skip to main content

Integrasi Variabilitas Curah Hujan dan Perubahan Penggunaan Lahan untuk Pemetaan Potensi Banjir dan Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh

1Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Almuslim, Indonesia

2Prodi Ilmu Tanah, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia

3Pusat Riset Iklim dan Atmosfir, Badan Riset dan Inovasi National, Indonesia

Received: 18 Aug 2025; Revised: 18 Aug 2026; Accepted: 19 Aug 2026; Available online: 30 Aug 2026; Published: 1 Sep 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Banjir dan banjir bandang merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan, perubahan penggunaan lahan, dan kondisi biofisik wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas curah hujan dan perubahan penggunaan lahan serta memetakan potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Variabilitas curah hujan dianalisis menggunakan data CHIRPS periode 1981–2024 melalui pola tahunan, musiman, dan Antecedent Precipitation Index lima hari (API5) sebagai indikator kondisi basah sebelum kejadian. Perubahan penggunaan lahan dianalisis dengan membandingkan data tahun 1990 dan hasil klasifikasi citra Landsat 9 OLI 2 tahun 2025. Analisis spasial mengintegrasikan perubahan penggunaan lahan dengan Hydrologic Soil Group (HSG), Curve Number (CN), serta Flash Flood Potential Index (FFPI) untuk menggambarkan potensi banjir dan banjir bandang. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan di Bireuen memiliki pola ekuatorial dengan dua puncak hujan pada Maret–April dan November–Desember, sedangkan API5 tinggi pada tahun 2020 berasosiasi dengan kejadian banjir besar pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan menunjukkan berkurangnya hutan dan semak belukar disertai peningkatan perkebunan dan permukiman selama periode 1990 2025. Sekitar 90,6% wilayah didominasi HSG C dan D yang memiliki kemampuan infiltrasi rendah hingga sangat rendah, sementara 54,7% wilayah berada pada kategori CN tinggi. Hasil FFPI menunjukkan bahwa 63,0% wilayah berada pada kategori potensi banjir bandang sedang dan 27,5% pada kategori tinggi, dengan variasi yang jelas antarkecamatan. Pola spasial tersebut menunjukkan bahwa potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen berkaitan dengan kombinasi kondisi hidrometeorologi, penggunaan lahan, karakteristik tanah, dan fisiografi wilayah, sehingga pemetaan potensi dapat mendukung perencanaan tata ruang dan penentuan wilayah prioritas mitigasi.
Keywords: Banjir bandang; Curah hujan; Perubahan penggunaan lahan; Curve Number; Tropis lembap
Funding: Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia under contract Hibah Penelitian dan Pengabdian

Article Metrics:

