Forest Management Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No.36A, Kentingan, Jebres, Surakarta, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL72818, author = {Imam Zaki and Yus Pertiwi and Malihatun Nufus}, title = {Analisis Kerusakan Pohon pada Areal Tegakan Pinus menggunakan Metode Forest Health Monitoring di Kawasan Hutan BKPH Bandar KPH Pekalongan Timur}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {23}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {Kesehatan Hutan; Kerusakan; Penyadapan; Pengelolaan; Pinus}, abstract = { BKPH Bandar merupakan bagian kesatuan pemangkuan hutan dari KPH Pekalongan Timur. Tegakan utama pada BKPH Bandar yaitu tegakan Pinus merkusii sehingga komoditas utamanya yaitu getah pinus. Untuk memperoleh getah pinus, maka pohon pinus harus disadap. Penyadapan mengakibatkan luka dan berpotensi menyebabkan penurunan kesehatan pohon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan tegakan pinus menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta memberikan rekomendasi penanganan terkait kerusakan tegakan yang terjadi di Kawasan Hutan BKPH Bandar, KPH Pekalongan Timur. Penilaian kesehatan tegakan dengan melihat jenis kerusakan pohon. Pada penelitian ini, dibuat tiga klaster-plot yang masing-masing berada di RPH Kembang Langit, RPH Tombo, dan RPH Sodong. Tegakan pinus pada masing-masing RPH ditanam pada tahun 1997 (27 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini didominasi oleh Pinus merkusii, namun terdapat jenis lainnya seperti Gnetum gnemon, Artocarpus heterophyllus, Maesopsis eminii, Pithecellobium jiringa, Alstonia scholaris, Falcataria falcata, dan Hibiscus sp. Lokasi kerusakan paling banyak terjadi pada batang bagian bawah (47,22%). Tipe kerusakan dominan yang ditemukan adalah luka terbuka (40,95%), diikuti oleh kerusakan cabang patah atau mati (22,84%), dan sarang rayap (18,27%). Berdasarkan indeks kerusakan tingkat plot, sebagian besar tegakan berada pada kondisi kerusakan ringan hingga sedang. Penelitian ini memberikan model indeks kerusakan pada metode FHM untuk mengevaluasi dampak praktik penyadapan terhadap kesehatan tegakan pinus produksi. Rekomendasi yang diberikan melalui hasil penelitian ini yaitu berupa langkah mitigasi dan penanggulangan, seperti pengelolaan aktivitas penyadapan yang sesuai dengan SOP dan pemantauan berkala untuk mengurangi dampak kerusakan akibat faktor biotik dan abiotik terhadap kesehatan hutan }, pages = {1566--1573} doi = {10.14710/jil.23.6.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72818} }
Refworks Citation Data :
BKPH Bandar merupakan bagian kesatuan pemangkuan hutan dari KPH Pekalongan Timur. Tegakan utama pada BKPH Bandar yaitu tegakan Pinus merkusii sehingga komoditas utamanya yaitu getah pinus. Untuk memperoleh getah pinus, maka pohon pinus harus disadap. Penyadapan mengakibatkan luka dan berpotensi menyebabkan penurunan kesehatan pohon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan tegakan pinus menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta memberikan rekomendasi penanganan terkait kerusakan tegakan yang terjadi di Kawasan Hutan BKPH Bandar, KPH Pekalongan Timur. Penilaian kesehatan tegakan dengan melihat jenis kerusakan pohon. Pada penelitian ini, dibuat tiga klaster-plot yang masing-masing berada di RPH Kembang Langit, RPH Tombo, dan RPH Sodong. Tegakan pinus pada masing-masing RPH ditanam pada tahun 1997 (27 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini didominasi oleh Pinus merkusii, namun terdapat jenis lainnya seperti Gnetum gnemon, Artocarpus heterophyllus, Maesopsis eminii, Pithecellobium jiringa, Alstonia scholaris, Falcataria falcata, dan Hibiscus sp. Lokasi kerusakan paling banyak terjadi pada batang bagian bawah (47,22%). Tipe kerusakan dominan yang ditemukan adalah luka terbuka (40,95%), diikuti oleh kerusakan cabang patah atau mati (22,84%), dan sarang rayap (18,27%). Berdasarkan indeks kerusakan tingkat plot, sebagian besar tegakan berada pada kondisi kerusakan ringan hingga sedang. Penelitian ini memberikan model indeks kerusakan pada metode FHM untuk mengevaluasi dampak praktik penyadapan terhadap kesehatan tegakan pinus produksi. Rekomendasi yang diberikan melalui hasil penelitian ini yaitu berupa langkah mitigasi dan penanggulangan, seperti pengelolaan aktivitas penyadapan yang sesuai dengan SOP dan pemantauan berkala untuk mengurangi dampak kerusakan akibat faktor biotik dan abiotik terhadap kesehatan hutan
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-10 22:09:29
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.