skip to main content

Evaluasi Kinerja Sistem Lumpur Aktif, Bioball, dan Hibrid dalam Pengolahan Air Limbah Tambak Udang

1Fak. Biologi Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro No. 52-60, Salatiga, Kec. Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50711, Indonesia

2PT Nusa Alam Kreasindo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia

Received: 20 Jul 2026; Revised: 23 Sep 2026; Accepted: 2 Oct 2026; Available online: 2 Nov 2026; Published: 6 Nov 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Aktivitas budidaya udang intensif menghasilkan air limbah dengan konsentrasi parameter pencemar, seperti COD, TSS, amonia, dan fosfat yang melebihi baku mutu sehingga berpotensi mencemari lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik awal air limbah tambak udang serta mengevaluasi efektivitas sistem pengolahan biologi secara batch menggunakan sistem pengolahan lumpur aktif (resin Greenbio-1103), biofilm media bioball, dan sistem hibrid dalam menurunkan kadar polutan. Metode eksperimen dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan variasi media pengolahan dan waktu tinggal (0 hingga 8 hari). Parameter fisik berupa suhu, TSS dan kimia berupa pH, COD, amonia, fosfat, nitrat diukur secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan ( ) antara jenis media dan waktu tinggal. Pengolahan selama 8 hari menggunakan media bioball memberikan efisiensi penurunan tertinggi, di mana amonia (0,07 mg/L), fosfat (0,07 mg/L), dan nitrat (7,07 mg/L) berhasil diturunkan hingga memenuhi baku mutu KepMen KP No. 28 Tahun 2004. Namun, nilai COD (602,89 mg/L) dan TSS masih berada di atas batas baku mutu. Pengolahan biologi dengan bioball efektif menurunkan konsentrasi pencemar, tetapi pengolahan biologi tunggal belum cukup optimal untuk menurunkan COD dan TSS sehingga memerlukan kombinasi dengan pengolahan fisik atau kimia lanjutan.
Keywords: Air Limbah; Bioball; Biofilm; Lumpur Aktif; Tambak Udang

Article Metrics:

