skip to main content

Evaluasi Persistensi Tutupan Lahan pada Area Lahan Kritis di DAS Serang

Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

Received: 23 Aug 2026; Revised: 11 Oct 2026; Accepted: 16 Oct 2026; Available online: 2 Nov 2026; Published: 6 Nov 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Lahan kritis merupakan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia karena mencerminkan penurunan fungsi dan kualitas lahan yang dapat mempengaruhi fungsi ekologis dan hidrologis DAS. Dalam identifikasi lahan kritis, penutup lahan merupakan parameter paling dominan berdasarkan Petunjuk Teknis No. P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penelitian terkait identifikasi lahan kritis pada umumnya hanya menggunakan data kondisi penutup lahan pada satu periode pengamatan saja, sehingga belum mampu menggambarkan dinamika historis penutup lahan yang membentuk kondisi lahan pada periode tertentu. Penelitian ini mengevaluasi persistensi penutup lahan pada kawasan lahan kritis di DAS Serang menggunakan pendekatan spasio-temporal berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). DAS Serang dipilih karena menjadi salah satu DAS prioritas yang ditetapkan untuk dipulihkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 328/Menhut-II/2009. Analisis mengintegrasikan peta lahan kritis dan penutup lahan tahun 2024 sebagai baseline, kemudian mengevaluasi data penutup lahan periode 2014–2023 untuk mengidentifikasi persistensi dan perubahan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persistensi penutup lahan berbeda antarzonasi DAS. Zona hulu menunjukkan dinamika tertinggi, ditandai dengan penurunan vegetasi tanaman campuran dan peningkatan luas hutan serta perkebunan. Zona tengah memiliki kondisi relatif yang stabil dengan peningkatan luas hutan dan lahan pertanian, sedangkan zona hilir mengalami perubahan paling kecil. Perbedaan persistensi tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan pada area lahan kritis di DAS Serang memiliki dinamika spasial yang tidak seragam. Sehingga evaluasi historis penutup lahan diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kondisi lahan dan mendukung pengelolaan serta rehabilitasi DAS secara berkelanjutan.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Data Analysis
Analisis data dan Grafik
Subject Data Atrbut Peta dan Grafik
Type Data Analysis
  Download (2MB)    Indexing metadata
 common.other
Diagram Alir Penelitian
Subject
Type Other
  View (337KB)    Indexing metadata
 common.other
Peta Lokasi Penelitian
Subject
Type Other
  View (2MB)    Indexing metadata
 common.other
Peta Lahan Kritis Tahun 2024
Subject Lahan Kritis
Type Other
  View (5MB)    Indexing metadata
 common.other
Peta Penutup Lahan Tahun 2024
Subject Penutup Lahan
Type Other
  View (6MB)    Indexing metadata
 common.other
Penutup Lahan Historis
Subject Penutup Lahan Historis
Type Other
  View (1012KB)    Indexing metadata
 common.other
Karakteristik Persistensi Zonasi DAS
Subject
Type Other
  View (2MB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Lahan Kritis, Persistensi Tutupan Lahan, Daerah Aliran Sungai, Spasio-Temporal, Rehabiltiasi DAS

Article Metrics:

  1. Arif, N., & Danoedoro, P. (2017). Pemodelan Spasial Erosi Kualitatif Berbasis Raster ( Studi Kasus di DAS Serang , Kabupaten Kulonprogo ). 15(2), 127–134. https://doi.org/10.14710/jil.15.2.127-134
  2. Biru, M. K., Gadisa, C. W., Dirbaba, N. B., & Nunes, M. R. (2025). Land Use Changes and Their Impacts on Soil Erosion in a Fragile Ecosystem of the Ethiopian Highlands. Land, 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/land14071473
  3. Blissag, B., Yebdri, D., & Kessar, C. (2024). Spatiotemporal change analysis of LULC using remote sensing and CA-ANN approach in the Hodna basin , NE of Algeria. Physics and Chemistry of the Earth, 133(August 2023), 103535. https://doi.org/10.1016/j.pce.2023.103535
  4. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2026). Rapat Rencana Rehabilitasi DAS DIY Bahas Pemulihan Lahan Kritis Hingga Pesisir Selatan. https://dlhk.jogjaprov.go.id/rencana-rehabilitasi-das-di-diy/
  5. Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung. (2018). Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis
  6. Ghute, B., Biswas, B., Vahidnia, M., Rai, P. K., Singh, S. K., & Kanga, S. (2025). Soil Erosion and Sediment Rate Assessment Using Geospatial Tools and RUSLE Modeling Approach : A Case Study of Yeldari Reservoir, Maharashtra, India. Economic and Enivronmental Geologi, 58(6), 719–741. https://doi.org/10.9719/EEG.2025.58.6.719.Journal
  7. Graesser, J., Stanimirova, R., Tarrio, K., Copati, E. J., Volante, J. N., Verón, S. R., Banchero, S., Elena, H., Abelleyra, D. De, & Friedl, M. A. (2022). Temporally-Consistent Annual Land Cover from Landsat Time Series in the Southern Cone of South America. 1–28. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rs14164005
  8. Hidayat, W., Sari, C. P., Supriyadi, S., & Himawan, W. (2025). Evaluation of built-up land incompatibility with land capability and its implications for critical land in the Serang Watershed. 02001. https://doi.org/https://doi.org/10.1051/e3sconf/202568202001
  9. Kaleji, M. K., Kamkar, H. K. B., & