1Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University, Indonesia
2Divisi Rekayasa Infrastruktur Berkelanjutan, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL87974, author = {Ananda Khairunnisa and Chusnul Arif and Satyanto Saptomo and Jihan Azizah}, title = {Emisi Gas Metana (CH4) pada Budidaya Padi Sistem FONi dengan Variasi Tinggi Muka Air dan Jenis Pupuk}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {emisi metana; fertigator otomatis nirdaya; padi sawah; pengelolaan muka air; pupuk}, abstract = {Budidaya padi sawah merupakan salah satu sumber emisi metana (CH 4 ) akibat dekomposisi bahan organik pada kondisi anaerob. Pengelolaan tinggi muka air dan pemupukan berperan penting dalam menentukan kondisi tanah yang memengaruhi pembentukan dan pelepasan CH 4 . Sistem Fertigator Otomatis Nirdaya (FONi) memungkinkan tinggi muka air dikelola secara otomatis tanpa memerlukan energi eksternal, sehingga berpotensi mendukung pengelolaan air yang lebih efisien sekaligus menciptakan kondisi tanah yang dapat menekan emisi CH 4 . Penelitian ini bertujuan menganalisis emisi CH 4 pada berbagai tinggi muka air dan jenis pupuk serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik untuk mitigasi emisi CH 4 tanpa mengurangi produktivitas tanaman secara signifikan. Penelitian dilaksanakan di Kinjiro Farm, Kota Bogor, pada Februari–Juni 2026 dengan menerapkan empat pengelolaan air, yaitu tergenang (RT), basah (RB), kering (RK), dan berselang (RBe), yang dikombinasikan dengan pupuk organik dan anorganik. Kondisi media tanam dipantau secara kontinu menggunakan sensor parameter tanah yang terhubung dengan data logger , sedangkan sampel gas diambil menggunakan metode closed chamber dan dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID). Pengaruh tinggi muka air dan jenis pupuk terhadap emisi CH 4 dianalisis menggunakan two-way ANOVA . Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap emisi CH₄ dibandingkan tinggi muka air. Emisi kumulatif tertinggi diperoleh pada kombinasi RT dengan pupuk organik sebesar 520,75 kg CH₄/ha/musim. Penerapan rezim air berselang (RBe) dan pupuk anorganik mampu menekan emisi dengan nilai terendah sebesar 184,26 kg CH₄/ha/musim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sistem FONi dalam mempertahankan dan mengatur tinggi muka air secara otomatis dapat dimanfaatkan untuk menerapkan rezim air berselang sebagai strategi mitigasi emisi CH 4 pada budidaya padi}, pages = {1438--1447} doi = {10.14710/jil.24.6.1438-1447}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/87974} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:28:59
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.