1Deprtement of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124, Indonesia
2Program Studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
3Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL84325, author = {Shellita Sekali and Cico Simamora and Jumiati Jumiati and Winardi Winardi}, title = {Remediasi Lahan Tercemar Residu Bauksit dengan Inokulasi Bacillus sp. AI 01 dan Tanaman Brassica nigra}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {bioremediasi; fitoremediasi; residu bauksit; Bacillus sp.; Brassica nigra; Aluminium}, abstract = {Residu bauksit merupakan limbah hasil pengolahan bijih bauksit yang memiliki karakteristik pH tinggi, serta mengandung logam berat, khususnya Aluminium (Al). Alumunium (Al) ini bersifat toksik dan berpotensi mencemari lingkungan, serta menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya remediasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan untuk lahan tercemar residu bauksit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inokulasi mikroorganisme Bacillus sp. AI 01, tanaman Brassica nigra , serta penambahan pupuk kandang kotoran sapi terhadap penurunan kadar pencemar residu bauksit, serta menentukan kombinasi dan dosis perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan dalam media polibag selama 19 hari. Waktu tinggal optimum dari beberapa kombinasi menunjukkan kematian pada hari ke-19, sehingga dilakukan pemanenan pada waktu tersebut. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah daun dan bobot kering), populasi mikroorganisme (TPC), kadar Aluminium (Al) dalam tanah, serta bioakumulasi Al pada akar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan pH tanah dari 10,2 menjadi 5,08 – 8,54, serta penurunan kadar Al tanah dari 0,609 ppm menjadi 0,161 ppm. Selain itu, bioakumulasi Aluminium pada akar tanaman mencapai 0,467 ppm, yang menunjukkan Brassica nigra berpotensi sebagai tanaman hiperakumulator. Peningkatan populasi mikroorganisme juga menunjukkan peran aktif Bacillus sp. dalam mendukung proses remediasi melalui produksi asam organik. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi Bacillus sp. AI 01, Brassica nigra dan pupuk kandang kotoran sapi terbukti berpotensi sebagai metode remediasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan untuk lahan tercemar residu bauksit.}, pages = {1561--1571} doi = {10.14710/jil.24.6.1561-1571}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/84325} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:29:12
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.