skip to main content

Faktor Sanitasi Lingkungan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Permukiman Kumuh Kota Semarang: Studi Cross-Sectional

1Departementof Environmental Health Science, Universitas Dian Nuswantoro, Jl. Nakula 1-5 Semarang, Indonesia

2Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia

3Program Studi D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia

Received: 22 Oct 2025; Revised: 10 Jul 2026; Accepted: 13 Jul 2026; Available online: 31 Jul 2026; Published: 6 Aug 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Kota Semarang merupakan salah satu wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD), di mana salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan iklim yang diperparah dengan sanitasi lingkungan yang buruk. Kondisi permukiman kumuh menunjukkan tingkat keparahan yang tinggi, sanitasi yang buruk, distribusi air bersih yang tidak memadai, serta kualitas lingkungan yang rendah. Tujuan penelitian untuk menilai perilaku masyarakat di Kota Semarang, khususnya di wilayah permukiman kumuh, terkait praktik kebersihan lingkungan dalam pencegahan DBD. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pendekatan survey observasional. Teknik pengambilan samel menggunakan cara purposive sampling dengan populasi penelitian terdiri dari penduduk di dua wilayah permukiman kumuh dengan kondisi terparah di Kota Semarang, yaitu Kelurahan Bulu Lor dan Purwosari. Sampel pada penelitian adalah masyarakat umum yang berdomisili di Kota Semarang dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara langsung. Uji hubungan menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan p-value <0,05 dinyatakan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku masyarakat terhadap lingkungan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (p-value 0,03), antara kondisi bangunan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (p value 0,000), serta antara fasilitas lingkungan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (p-value 0,02). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan dengan pencegahan Demam Berdarah Dengue. Oleh karena itu, perilaku individu dan kondisi lingkungan dapat menjadi faktor kunci dalam mengurangi atau mencegah kejadian Demam Berdarah Dengue dimulai dengan perubahan perilaku pada tingkat individu. Pencegahan Demam Berdarah Dengue sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga, karena sikap maupun tindakan pencegahan dapat dikelola secara efektif dalam lingkungan yang sehat dan kondusif.
Keywords: Penyakit; Demam Berdarah Dengue; Perilaku Lingkungan; Permukiman Kumuh

Article Metrics:

  1. Alias, A. et al. (2025) ‘Determinants of dengue prevalence: Aedes density and environmental factors in Johor, Malaysia’, Majalah Kesehatan Indonesia, 6(2), pp. 43–56. doi: 10.47679/makein.2025233
  2. Asnita Yani (2024) ‘The Influence of Environmental Factors on the Development of Dengue Fever’, The International Science of Health Journal, 2(4), pp. 116–123. doi: 10.59680/ishel.v2i4.1569
  3. Darma, M. P. (2013) Hubungan Infrastruktur Permukiman Dengan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan Di Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Surabaya
  4. Intan Manirah Niksan et al. (2025) ‘Environmental Sanitation Analysis of Dengue Fever Disease’, Lentera Perawat, 6(1), pp. 182–188. doi: 10.52235/lp.v6i1.414
  5. Juliska, S. (2023) ‘Hubungan Antara Insiden Demam Berdarah Dengue ( DBD ) dan Faktor Sanitasi Lingkungan : Tinjauan Sistematik Review’, Health Information : Jurnal Penelitian, 15(3), pp. 1–10
  6. Lubis, F. A., Siregar, P. A. and Salamudin (2021) ‘The Conditions Environmental Sanitation 3M Behavior and The House Indexwith The Event Of Dengue Dengue Fever (DHF)’, International Archives of Medical Sciences and Public Heath, 2(1), pp. 89–97. Available at: http://pcijournal.org/index.php/iamsph/article/view/160%0Ahttp://pcijournal.org/index.php/iamsph/article/download/160/140
  7. Nisa, S. D. (2025) ‘Optimizing Environmental Sanitation as an Effort to Control Dengue Fever ( DBD ) Vectors’, Journal Health of Indonesian, 3(01), pp. 33–41
  8. Nuryani, F., Supraptono, B. and Adib, M. (2023) ‘Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Parit H. Husin II’, Journal of Environmental Health and Sanitation Technology, 2(2), pp. 12–18. doi: 10.30602/jehast.v2i2.274
  9. Putri, N. W. and Ardiningrum, A. (2025) ‘Sumber Air Bersih, Jamban, Sampah dan Sarana Pembuangan Air Limbah di Permukiman Kumuh Kota Padang’, Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 6(1), pp. 59–69. doi: 10.25077/jk3l.6.1.59-69.2025
  10. Sihombing, L. M. and Hanani, R. (2015) ‘Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Implementasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Di Kecamatan Semarang Utara’, Journal of Public Administrasi, 3(1), pp. 1–20. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.bpj.2015.06.056%0Ahttps://academic.oup.com/bioinformatics/article-abstract/34/13/2201/4852827%0Ainternal-pdf://semisupervised-3254828305/semisupervised.ppt%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.str.2013.02.005%0Ahttp://dx.doi.org/10.10
  11. Wahyu, G. N. and Widayani, P. (2015) Analisis Spasial Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) terhadap Kondisi Kesehatan Lingkungan Permukiman Dan Perilaku Masyarakat (Kasus Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta dan Sekitarnya), yogyakarta publisher

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-08-16 08:50:50

No citation recorded.