skip to main content

Analisis Komparatif Dampak Implementasi Program Pengelolaan Lingkungan pada Hotspot Pertambangan Batubara Menggunakan Life Cycle Assessment

1Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Gedung Pascasarjana B Lt 4, Jl. Imam Bardjo, SH No. 3-5 Semarang 50241, Indonesia

2Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

3Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

4 PT Bhumi Rantau Energi, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Indonesia

View all affiliations
Received: 26 Jun 2026; Revised: 5 Oct 2026; Accepted: 8 Oct 2026; Available online: 2 Nov 2026; Published: 6 Nov 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Produksi batubara menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, namun penilaian dampak pada sektor ini umumnya masih terbatas pada pemenuhan baku mutu satu tahap proses dan belum mengevaluasi efektivitas program pengelolaan lingkungan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak lingkungan, mengidentifikasi isu penting (hotspot), serta mengevaluasi efektivitas program pengelolaan lingkungan pada produksi batubara PT Bhumi Rantau Energi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penilaian dilakukan dengan batasan sistem cradle-to-gate dan unit fungsi 1 ton batubara, metode karakterisasi CML-IA Baseline, serta perangkat lunak SimaPro 9.5.0.0, dengan membandingkan kondisi tahun 2023 (sebelum) dan 2024 (sesudah) implementasi program. Kategori dampak yang dianalisis meliputi global warming potential (GWP), acidification potential (AP), dan eutrophication potential (EP). Hasil penilaian kualitas data memperoleh skor Data Quality Rating sebesar 1,26 (kategori sangat baik). Nilai dampak total menurun dari 25,2 menjadi 22,0 kg CO2-eq/ton (GWP); 0,159 menjadi 0,140 kg SO2-eq/ton (AP); dan 0,0357 menjadi 0,0333 kg PO4-eq/ton (EP). Hotspot dampak terutama berada pada unit proses topsoil dan overburden removal serta coal hauling, yang didominasi oleh emisi pembakaran bahan bakar diesel, penggunaan biodiesel (FAME), dan bahan peledak amonium nitrat. Implementasi teknologi air deck menurunkan GWP 10,77%, AP 11,33%, dan EP 3,64%, sedangkan substitusi bucket CAT980NG menurunkan GWP 20%, AP 18%, dan EP 23,89%. Berdasarkan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP), program optimisasi jarak dan rute angkut menjadi rekomendasi prioritas tertinggi (bobot 0,265). Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan LCA komparatif efektif untuk mengukur kinerja program pengelolaan lingkungan secara terukur dan berbasis bukti.
Keywords: life cycle assessment; batubara; global warming potential; acidification potential; eutrophication potential; hotspot; analisis komparatif

Article Metrics:

  1. Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI ISO 14040:2016 Manajemen lingkungan—Penilaian daur hidup—Prinsip dan kerangka kerja. BSN
  2. Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI ISO 14044:2017 Manajemen lingkungan—Penilaian daur hidup—Persyaratan dan pedoman. BSN
  3. Darpawanto, N. J., Budihardjo, M. A., Muhammad, F., & Amalia, D. (2022). Kajian Dampak Lingkungan Produksi Batubara PT Berau Coal – Site Sambarata dengan Metode Life Cycle Assessment. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 704–716. https://doi.org/10.14710/jil.20.4.704-716
  4. Diharjo, D. F. M. W., & Manik, Y. B. S. (2023). Life cycle assessment of coal mining in East Kalimantan. Jurnal Sains dan Teknologi, 12(3), 613–621. https://doi.org/10.23887/jstundiksha.v12i3.68103
  5. Energy Institute. (2025). Statistical review of world energy 2025. Energy Institute
  6. European Commission. (2018). Product environmental footprint (PEF) guide. European Commission
  7. Firdausy, M. A., Urrahman, M. A., & Firmansyah, M. (2022). Life cycle assessment (LCA) produksi batu bara di PT. XYZ di Kalimantan Selatan dengan pendekatan cradle-to-gate menggunakan software OpenLCA. Jukung Jurnal Teknik Lingkungan, 8(2), 50–59. http://dx.doi.org/10.20527/jukung.v8i2.14910
  8. Guinée, J. B. (2002). Handbook on life cycle assessment: Operational guide to the ISO standards (2nd ed.). Kluwer Academic Publishers
  9. Hauschild, M. Z., & Huijbregts, M. A. J. (2015). Life cycle impact assessment. Springer
  10. Hauschild, M. Z., Rosenbaum, R. K., & Olsen, S. I. (Eds.). (2018). Life cycle assessment: Theory and practice. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-56475-3
  11. International Energy Agency. (2025). Coal 2025: Analysis and forecast to 2030. IEA
  12. Lelek, L., & Kulczycka, J. (2021). Life cycle assessment of opencast lignite mining. International Journal of Coal Science & Technology, 8(6), 1272–1287. https://doi.org/10.1007/s40789-021-00467-9
  13. Oluwoye, I., Dlugogorski, B. Z., Gore, J., Oskierski, H. C., & Altarawneh, M. (2017). Atmospheric emission of NOx from mining explosives: A critical review. Atmospheric Environment, 167, 81–96. https://doi.org/10.1016/j.atmosenv.2017.08.006
  14. PRé Sustainability. (2023). SimaPro user manual and introduction to LCA with SimaPro. PRé Sustainability
  15. Putri, H. P. (2017). Life Cycle Assessment (LCA) emisi pada proses produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan pendekatan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  16. Saaty, T. L. (1980). The analytic hierarchy process: Planning, priority setting, resource allocation. McGraw-Hill
  17. Tao, M., Lu, D., Shi, Y., Liu, K., Yan, D., & Memon, M. B. (2024). Life cycle assessment of coal mines of diverse scales over time in China. Science of the Total Environment, 912, 169236. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2023.169236
  18. Triatmojo, P., Hadinata, F., & Sari, T. I. (2024). Determining the environmental impact of cradle to gate in coal-fired power generation. Advances in Science and Technology Research Journal, 18(5), 195–205. https://doi.org/10.12913/22998624/190677
  19. Tughyan, M. (2020). Impact of coal mining on environment and natural resources: Causes and potential effects. International Journal of Mining Science, 6(1), 32–36. https://doi.org/10.20431/2454-9460.0601003
  20. Wernet, G., Bauer, C., Steubing, B., Reinhard, J., Moreno-Ruiz, E., & Weidema, B. (2016). The ecoinvent database version 3 (part I): Overview and methodology. The International Journal of Life Cycle Assessment, 21(9), 1218–1230. https://doi.org/10.1007/s11367-016-1087-8
  21. World Meteorological Organization. (2022). Scientific assessment of ozone depletion: 2022 (GAW Report No. 278). WMO

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-11-06 21:29:07

No citation recorded.