Program Studi Teknik Produksi Furnitur, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Jl. Wanamarta Raya No. 20 - Kawasan Industri Kendal, Kendal - Jawa Tengah 51371, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL85649, author = {Anshah Silmi Afifah and Alfani Risman Nugroho and Nurmadina Nurmadina and Dhian Juwitasari and Taufik Ramadhan Fitrianto}, title = {Analisis Aliran dan Efisiensi Material pada Proses Pemesinan Kayu Solid Menggunakan Pendekatan Neraca Massa}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {5}, year = {2026}, keywords = {aliran material; efisiensi pemulihan material; material tidak terkumpul; neraca massa; pemesinan kayu solid}, abstract = {Proses pemesinan kayu solid menghasilkan reduksi material yang tidak dapat dihindari selama konversi bahan baku menjadi komponen produk. Namun, informasi mengenai distribusi aliran material dan proporsi material yang tidak berhasil dikumpulkan kembali pada setiap tahapan pemesinan masih terbatas, terutama pada skala workshop. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi distribusi reduksi material dan fraksi material tidak terkumpul pada proses pemesinan kayu solid menggunakan pendekatan neraca massa (mass balance). Analisis dilakukan pada tahapan ripsaw, jumpsaw, single planer, dan thicknesser dalam satu siklus produksi menggunakan satu papan kayu durian (Durio zibethinus) sebagai satu sampel produksi (n = 1) untuk menghasilkan dua unit bench. Massa teoritis reduksi material dihitung berdasarkan perubahan dimensi komponen dan massa jenis kayu, kemudian dibandingkan dengan massa material yang berhasil dikumpulkan pada setiap proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total reduksi material teoritis mencapai 5.436,56 g, dengan 4.378,50 g berhasil dikumpulkan kembali dan 1.058,06 g tidak berhasil dikumpulkan. Tingkat pemulihan material mencapai 80,54%, sedangkan fraksi material tidak terkumpul secara keseluruhan sebesar 19,46%. Distribusi reduksi material didominasi oleh proses pengurangan ketebalan yang berkontribusi sebesar 46,7% terhadap total reduksi material. Nilai fraksi material tidak terkumpul tertinggi juga ditemukan pada proses pengurangan ketebalan (0,247), sedangkan nilai terendah terdapat pada proses ketam (0,147). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik material hasil reduksi pada setiap tahapan pemesinan berkaitan dengan keterpulihan material, dengan proses thicknessing menunjukkan kontribusi material tidak terkumpul paling besar. Pendekatan neraca massa dapat digunakan untuk mengidentifikasi material yang tidak berhasil dikumpulkan melalui sistem pengumpulan dan menjadi dasar evaluasi efisiensi pemanfaatan bahan baku pada proses pemesinan kayu solid.}, pages = {1307--1314} doi = {10.14710/jil.24.5.1307-1314}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/85649} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-30 17:05:52
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.