1Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Almuslim, Indonesia
2Prodi Ilmu Tanah, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia
3Pusat Riset Iklim dan Atmosfir, Badan Riset dan Inovasi National, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL77077, author = {Safrizal Safrizal and Cut Azizah and Abdul Malik and Sarif Robo and Misnawati Misnawati}, title = {Integrasi Variabilitas Curah Hujan dan Perubahan Penggunaan Lahan untuk Pemetaan Potensi Banjir dan Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {Banjir bandang; Curah hujan; Perubahan penggunaan lahan; Curve Number; Tropis lembap}, abstract = {Banjir dan banjir bandang merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan, perubahan penggunaan lahan, dan kondisi biofisik wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas curah hujan dan perubahan penggunaan lahan serta memetakan potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Variabilitas curah hujan dianalisis menggunakan data CHIRPS periode 1981–2024 melalui pola tahunan, musiman, dan Antecedent Precipitation Index lima hari (API5) sebagai indikator kondisi basah sebelum kejadian. Perubahan penggunaan lahan dianalisis dengan membandingkan data tahun 1990 dan hasil klasifikasi citra Landsat 9 OLI 2 tahun 2025. Analisis spasial mengintegrasikan perubahan penggunaan lahan dengan Hydrologic Soil Group (HSG), Curve Number (CN), serta Flash Flood Potential Index (FFPI) untuk menggambarkan potensi banjir dan banjir bandang. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan di Bireuen memiliki pola ekuatorial dengan dua puncak hujan pada Maret–April dan November–Desember, sedangkan API5 tinggi pada tahun 2020 berasosiasi dengan kejadian banjir besar pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan menunjukkan berkurangnya hutan dan semak belukar disertai peningkatan perkebunan dan permukiman selama periode 1990 2025. Sekitar 90,6% wilayah didominasi HSG C dan D yang memiliki kemampuan infiltrasi rendah hingga sangat rendah, sementara 54,7% wilayah berada pada kategori CN tinggi. Hasil FFPI menunjukkan bahwa 63,0% wilayah berada pada kategori potensi banjir bandang sedang dan 27,5% pada kategori tinggi, dengan variasi yang jelas antarkecamatan. Pola spasial tersebut menunjukkan bahwa potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen berkaitan dengan kombinasi kondisi hidrometeorologi, penggunaan lahan, karakteristik tanah, dan fisiografi wilayah, sehingga pemetaan potensi dapat mendukung perencanaan tata ruang dan penentuan wilayah prioritas mitigasi.}, pages = {891--899} doi = {10.14710/jil.24.4.891-899}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/77077} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-05 02:13:00
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.