skip to main content

Analisis Fungsi Lindung dan Jasa Ekosistem Penyedia Air di Daerah Aliran Sungai Duri, Kalimantan Barat

1Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Jalan Daya Nasional Kota Pontianak, Indonesia, Indonesia

2Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 11 Feb 2026; Revised: 8 Sep 2026; Accepted: 12 Sep 2026; Available online: 29 Sep 2026; Published: 30 Sep 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki peran penting sebagai satuan ekosistem hidrologis yang mendukung keseimbangan tata air, penyediaan jasa lingkungan, dan keberlanjutan kehidupan manusia. Namun, peningkatan tekanan akibat alih fungsi lahan telah menurunkan kemampuan DAS dalam menjalankan fungsi ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tutupan lahan, ekoregion, dan vegetasi alami di DAS Duri; (2) menganalisis jasa ekosistem penyedia air secara spasial; dan (3) menilai fungsi lindung berdasarkan nilai Daya Dukung Lindung (DDL). Kajian dilakukan pada DAS Duri seluas 43.958,81 ha yang terletak di Kabupaten Mempawah dan Bengkayang menggunakan metode survei dan analisis spasial dengan pendekatan Simple Additive Weighting mengacu pada pedoman KLHK (2019). Data utama yang digunakan meliputi peta tutupan lahan hasil interpretasi citra Planetscope 2025, peta ekoregion, dan peta vegetasi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan DAS Duri didominasi oleh perkebunan (29,91%), hutan lahan kering sekunder (23,54%), dan hutan rawa sekunder (17,36%), sedangkan ekoregion utama terdiri atas dataran fluvial (60,03%) dan perbukitan denudasional (23,62%). Vegetasi alami yang dominan meliputi mosaik hutan sekunder tua (11,41%) dan mosaik hutan campuran di rawa gambut (9,23%). Berdasarkan hasil penjumlahan berbobot, jasa ekosistem penyedia air didominasi oleh kelas rendah (65,26%) dan sedang (16,83%), yang menunjukkan bahwa kapasitas relatif penyediaan air berdasarkan parameter spasial yang digunakan didominasi kelas rendah. Nilai DDL sebesar 0,67 mengindikasikan bahwa fungsi lindung DAS Duri berada pada kategori sedang, menandakan kondisi ekosistem yang masih mampu menopang keseimbangan hidrologis namun mulai terdegradasi. Hasil ini menegaskan pentingnya upaya konservasi, rehabilitasi hutan sekunder, dan penerapan tata kelola DAS berbasis ekoregion untuk menjaga keberlanjutan fungsi penyediaan air di DAS Duri.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
matriks revisi
Subject
Type Other
  Download (25KB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: DAS Duri; ecoregion; fungsi lindung; jasa ekosistem; penyedia air

Article Metrics:

