skip to main content

Analisis Kerusakan Pohon pada Areal Tegakan Pinus menggunakan Metode Forest Health Monitoring di Kawasan Hutan BKPH Bandar KPH Pekalongan Timur

Forest Management Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No.36A, Kentingan, Jebres, Surakarta, Indonesia

Received: 30 Apr 2025; Revised: 22 Dec 2025; Accepted: 18 Jan 2026; Available online: 23 Jan 2026; Published: 23 Jan 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

BKPH Bandar merupakan bagian kesatuan pemangkuan hutan dari KPH Pekalongan Timur. Tegakan utama pada BKPH Bandar yaitu tegakan Pinus merkusii sehingga komoditas utamanya yaitu getah pinus. Untuk memperoleh getah pinus, maka pohon pinus harus disadap. Penyadapan mengakibatkan luka dan berpotensi menyebabkan penurunan kesehatan pohon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan tegakan pinus menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta memberikan rekomendasi penanganan terkait kerusakan tegakan yang terjadi di Kawasan Hutan BKPH Bandar, KPH Pekalongan Timur. Penilaian kesehatan tegakan dengan melihat jenis kerusakan pohon. Pada penelitian ini, dibuat tiga klaster-plot yang masing-masing berada di RPH Kembang Langit, RPH Tombo, dan RPH Sodong. Tegakan pinus pada masing-masing RPH ditanam pada tahun 1997 (27 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini didominasi oleh Pinus merkusii, namun terdapat jenis lainnya seperti Gnetum gnemon, Artocarpus heterophyllus, Maesopsis eminii, Pithecellobium jiringa, Alstonia scholaris, Falcataria falcata, dan Hibiscus sp. Lokasi kerusakan paling banyak terjadi pada batang bagian bawah (47,22%). Tipe kerusakan dominan yang ditemukan adalah luka terbuka (40,95%), diikuti oleh kerusakan cabang patah atau mati (22,84%), dan sarang rayap (18,27%). Berdasarkan indeks kerusakan tingkat plot, sebagian besar tegakan berada pada kondisi kerusakan ringan hingga sedang. Penelitian ini memberikan model indeks kerusakan pada metode FHM untuk mengevaluasi dampak praktik penyadapan terhadap kesehatan tegakan pinus produksi. Rekomendasi yang diberikan melalui hasil penelitian ini yaitu berupa langkah mitigasi dan penanggulangan, seperti pengelolaan aktivitas penyadapan yang sesuai dengan SOP dan pemantauan berkala untuk mengurangi dampak kerusakan akibat faktor biotik dan abiotik terhadap kesehatan hutan

Keywords: Kesehatan Hutan; Kerusakan; Penyadapan; Pengelolaan; Pinus
Funding: Perum Perhutani under contract 0087/045.3/KSDMU&IT/JATENG/2024

Article Metrics:

  1. [USDA-FS] United States Development Agency-Forest Service. (1999). Forest health monitoring: Field methods guide. Asheville NC: USDA Forest Service Research Triangle Park
  2. Astuti, S. P. (2023). Analisis Kesehatan Pohon Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) sebagai Tegakan Utama KHDTK Gunung Bromo UNS melalui Metode Forest Health Monitoring (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  3. Azzahro, F., Haryani, T. S., & Bramasto, Y. (2020). Pengendalian Penyakit Karat Puru pada Bibit Sengon (Falcataria moluccana) dengan Priming Benih dan Fungisida Nabati Daun Mindi (Melia azedarach). Journal of Research and Technology, 6(1). https://doi.org/10.55732/jrt.v6i1.133
  4. Desyanti, Fauzan, & Yenti, Z. (2023). Jenis dan Intensitas Sarang Rayap pada Pohon Pinus di Nagari Talang Babungo Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Proteksi Tanaman, 7(1), 34–43. http://jpt.faperta.unand.ac.id/index.php/jpt
  5. Hilwan, I., Savira, D., & Rahman, N. A. (2021). Penyebaran Jenis Puspa (Schima wallichii (DC.) Korth) di Resort Kawah Ratu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 12(2). https://doi.org/10.29244/j-siltrop.12.2.86-94
  6. Lateka, J. A., Manurung, T., & Prang, J. D. (2019). Analisis Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Produksi Getah Pinus di Kabupaten Poso. d'CARTESIAN: Jurnal Matematika dan Aplikasi, 8(2), 127-133. https://doi.org/10.35799/dc.8.2.2019.24195
  7. Maharany, R., & Syahputra, R. (2024). Pengaruh Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense) terhadap Penurunan Populasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Jurnal Agrium, 21(2), 82–89. https://doi.org/10.29103/agrium.v21i2.16454
  8. Pamungkas, D. (2020). Pengaruh Naungan Pohon dan Teknik Pemangkasan Cabang terhadap Produktivitas Buah Tanaman Kayu Ules (Helicteres isora Linn.) di Habitat Alaminya. Jurnal Wasian, 7(2), 73–86. https://doi.org/10.20886/jwas.v7i2.5617
  9. Pertiwi, D., Safe, R., & Kaskoyo, H. (2019). Identifikasi Kondisi Kerusakan Pohon menggunakan Metode Forest Health Monitoring di Tahura WAR Provinsi Lampung. Jurnal Perennial, 15(1), 1–7. http://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial
  10. Purnama, H., Jumani, D., & Biantary, M. F. (2016). Inventarisasi Distribusi Tegakan Puspa (Schima wallichii Korth) pada Berbagai Tipe Kelerengan di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), Provinsi Kalimantan Timur. Agrifor, 15(1), 55–64. doi: 10.31293/af.v15i1.1781
  11. Safe’i, R., & Tsani, M. K. (2016). Kesehatan Hutan: Penilaian Kesehatan Hutan Menggunakan Teknik Forest Health Monitoring. Yogyakarta: Plantaxia
  12. Samis, Y. P., Dahlan, & Arlita, T. (2023). Potensi Produksi Getah Pinus (Pinus merkusii) PadaKelas Diameter Batang berbeda Menggunakan Sistem Koakan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(1): 665-675. https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.23318
  13. Subekti, N. (2012). Biodeteriorasi Kayu Pinus (Pinus merkusii) oleh Rayap Tanah Macrotermes gilvus Hagen (Blattodea: Termitidae). Bioteknologi, 9(2), 57–65. https://doi.org/10.13057/biotek/c090204
  14. Tsheboeng, G. (2018). Spatial Variation of The Influence of Distance from Surface Water on Riparian Plant Communities in the Okavango Delta, Botswana. Ecological Processes, 7(1): 1-12. https://doi.org/10.1186/s13717-018-0140-x
  15. Waruwu, E., Firdana, E. K., Octavianus, R., Nuwa, & Triyadi, A. (2021a). Evaluasi Kesehatan Pohon menggunakan Indikator Forest Health Monitoring pada Ruang Terbuka Hijau Universitas Palangka Raya: Identification of Pest and Disease in Plant of Shorea blangeran (Korth) Burck. Jurnal Hutan Tropika, 16(1), 26–44. https://doi.org/10.36873/jht.v16i1.2964

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-10 22:09:29

No citation recorded.