1Graduate School, Universitas Padjadjaran, Indonesia
2Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Indonesia
3Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL85569, author = {Rian Aritonang and Iwan Setiawan and Johan Iskandar}, title = {Kajian Kuantitatif Potensi Limbah Organik dan Panas Sisa Industri sebagai Sumber Daya Ekonomi Sirkular di Kabupaten Indramayu}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {limbah organik; panas sisa industri; ekonomi sirkular; mitigasi emisi gas rumah kaca; sekuestrasi karbon}, abstract = {Pengelolaan limbah organik yang tidak optimal dan pemborosan energi panas dari sektor industri merupakan dua permasalahan lingkungan yang saling terkait namun jarang dikaji secara terintegrasi dalam satu kerangka penilaian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kuantitatif potensi limbah organik dan panas sisa industri sebagai sumber daya ekonomi sirkular di Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder berbasis kalkulasi terstruktur, mencakup estimasi potensi limbah dari sektor pertanian, peternakan, dan rumah tangga, serta estimasi panas sisa industri dari Kilang Pertamina RU VI Balongan. Hasil penelitian menunjukkan total potensi limbah organik yang dapat dimanfaatkan mencapai 2.449.876 ton/tahun, terdiri dari limbah pertanian 2.045.752 ton/tahun, limbah peternakan 156.435 ton/tahun, dan limbah rumah tangga 247.689 ton/tahun. Potensi panas sisa yang dapat dipulihkan diestimasi sebesar 1,44–3,3 juta GJ/tahun, cukup untuk mendukung proses pengeringan biomassa dan aktivasi zeolit dalam sistem produksi pupuk organik. Integrasi kedua sumber daya ini berpotensi menghindari emisi gas rumah kaca sebesar 97.995–244.988 ton CO₂e/tahun pada skenario moderat (tingkat pemanfaatan 20%), dengan basis perhitungan total usable biomass sebesar 2.449.876 ton per tahun dan faktor emisi 0,2–0,5 ton CO₂e/ton, serta meningkatkan sekuestrasi karbon tanah sebesar 92.000 ton CO₂/tahun. Dari sisi ekonomi, model ini memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 293,99 miliar per tahun dengan Net Present Value sebesar Rp1,79 triliun selama 10 tahun pada skenario moderat, meskipun angka tersebut bersifat theoretical upper bound yang memerlukan kalibrasi lebih lanjut pada implementasi nyata. Temuan ini menegaskan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki basis sumber daya yang komplementer dan signifikan untuk pengembangan sistem ekonomi sirkular lintas sektor.}, pages = {1349--1363} doi = {10.14710/jil.24.6.1349-1363}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/85569} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:29:02
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.