akar (p=0,042) dan jumlah daun (p=0,028) dibandingkan tinggi tanaman (p= 0,225) selama proses fitoremediasi. Kemampuan penyerapan limbah cair tempe tertinggi ditunjukkan oleh kangkung batang putih dengan berat basah akar sebesar 0,98 gram. Kemampuan penyerapan unsur hara pada limbah cair tempe terbanyak ditunjukkan oleh kangkung merah dengan berat kering akar sebesar 0,12 gram. Penambahan pre-treatment sebelum uji fitoremediasi perlu dilakukan dengan media filtrasi dan adsorpsi berupa pasir silika, karbon aktif, dan zeolit untuk meningkatkan nilai efisiensi terhadap penurunan parameter fisika dan kimia. }, pages = {578--589} doi = {10.14710/jil.24.3.578-589}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72805} }
Refworks Citation Data :
Industri tempe berskala rumah tangga di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah cair sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi merupakan metode ramah lingkungan dengan biaya relatif rendah dan mampu meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kemampuan fitoremediasi tiga varietas kangkung air meliputi kangkung merah, kangkung batang putih, dan kangkung cabut casandra yang ditinjau dari aspek kualitas air dan morfologi tanaman. Setiap varietas kangkung air yang digunakan sebagai agen fitoremediasi memiliki bobot yang seragam yaitu sebanyak 300 gram. Penelitian dilakukan selama 21 hari dengan total 18 unit akuarium. Pengujian limbah cair tempe menggunakan parameter fisika dan kimia (BOD, COD, TSS, pH, nitrat, nitrit, fosfat) serta pengukuran parameter biologi terhadap panjang akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman setiap seminggu sekali. Berat basah akar ditimbang secara langsung, sedangkan berat kering akar ditimbang setelah dioven pada suhu 60 selama 3x24 jam. Varietas kangkung batang putih memiliki nilai efisiensi tertinggi daripada varietas kangkung cabut casandra dan kangkung merah pada penurunan parameter BOD dan COD sebesar 20% dan 23,8%. Parameter BOD, COD, dan TSS memiliki hasil yang tidak memenuhi baku mutu Permen LH RI Nomor 5 Tahun 2014. Sedangkan, nilai pH masih berada dalam ambang batas. Respon tanaman kangkung air terhadap limbah cair tempe mengalami perbedaan signifikan terhadap panjang akar (p=0,042) dan jumlah daun (p=0,028) dibandingkan tinggi tanaman (p= 0,225) selama proses fitoremediasi. Kemampuan penyerapan limbah cair tempe tertinggi ditunjukkan oleh kangkung batang putih dengan berat basah akar sebesar 0,98 gram. Kemampuan penyerapan unsur hara pada limbah cair tempe terbanyak ditunjukkan oleh kangkung merah dengan berat kering akar sebesar 0,12 gram. Penambahan pre-treatment sebelum uji fitoremediasi perlu dilakukan dengan media filtrasi dan adsorpsi berupa pasir silika, karbon aktif, dan zeolit untuk meningkatkan nilai efisiensi terhadap penurunan parameter fisika dan kimia.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-08-16 07:01:08
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.