  1. Aldrian, E. and Dwi Susanto, R. (2003) ‘Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature’, International Journal of Climatology, 23(12), pp. 1435–1452. Available at: https://doi.org/10.1002/joc.950
  2. Amri, U. et al. (2023) ‘Lake Cliff Landslide Mitigation – A Case Study of Lut Tawar Peusangan Lake, Aceh, Indonesia’, Journal of Ecological Engineering, 24(2), pp. 165–172. Available at: https://doi.org/10.12911/22998993/156699
  3. Azizah, C. et al. (2019) ‘Sifat Fisik Tanah dan Hubungannya dengan Kapasitas Infiltrasi DAS Tamiang Soil Physical Properties and their Relationship with the Infiltration Capacity of Tamiang River Basin’, Jurnal Tanah dan Iklim, 43(2), pp. 167–173
  4. Azizah, C. et al. (2021a) ‘Hydrological Characteristics And Its Impact On Flood Jambo Aye Basin In Aceh Indonesia’, Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 5(2), pp. 171–184. Available at: https://doi.org/10.20886/jppdas.2021.5.2.171-184
  5. Azizah, C. et al. (2021b) ‘Karakteristik Hidrologi Dan Dampaknya Terhadap Banjir Daerah Aliran Sungai Jambo Aye Di Aceh Indonesia (Hydrological Characteristics And Its Impact On Flood Jambo Aye Basin In Aceh Indonesia)’, Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 5(2), pp. 171–184. Available at: https://doi.org/10.20886/jppdas.2021.5.2.171-184
  6. Azizah, C. et al. (2022) Risk assessment of flash flood potential in the humid tropics Indonesia: a case study in Tamiang River basin, Int. J. Hydrology Science and Technology
  7. Azizah, C. et al. (2025) ‘Indigenous Wisdom in Flash Flood Adaptation and Mitigation : Insights from the Gayo Highlands , Indonesia’, Egusphere, (February), pp. 1–18
  8. BNPB (2025) Data Informasi Bencana Indonesia, BNPB
  9. Collalti, D., Spencer, N. and Strobl, E. (2024) ‘Flash flood detection via copula-based intensity-duration-frequency curves: Evidence from Jamaica’, Natural Hazards and Earth System Sciences, 24(3), pp. 873–890. Available at: https://doi.org/10.5194/nhess-24-873-2024
  10. Dailami et al. (2024) ‘Analisis Dampak Program Hutan Kemasyarakatan (HKM) KTH Alue Simantok Aceh Terhadap Kelestarian Hutan Dan Sosial Ekonomi Masyarakat’, Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(4), pp. 892–902. Available at: https://doi.org/10.61579/future.v2i4.335
  11. Ellison, D. et al. (2017) ‘Trees, forests and water: Cool insights for a hot world’, Global Environmental Change, 43, pp. 51–61. Available at: https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2017.01.002
  12. Faradiba, F. (2022) ‘The Impact of Climate on Flood Disasters in Indonesia’, International Journal of Progressive Sciences and Technologies (IJPSAT, 31(1), pp. 364–371
  13. Farooqi, T.J.A. et al. (2024) ‘Advancing forest hydrological research: exploring global research trends and future directions through scientometric analysis’, Journal of Forestry Research, 35(1). Available at: https://doi.org/10.1007/s11676-024-01771-1
  14. Ilhamni, F. et al. (2023) ‘Mapping Analysis for Vulnerable Areas and Erosion Rate of Laut Tawar Lake, Peusangan Watershed’, Polish Journal of Environmental Studies, 32(4), pp. 3617–3626. Available at: https://doi.org/10.15244/pjoes/163499
  15. Ilyas, I.S., Rahardi, C.S. and Kurniawan, A. (2025) ‘The Influence of Flood Disasters on Economic Growth and Poverty in Indonesia’, Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), pp. 98–108. Available at: https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i1.3657
  16. Kelana, Y.A.P. et al. (2024) ‘Analisis Kemampuan Resapan Air pada Perubahan Tata Guna Lahan di DAS Melawi Kabupaten Melawi’, Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(6), pp. 1594–1601. Available at: https://doi.org/10.14710/jil.22.6.1594-1601
  17. Kelsch, M. (2001) ‘Hydrometeorological Characteristics of Flash Floods’, Coping With Flash Floods, pp. 181–193. Available at: https://doi.org/10.1007/978-94-010-0918-8_18
  18. Lazarević, K. et al. (2023) ‘Determination of Flash Flood Hazard Areas in the Likodra Watershed’, Water (Switzerland), 15(15). Available at: https://doi.org/10.3390/w15152698
  19. Mandapaka, P. V., Qin, X. and Lo, E.Y.M. (2016) ‘Seasonal and interannual variability of wet and dry spells over two urban regions in the western Maritime Continent’, Journal of Hydrometeorology, 17(5), pp. 1579–1600. Available at: https://doi.org/10.1175/JHM-D-15-0100.1
  20. Misnawati et al. (2018) ‘Perbandingan Metodologi Koreksi Bias Data Curah Hujan Chirps’, Limnotek, 25(1), pp. 18–29
  21. Nuryanto, D.E. et al. (2016) ‘Heavy Rainfall Distributions Over Java Sea in Wet Season’, Procedia Environmental Sciences, 33, pp. 178–186. Available at: https://doi.org/10.1016/j.proenv.2016.03.068
  22. Permatasari, R., Arwin and Natakusumah, D.K. (2017) ‘Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Rezim Hidrologi DAS (Studi Kasus : DAS Komering) Arwin Dantje Kardana Natakusumah’, Jurnal Teknik Sipil, 24(1), pp. 91–98. Available at: https://doi.org/10.5614/jts.2017.24.1.11
  23. Ritter, J. et al. (2021) ‘Real-time assessment of flash flood impacts at pan-European scale: The ReAFFINE method’, Journal of Hydrology, 603. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2021.127022
  24. Rustiadi, E. et al. (2021) ‘Impact of continuous Jakarta megacity urban expansion on the formation of the Jakarta-Bandung conurbation over the rice farm regions’, Cities, 111, p. 103000. Available at: https://doi.org/10.1016/j.cities.2020.103000
  25. Saraswati, G.S., Asdak, C. and Joy, B. (2025) ‘Karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Bengkulu dan Perubahan Penggunaan Lahannya dalam Kaitannya dengan Kejadian Banjir’, Jurnal Ilmu Lingkungan, 23(4), pp. 915–922. Available at: https://doi.org/10.14710/jil.23.4.915-922
  26. Satriya, V. et al. (2025) ‘Past and future climate-related hazards in Indonesia’, Egusphere, (584), pp. 1–34. Available at: https://doi.org/10.5194/egusphere-2025-584
  27. Surya, B. et al. (2021) ‘Land use change, urban agglomeration, and urban sprawl: A sustainable development perspective of makassar city, indonesia’, Land, 10(6). Available at: https://doi.org/10.3390/land10060556
  28. Tao, J. and Barros, A.P. (2013) ‘Prospects for flash flood forecasting in mountainous regions - An investigation of Tropical Storm Fay in the Southern Appalachians’, Journal of Hydrology, 506, pp. 69–89. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2013.02.052
  29. Yanfatriani, E. et al. (2024) ‘Extreme Rainfall Trends and Hydrometeorological Disasters in Tropical Regions: Implications for Climate Resilience’, Emerging Science Journal, 8(5), pp. 1860–1874. Available at: https://doi.org/10.28991/ESJ-2024-08-05-012

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-09-05 02:13:00

No citation recorded.