skip to main content

Pemodelan Spasial Distribusi Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) di Pulau Jawa Berbasis Maxent

Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Science Education, Universitas Siliwangi. Jl. Siliwangi 24, Tasikmalaya 46115, West Java, Indonesia. Tel./fax.: +62-265-330634, Indonesia

Received: 25 Jun 2025; Revised: 13 Jun 2026; Accepted: 25 Jun 2026; Available online: 16 Jul 2026; Published: 18 Jul 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Anggrek ki aksara (Macodes petola) adalah spesies anggrek terestrial yang populasinya semakin menurun akibat eksploitasi berlebihan dan tekanan lingkungan, sehingga rentan terancam kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi wilayah potensial keberadaan Macodes petola di Pulau Jawa serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap distribusinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Species Distribution Modeling (SDM) menggunakan aplikasi Maxent. Wilayah kajian dalam penelitian ini mencakup seluruh Pulau Jawa, dengan data kehadiran spesies berupa 14 titik koordinat Macodes petola yang diperoleh dari observasi langsung di wilayah Gunung Galunggung serta data sekunder dari GBIF dan studi literatur. Variabel lingkungan yang digunakan meliputi elevasi, slope, aspect, suhu, curah hujan, pH tanah, indeks vegetasi, dan tutupan lahan. Hasil pemodelan menunjukkan kinerja model yang sangat baik dengan nilai AUC sebesar 0,943. Wilayah dengan potensi distribusi tinggi berada di kawasan pegunungan seperti Gunung Gede Pangrango, Gunung Ciremai, dan Gunung Salak. Variabel lingkungan dengan kontribusi terbesar terhadap model adalah jenis tutupan lahan (49,7%), suhu minimum bulan terdingin (24,8%), dan curah hujan musiman (12%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Maxent mampu mengidentifikasi habitat potensial Macodes petola di Pulau Jawa dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan lokasi survei, pemantauan populasi, serta prioritas konservasi habitat spesies tersebut.

Keywords: Macodes petola; Pemodelan Distribusi Spesies; Maxent; Kesesuaian Habitat; Pulau Jawa

Article Metrics:

  1. Abarca, L. V., Jiménez, M. M., Iglesias, E. R., Suarez, S. P., Carrasco, E. T., & Benítez, Á. (2023). Orchid Diversity at Three Elevations in the Mountain Sandstone Plateaus of the Cordillera del CóndorEcuador. Diversity, 15(9), 979. https://doi.org/10.3390/d15090979
  2. Clarissa, O., & Halim, M. (2019). Taman wisata dan konservasi Anggrek Nusantara. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 1(1), 408. https://doi.org/10.24912/stupa.v1i1.3966
  3. Comber, J. B. (1990). Orchids of Java. Bentham-Moxon Trust, Royal Botanic Gardens, Kew. https://books.google.co.id/books?id=xBslAQAAMAAJ
  4. Djordjević, V., & Tsiftsis, S. (2022). The Role of Ecological Factors in Distribution and Abundance of Terrestrial Orchids. In J.-M. Mérillon & H. Kodja (Eds.), Orchids Phytochemistry, Biology and Horticulture: Fundamentals and Applications (pp. 3–72). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-38392-3_4
  5. Elith, J. (2000). Quantitative Methods for Modeling Species Habitat: Comparative Performance and an Application to Australian Plants. In Quantitative Methods for Conservation Biology (pp. 39–58). Springer-Verlag. https://doi.org/10.1007/0-387-22648-6_4
  6. Marín, A. C., Trejos, C., & Alvarado, R. (2017). Association between rainfall seasonality and the flowering of epiphytic plants in a neotropical montane forest. Biotropica, 49(6), 912–920. https://doi.org/10.1111/btp.12478
  7. Nao, E. F., Sukarno, A., & Kurniawan, I. (2022). Distribusi dan habitat Ki Aksara (Macodes petola (blume) lindl., 1840) di Resort Ranu Darungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Journal of Forest Science Avicennia, 4(2), 80–85. https://doi.org/10.22219/avicennia.v4i2.19643
  8. Nurfadilah, S. (2020). Utilization of orchids of Wallacea region and implication for conservation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 473(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/473/1/012063
  9. Phillips, S. J., & Dudík, M. (2008). Modeling of species distributions with Maxent: new extensions and a comprehensive evaluation. Ecography, 31(2), 161–175. https://doi.org/10.1111/j.0906-7590.2008.5203.x
  10. Prasetyo, S., Hidayat, U., Haryanto, Y. D., & Riama, N. F. (2021). Variasi dan Trend Suhu Udara Permukaan di Pulau Jawa Tahun 1990-2019. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 18(1), 60–68. https://doi.org/10.15294/jg.v18i1.27622
  11. Putra, R., & Fitriani, R. (2019). Eksplorasi tumbuhan suku Orchidaceae di kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya sebagai bahan ajar tumbuhan tingkat tinggi. Bioedusiana, 4(2), 84–91. https://doi.org/10.34289/292824
  12. Retnowati, A., Rugayah, Rahajoe, J. S., & Arifiani, D. (2019). Status Keanekaragaman Hayati Indonesia : Kekayaan Jenis Tumbuhan Indonesia. In LIPI Press. LIPI Press
  13. Rinandio, D., Helmanto, H., Zulkarnaen, R., Primananda, E., Hamidi, A., & Robiansyah, I. (2022). Endemic plants of Java Island, Indonesia: a dataset. Biodiversity Data Journal, 10. https://doi.org/10.3897/BDJ.10.e84303
  14. Rodríguez, G. A. R., Mejía, J. E. R., Llanos, F. A. C., & Soriano, I. (2017). Orchid distribution and bioclimatic niches as a strategy to climate change in areas of tropical dry forest in Colombia. Lankesteriana, 17(1), 17–47. https://doi.org/10.15517/lank.v17i1.27999
  15. Sunarmi, N., Kumailia, E. N., Nurfaiza, N., Nikmah, A. K., Aisyah, H. N., Sriwahyuni, I., & Lailly, S. N. (2022). Analisis Faktor Unsur Cuaca terhadap Perubahan Iklim Di Kabupaten Pasuruan pada Tahun 2021 dengan Metode Principal Component Analysis. Newton-Maxwell Journal of Physics, 3(2), 56–64. https://doi.org/10.33369/nmj.v3i2.23380
  16. Swets, J. A. (1988). Measuring the Accuracy of Diagnostic Information. Medical Decision Making, 93–142. https://doi.org/10.1002/9781118341544.ch5

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-18 02:55:24

No citation recorded.