  1. Agustina, A., Bertarina, & Kastamto. (2022). ANALISIS Karakteristik Aliran Sungai Pada Sungai Cimadur, Provinsi Banten. Journal of Infrastructural in Civil Engineering (JICE), 03(01), 31–41
  2. Das, S., & Pardeshi, S. D. (2018). Morphometric analysis of Vaitarna and Ulhas river basins , Maharashtra , India : using geospatial techniques. Applied Water Science, 8(6), 1–11. https://doi.org/10.1007/s13201-018-0801-z
  3. Diharyo, & Santoso, A. I. (2024). Land Change and Soil Erosion Due to Oil Palm Plantation Expansion : An Environmental Study in Central Kalimantan. Jurnal Lingkungan Nusantara, 01(1), 17–22
  4. Edwin, M., Latifah, S., Riyono, J. N., & Lestariningsih, S. (2022). Land Cover Change in the Timahobe Protected Forest Area in Bumbun Village. Sadaniang District Mempawah District West Kalimantan, 10(3), 729–741. https://dx.doi.org/10.26418/jhl.v10i3.55047
  5. Febriarta, E., Oktama, R., & Purnama, S. (2020). Analisis Daya Dukung Lingkungan Berbasis Jasa Ekosistem Penyediaan Pangan dan Air Bersih di Kabupaten Semarang. Geomedia (Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian), 18(1), 12–24
  6. Junarto, R. (2023). Mitigasi Perubahan Iklim dan Dampak Pengelolaan Sumber Daya Agraria: Wawasan dari Indonesia. Tunas Agraria, 6(3), 237–254. https://doi.org/10.31292/jta.v6i3.219
  7. Kaswanto, R. L., Aurora, R. M., Yusri, D., & Sjaf, S. (2021). Analisis Faktor Pendorong Perubahan Tutupan Lahan selama Satu Dekade di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(1), 107–116. https://doi.org/10.14710/jil.19.1.107-116
  8. KLHK. (2019). Buku Pedoman Penentuan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Daerah
  9. Kuwei, S. H. L., Marwa, J., & Rumatora, A. (2020). Daya Dukung Jasa Ekosistem Penyedia Air Dan Pangan Di Kawasan Hutan Tuwanwowi Kabupaten Manokwari (Carrying Capacity of Ecosystem Services for Water and Food around Tuwanwowi Forest Area of Manokwari ). Jurnal Kehutanan Papuasia, 6(2), 184–196
  10. Lestari, P. R., Muliadi, Risko, K, A. A., & Nurrahman, Y. A. (2024). Analisis Sedimen Dasar di Muara Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Bed Load Sediment Analysis in the Sungai Duri Estuary Bengkayang Regency West Kalimantan. Jurnal Laut Khatulistiwa, 7(1), 33–43
  11. Lestariningsih, S. P., Mulyono, J. T., & Widiastuti, T. (2023). Perubahan Tutupan Lahan Kawasan Hutan Di Wilayah Upt Kph Bengkayang - Wilayah Resort Pengelolaan Hutan (Rph) I Dan Ii Tahun 2013, 2017 Dan 2021. Jurnal Hutan Lestari, 11(4), 898. https://doi.org/10.26418/jhl.v11i4.59365
  12. Li, Z., Wang, X., Yu, Y., Zhang, H., Su, Q., Miao, X., & Lu, H. (2021). The Impacts Of Base Level And Lithology On Fluvial Geomorphic Evolution At The Tectonically Active Laohu And Hasi Mountains, Northeastern Tibetan Plateau. Earth Sciences, 64(6), 906–919
  13. Mei, V. N., Damiti, R. A., Pakaya, P., Prasetyo, M. H., K, D. W., & Utina, R. (2025). Stabilitas Ekosistem Hutan Indonesia dalam Menghadapi Deforestasi dan Kerusakan Lingkungan : Tinjauan Literatur. Botani : Publikasi Ilmu Tanaman Dan Agribisnis, 2(2), 176–188
  14. Muhlis, Khalid, G., Fatmawati, Armus, R., Sappewali, & Tanri, C. S. (2022). Laju Fungsi Lindung DAS Secara Temporal Berdasarkan Data Penginderaan Jauh di Kabupaten Sinjai. Jurnal Koloni, 1(4), 796–806
  15. Nifen, S. Y., & Idris. (2021). Pengaruh Tutupan Vegetasi terhadap Erosi pada Hulu Sungai Batang Arau, Kota Padang. Ensiklopedia of Journal, 3(2), 98–108
  16. Noywuli, N., Sapei, A., Pandjaitan, N. H., & Eriyatno. (2019). Assessment of Watershed Carrying Capacity for the Aesesa Flores Watershed Management , East Nusa Tenggara Province of Indonesia. Environment and Natural Resources Journal, 17(3), 29–39. https://doi.org/10.32526/ennrj.17.3.2019.20
  17. Nufus, H., Fauzi, T., Sudarmawan, A. A. K., Suwardji, & Mahrup. (2023). Jurnal Biologi Tropis The Status of Land Cover in The Main Watershed ( DAS ) of Lombok Island and its Potential as Acause of Drought. Jurnal Biologi Tropis, 23(4), 752–759
  18. Osok, R. M., Talakua, S. M., & Supriadi, D. (2018). Penetapan Kelas Kemampuan Lahan Dan Arahan Rehabilitasi Lahan Das Wai Batu Merah Kota Ambon Provinsi Maluku. Agrologia, 7(1). https://doi.org/10.30598/a.v7i1.355
  19. Priatna, A., Surya, B., & Syafri. (2025). Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Potensi Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Tallo Analysis of The Impact of Land Use Changes on Flood Potential in The Tallo. Urban and Regional Studies Journal, 7(2), 113–125. https://doi.org/10.35965/ursj.v7i2.6060
  20. Putra, A., Widyaningsih, R., & Nurcholis, M. (2019). Analisis Faktor Erodibilitas Tanah Penyebab Erosi di Area Tambang Batubara Site Melak. Jurnal Mineral, Energi, Dan Lingkungan, 3(1), 42. https://doi.org/10.31315/jmel.v3i1.2896
  21. Rama, B., Nugraha, A., Suryaningrum, I., Amanda, P., & Agfanisa, R. (2025). Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Daya Dukung Fungsi Lindung Daerah Aliran Sungai (Das) Babon Di Semarang Dan Sekitarnya. Jurnal RIPTEK, 19(1), 77–86
  22. Ridwan, M., & Sarjito, J. (2024). Studi Kajian Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Kejadian Banjir di Daerah Aliran Sungai. ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research, 26(1), 38–45
  23. Rini, Setyobudiandi, I., & Kamal, M. (2018). Kajian Kesesuaian, Daya Dukung dan Aktivitas Ekowisata di Kawasan Mangrove Lantebung Kota Makassar. Jurnal Pariwisata, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.31311/par.v5i1.3179
  24. Santoso, D. H., Prasetya, J. D., & Saputra, D. R. (2020). Analisis Daya Dukung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem Penyediaan Air Bersih di Pulau Karimunjawa. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 290–296. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.290-296
  25. Sholikhati, I., Soeprobowati, T. R., & Jumari, J. (2020). Vegetasi Riparian Kawasan Sub-DAS Sungai Gajah Wong Yogyakarta. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 401–410. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.401-410
  26. Temmink, R. J. M., Robroek, B. J. M., Dijk, G. Van, Barthelmes, A., Koks, A. H. W., Ka, S. A., Wassen, M. J., Ziegler, R., Steele, M. N., Giesen, W., Joosten, H., Fritz, C., Lamers, L. P. M., & Smolders, A. J. P. (2023). Wetscapes : Restoring and maintaining peatland landscapes for sustainable futures. Ambio, 52, 1519–1528. https://doi.org/10.1007/s13280-023-01875-8
  27. Valerio, T., Lupon, E., Quemener-tanguy, A., Brenac, C., & Bargemon, J. D. V. (2025). ScienceDirect Morphometric and curvature CT-based study of the distal radius watershed line. Hand Surgery and Rehabilitation, 44. https://doi.org/10.1016/j.hansur.2025.102168
  28. Widjonarko, Ardi, I.A., Hidayati, S. . (2021). Bencana Multi Bahaya Pada Daerah Aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Reka Ruang, 4(2), 95–105

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-22 03:01:24

No citation recorded.