skip to main content

Evaluasi Kinerja dan Keterbatasan Scippus grossus pada Adsorpsi-Fitoremediasi Limbah Cair Industri Batik

Department of Engineering, Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 14 Jan 2026; Revised: 27 Aug 2026; Accepted: 28 Aug 2026; Available online: 30 Aug 2026; Published: 1 Sep 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Industri batik menghasilkan limbah cair dengan kandungan pencemar tinggi seperti kromium heksavalen (Cr⁶⁺), Chemical Oxygen Demand (COD), dan warna, yang melebihi baku mutu limbah cair industri tekstil (Permen LHK No. P.16/2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi kombinasi metode adsorpsi menggunakan karbon aktif dan zeolit dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Scirpus grossus (Mensiang) dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair batik. Proses adsorpsi dilakukan dengan sistem batch, kemudian dilanjutkan fitoremediasi selama 16 hari. Parameter yang diuji meliputi COD, Cr⁶⁺, dan warna. Waktu pengamatan dengan hasil terbaik penurunan parameter limbah cair batik dengan fitoremediasi menggunakan Scirpus grossus diperoleh pada hari ke-12. Konsentrasi Cr⁶⁺ berhasil diturunkan dari 2,3 mg/L menjadi <0,001 mg/L dengan efisiensi >99,9%. Nilai COD turun dari 11.971 mg/L menjadi 367,3 mg/L dengan efisiensi 97%, dan warna menurun dari 3.416 Pt-Co menjadi 180 Pt-Co dengan efisiensi 95%. Meskipun Cr⁶⁺ telah memenuhi baku mutu (≤1,0 mg/L), parameter COD dan warna masih melebihi standar (150 mg/L dan 200 Pt-Co). Dengan demikian, kombinasi metode adsorpsi–fitoremediasi mampu menurunkan konsentrasi Cr⁶⁺, COD, dan warna pada limbah cair batik, dengan kontribusi penyisihan terbesar terhadap COD dan warna terjadi pada tahap adsorpsi, sedangkan pengolahan lanjutan tetap diperlukan untuk mencapai baku mutu. Metode ini berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair batik, khususnya sebagai tahap pra-pengolahan atau pengolahan antara.
Keywords: adsorpsi; fitoremediasi; kromium heksavalen; limbah cair batik; scirpus grossus

Article Metrics:

  1. Noor, I. , P. B. , F. and Kissinger. (2020). Pemberian Arang Aktif Dari Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Penyerapan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Tembaga (Cu) Pada Air Asam Tambang. EnviraScienteae, 16(2), 216–224
  2. Raissa, D. G., & Tangahu, B. V. (2017). Jurnal Teknik ITS. Raissa, D. G. & Tangahu, B. V, 6(2), 7–11
  3. Apriyani, N. (2018). Industri Batik: Kandungan Limbah Cair dan Metode Pengolahannya. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 3(1), 21–29. https://doi.org/10.33084/mitl.v3i1.640
  4. Azwari, F., & Triyono, J. (n.d.). Fitoremediasi Logam Fe dalam Air Asam Tambang Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Fitoremediation of Heavy Metal Fe in Mining Acid Water with Water Hyacinth (Eichhornia crassipes)
  5. Dwi Adhi Suastuti, N. , Suarsa, I. , & Kurnia Putra R, D. (2015). JURNAL KIMIA. Dwi Adhi Suastuti, N., Suarsa, I., & Kurnia Putra R, D, 9(1), 98–104
  6. Karthikeyan, P. G., & George, S. (2019). Heavy metal removal by greater club rush ( Scirpus grossus ) vs water hyacinth in a wetland ecosystem . Indian Journal of Weed Science, 51(3), 280. https://doi.org/10.5958/0974-8164.2019.00059.5
  7. Maria, E. (2019). Penyisihan COD Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Fitoremediasi Pada SSF-Wetland Menggunakan Tanaman Obor (Typha Latifolia) dan Tanaman Tasbih (Canna Indica.L) (Vol. 19, Issue 1)
  8. Nugroho, P. A. (2021). Nugroho, P. A. (2021) Efektivitas Eceng Gondok Sebagai Fitoremediator Logam Krom Heksavalen Pada Limbah Cair Industri Batik di Yogyakarta
  9. Soheti, P., Sumarlin, L. O., & Marisi, D. P. (2020). Fitoremediasi Limbah Radioaktif Cair Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes) Untuk Menurunkan Kadar Torium. EKSPLORIUM, 41(2), 139. https://doi.org/10.17146/eksplorium.2020.41.2.6092
  10. Sulaksono, A., Effendi, H., & Kurniawan, B. (2015). Kajian Beban Pencemaran Limbah Cair Industri kecil Menengah (IKM) Batik Klaster Trusmi kabupaten Cirebon (Study on Wastewater Pollution Load from Batik Small Medium Enterprises (SMEs) In Trusmi Cluster, Cirebon District). In Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Vol. 5, Issue 1)
  11. Suryani, E. (2014). Phytoremediation of synthetic dyes using Eichhornia crassipes. Journal of Environmental Management, 144, 72–78
  12. Syafalni, S., Abustan, I., Zakaria, M., et al. (2012). Application of granular activated carbon (GAC) and zeolite in wastewater treatment: column study. Journal of Applied Sciences Research, 8(1), 201–207
  13. Widiyanto, A. (2022). Efficiency of aquatic plants in the removal of industrial dye wastewater. Environmental Technology & Innovation, 28, 102787

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-17 21:03:50

No citation recorded.