1Departementof Environmental Health Science, Universitas Dian Nuswantoro, Jl. Nakula 1-5 Semarang, Indonesia
2Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia
3Program Studi D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL78737, author = {Lenci Aryani and Fitria Wulandari and Eko Hartini and Adian Khoironi}, title = {Faktor Sanitasi Lingkungan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Permukiman Kumuh Kota Semarang: Studi Cross-Sectional}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Penyakit; Demam Berdarah Dengue; Perilaku Lingkungan; Permukiman Kumuh}, abstract = {Kota Semarang merupakan salah satu wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD), di mana salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan iklim yang diperparah dengan sanitasi lingkungan yang buruk. Kondisi permukiman kumuh menunjukkan tingkat keparahan yang tinggi, sanitasi yang buruk, distribusi air bersih yang tidak memadai, serta kualitas lingkungan yang rendah. Tujuan penelitian untuk menilai perilaku masyarakat di Kota Semarang, khususnya di wilayah permukiman kumuh, terkait praktik kebersihan lingkungan dalam pencegahan DBD. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pendekatan survey observasional. Teknik pengambilan samel menggunakan cara purposive sampling dengan populasi penelitian terdiri dari penduduk di dua wilayah permukiman kumuh dengan kondisi terparah di Kota Semarang, yaitu Kelurahan Bulu Lor dan Purwosari. Sampel pada penelitian adalah masyarakat umum yang berdomisili di Kota Semarang dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara langsung. Uji hubungan menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan p-value <0,05 dinyatakan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku masyarakat terhadap lingkungan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (p-value 0,03), antara kondisi bangunan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (p value 0,000), serta antara fasilitas lingkungan dengan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (p-value 0,02). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan dengan pencegahan Demam Berdarah Dengue. Oleh karena itu, perilaku individu dan kondisi lingkungan dapat menjadi faktor kunci dalam mengurangi atau mencegah kejadian Demam Berdarah Dengue dimulai dengan perubahan perilaku pada tingkat individu. Pencegahan Demam Berdarah Dengue sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga, karena sikap maupun tindakan pencegahan dapat dikelola secara efektif dalam lingkungan yang sehat dan kondusif.}, pages = {551--557} doi = {10.14710/jil.24.3.551-557}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/78737} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-08-16 08:50:50
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.