1Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Gedung Pascasarjana B Lt 4, Jl. Imam Bardjo, SH No. 3-5 Semarang 50241, Indonesia
2Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
3Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
4 PT Bhumi Rantau Energi, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL86115, author = {Muhamad Rahmawan and Budi Warsito and Fuad Muhammad and Mislia Shinta}, title = {Analisis Komparatif Dampak Implementasi Program Pengelolaan Lingkungan pada Hotspot Pertambangan Batubara Menggunakan Life Cycle Assessment}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {life cycle assessment; batubara; global warming potential; acidification potential; eutrophication potential; hotspot; analisis komparatif}, abstract = {Produksi batubara menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, namun penilaian dampak pada sektor ini umumnya masih terbatas pada pemenuhan baku mutu satu tahap proses dan belum mengevaluasi efektivitas program pengelolaan lingkungan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak lingkungan, mengidentifikasi isu penting (hotspot), serta mengevaluasi efektivitas program pengelolaan lingkungan pada produksi batubara PT Bhumi Rantau Energi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penilaian dilakukan dengan batasan sistem cradle-to-gate dan unit fungsi 1 ton batubara, metode karakterisasi CML-IA Baseline, serta perangkat lunak SimaPro 9.5.0.0, dengan membandingkan kondisi tahun 2023 (sebelum) dan 2024 (sesudah) implementasi program. Kategori dampak yang dianalisis meliputi global warming potential (GWP), acidification potential (AP), dan eutrophication potential (EP). Hasil penilaian kualitas data memperoleh skor Data Quality Rating sebesar 1,26 (kategori sangat baik). Nilai dampak total menurun dari 25,2 menjadi 22,0 kg CO2-eq/ton (GWP); 0,159 menjadi 0,140 kg SO2-eq/ton (AP); dan 0,0357 menjadi 0,0333 kg PO4-eq/ton (EP). Hotspot dampak terutama berada pada unit proses topsoil dan overburden removal serta coal hauling, yang didominasi oleh emisi pembakaran bahan bakar diesel, penggunaan biodiesel (FAME), dan bahan peledak amonium nitrat. Implementasi teknologi air deck menurunkan GWP 10,77%, AP 11,33%, dan EP 3,64%, sedangkan substitusi bucket CAT980NG menurunkan GWP 20%, AP 18%, dan EP 23,89%. Berdasarkan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP), program optimisasi jarak dan rute angkut menjadi rekomendasi prioritas tertinggi (bobot 0,265). Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan LCA komparatif efektif untuk mengukur kinerja program pengelolaan lingkungan secara terukur dan berbasis bukti.}, pages = {1473--1483} doi = {10.14710/jil.24.6.1473-1483}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/86115} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:29:07
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.