  1. Abdul-Rahaman, I. (2012). Managing and maximising the use of sewage in tamale. Civil and Environmental Researc, 2(8), 41–52. ISSN: 2225-0514
  2. Adonadaga, M.-G. (2014). Nutrient Removal Efficiency of Activated Sludge Plants Treating Industrial and Municipal Wastewater in Ghana. 2(4), 58–62. https://doi.org/10.12691/jephh-2-3-1
  3. Anwar, C., Confera, A. N., Noerwahju, A. S., Handayani, W., & Handoko, Y. A. (2023). The Evaluation of Physical, Biological, and Chemical Treatments on Piggery Wastewater: A study on pig farming in Sumogawe village, Semarang Regency, Central Java. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1275(1), 012032. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1275/1/012032
  4. Apema, F. D., Rahayu, D. E., Adnan, F., & Waryati, W. (2023). Penggunaan Media Sarang Tawon dan Bioball Pada Biofilter Aerob Pada Peengolahan Limbah Cair Laundry. Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL, 7(1), 81–89. https://doi.org/10.30872/jtlunmul.v7i1.11809
  5. Arfiati, D., Lailiyah, S., Pratiwi, R. K., Alvateha, D., Aisyah, F. D. D., & Dina, K. F. (2021). Efforts to Reduce Organic Matter In Shrimp Aquaculture Wastewater With Various Bacterial Consortium Trademarks. Journal of Aquaculture Science, 6(1IS), 97–109. https://doi.org/10.31093/joas.v6i1IS.162
  6. Cao, Z., Yan, W., Ding, M., & Yuan, Y. (2022). Construction of microbial consortia for microbial degradation of complex compounds. Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, 10, 1–14. https://doi.org/10.3389/fbioe.2022.1051233
  7. Djumanto, D., Ustadi, U., Rustadi, R., & Triyatmo, B. (2018). Utilization of Wastewater from Vannamei Shrimp Pond for Rearing Milkfish in Keburuhan Coast Purworejo Sub-District. Aquacultura Indonesiana, 19(1), 38–46. https://doi.org/10.21534/ai.v19i1.48
  8. Ekoputri, S. F., Rahmatunnissa, A., Nulfaidah, F., Ratnasari, Y., Djaeni, M., & Sari, D. A. (2023). Pengolahan Air Limbah dengan Metode Koagulasi Flokulasi pada Industri Kimia. Jurnal Serambi Engineering, 9(1), 7781–7787. https://doi.org/10.32672/jse.v9i1.715
  9. Guo, J., Ni, B.-J., Han, X., Chen, X., Bond, P., Peng, Y., & Yuan, Z. (2017). Unraveling microbial structure and diversity of activated sludge in a full-scale simultaneous nitrogen and phosphorus removal plant using metagenomic sequencing. Enzyme and Microbial Technology, 102, 16–25. https://doi.org/10.1016/j.enzmictec.2017.03.009
  10. Matesun, J., Petrik, L., Musvoto, E., Ayinde, W., & Ikumi, D. (2024). Limitations of wastewater treatment plants in removing trace anthropogenic biomarkers and future directions: A review. Ecotoxicology and Environmental Safety, 281, 116610. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2024.116610
  11. Meliana, V., Apriani, I., & Winardi. (2025). Pengolahan Limbah Cair Rumah Makan dengan Kombinasi Metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dan Membran Filtrasi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 23(6), 1454–1463. https://doi.org/10.14710/jil.23.6.1454-1463
  12. Mubarok, A. K. U., & Zainuri, M. (2024). Efektifitas Rumput Laut (Glacilaria sp.) Terhadap Penurunan Nilai Kandungan Amonia Dari Air Limbah Tambak Udang di Socah Madura. Juvenil:Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 5(1), 96–103. https://doi.org/10.21107/juvenil.v5i1.24421
  13. Muhammad Al Kholif, Miftakhul Rohmah, Pungut, Indah Nurhayati, Djoko Adi Walujo, & Majid, D. (2022). Penurunan Beban Pencemar Rumah Potong Hewan (RPH) Menggunakan Sistem Biofilter Anaerob. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 14(2), 100–113. https://doi.org/10.20885/jstl.vol14.iss2.art1
  14. Mukhtar, G., Iwan, R., Mina, N., & Tintin, S., R. (2017). Pemanfaatan Nutrisi Terfermentasi untuk Penurunan Kadar COD/BOD Air Limbah Industri. Journal Industrial Servicess, 3(1), 231–234. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.36055/jiss.v3i1b.2090
  15. Nawir, F., Paris, & Budimawan. (2023). Budidaya Udang Vaname dalam Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Tambak Rakyat Desa Bojo Kabupaten Barru. JournalofHumanAndEducation, 3(3), 92–104. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jh.v3i3.326
  16. Ngabito, P. A., Bialangi, N., & Kunusa, W. R. (2024). Analisis Kualitas Air Limbah Tambak Udang Di Kecamatan Mananggu Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia, 7(3), 229. https://doi.org/10.31602/dl.v7i3.16657
  17. Opat, M. O., Setyawati, T. R., & Yanti, A. H. (2016). Inventarisasi Mikroalga dan Protozoa pada Instalansi Pengolahan Air Limbah Karet Sistem Biofilter Skala Laboratorium. 2016, 43(3), 19–25. https://doi.org/https://doi.org/10.26418/protobiont.v4i3.13241
  18. Rocha, D. H. D., Sakamoto, I. K., & Varesche, M. B. A. (2024). Alkali-buffering effect to increase hydrogen production on co-fermentation of citrus agroindustrial waste. International Journal of Hydrogen Energy, 53, 364–382. https://doi.org/10.1016/j.ijhydene.2023.12.014
  19. Rosariawari, F., Farahdiba, A. U., & Pranoto, M. S. (2020). Pengaruh Debit Aliran Terhadap Dissolve Oxygen Pada Proses Hidroulik Koagulasi Dengan Parshall Flume Dalam Penyisihan Senyawa Organik. JURNAL ENVIROTEK, 12(1), 1–4. https://doi.org/10.33005/envirotek.v12i1.14
  20. Sanjaya, E. H., Asha, A. A., Suharti, Muntholib, & Chen, H. (2025). Effectiveness of Aerobic Microbes in the Treatment of Shrimp Pond Wastewater. Malaysian Journal Of Chemistry, 27(1), 211–219. https://doi.org/10.55373/mjchem.v27i1.211
  21. Subagyo, A., Arifin, A., & Kadaria, U. (2022). Perbandingan Jenis Media Kaldness terhadap Effisiensi Limbah Rumah Makan dengan Metode MBBR. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 10(2), 239. https://doi.org/10.26418/jtllb.v10i2.56415
  22. Sumiyati, S., Sutrisno, E., & Wicaksono, F. (2023). Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Teknologi Hybrid Bioreaktor Biofilm—Fitoremediasi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(2), 403–407. https://doi.org/doi: 10.14710/jil.21.2.403-407
  23. Supito. (2017). Tekhnik Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Balai Besar Budidaya Air Payau Jepara, Kementerian Kelautan dan Perikanan
  24. Telaumbanua, B. H., Pangemanan, N. P. L., Tumbol, R. A., Undap, S. L., Tumembouw, S. S., & Salindeho, I. R. N. (2024). Fluktuasi Parameter Kualitas Air di Tambak Super Intensif Udang Vaname: Studi Kasus Pertambakan PT. Pillar Persada Parigi, Desa Bajo, Minahasa Selatan. Budidaya Perairan, 12(2), 72–79
  25. Wahyuni, I., Suyasa, B., & Mahardika. (2014). Efektivitas Sistem Biofilter Aerob dalam Menurunkan Kadar Amonia pada Air Limbah. 8(1), 79–85. ISSN: 1907-5626
  26. Weber, D. J., Rutala, W. A., Anderson, D. J., & Sickbert-Bennett, E. E. (2023). Biofilms on medical instruments and surfaces: Do they interfere with instrument reprocessing and surface disinfection. American Journal of Infection Control, 51(11), A114–A119. https://doi.org/10.1016/j.ajic.2023.04.158
  27. Winoto, S. W., Galih, A. V. B., Awahita, H., & Irmita, L. U. (2023). Pengembangan “pHelper” Kalkulator pH Larutan Berbasis Web Sebagai Media Pembelajaran Kimia. Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia, 7(2), 208–221. https://doi.org/10.19109/ojpk.v7i2.19781
  28. Yanti, W. N., Prasadi, O., & Pramita, A. (2023). Pengaruh Penambahan Konsorsium Bakteri Aerob Terhadap Kadar Pencemar Limbah Cair Industri Obat Tradisional. 9(1), 91–102. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.20527/jukung.v9i1.17061
  29. Yono, D., & Sapta Dewi, Y. (2023). Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik System Lumpur Aktif di Gedung Trans Mart. JURNAL TECHLINK, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.59134/jtnk.v2i2.491

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-11-06 21:29:01

No citation recorded.