1Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Jalan Daya Nasional Kota Pontianak, Indonesia, Indonesia
2Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL82421, author = {Siti Lestariningsih and Siti Latifah and Joko Riyono}, title = {Analisis Fungsi Lindung dan Jasa Ekosistem Penyedia Air di Daerah Aliran Sungai Duri, Kalimantan Barat}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {5}, year = {2026}, keywords = {DAS Duri; ecoregion; fungsi lindung; jasa ekosistem; penyedia air}, abstract = {Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki peran penting sebagai satuan ekosistem hidrologis yang mendukung keseimbangan tata air, penyediaan jasa lingkungan, dan keberlanjutan kehidupan manusia. Namun, peningkatan tekanan akibat alih fungsi lahan telah menurunkan kemampuan DAS dalam menjalankan fungsi ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tutupan lahan, ekoregion, dan vegetasi alami di DAS Duri; (2) menganalisis jasa ekosistem penyedia air secara spasial; dan (3) menilai fungsi lindung berdasarkan nilai Daya Dukung Lindung (DDL). Kajian dilakukan pada DAS Duri seluas 43.958,81 ha yang terletak di Kabupaten Mempawah dan Bengkayang menggunakan metode survei dan analisis spasial dengan pendekatan Simple Additive Weighting mengacu pada pedoman KLHK (2019). Data utama yang digunakan meliputi peta tutupan lahan hasil interpretasi citra Planetscope 2025, peta ekoregion, dan peta vegetasi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan DAS Duri didominasi oleh perkebunan (29,91%), hutan lahan kering sekunder (23,54%), dan hutan rawa sekunder (17,36%), sedangkan ekoregion utama terdiri atas dataran fluvial (60,03%) dan perbukitan denudasional (23,62%). Vegetasi alami yang dominan meliputi mosaik hutan sekunder tua (11,41%) dan mosaik hutan campuran di rawa gambut (9,23%). Berdasarkan hasil penjumlahan berbobot, jasa ekosistem penyedia air didominasi oleh kelas rendah (65,26%) dan sedang (16,83%), yang menunjukkan bahwa kapasitas relatif penyediaan air berdasarkan parameter spasial yang digunakan didominasi kelas rendah. Nilai DDL sebesar 0,67 mengindikasikan bahwa fungsi lindung DAS Duri berada pada kategori sedang, menandakan kondisi ekosistem yang masih mampu menopang keseimbangan hidrologis namun mulai terdegradasi. Hasil ini menegaskan pentingnya upaya konservasi, rehabilitasi hutan sekunder, dan penerapan tata kelola DAS berbasis ekoregion untuk menjaga keberlanjutan fungsi penyediaan air di DAS Duri.}, pages = {1219--1226} doi = {10.14710/jil.24.5.1219-1226}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/82421} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-10-22 03:01:24
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.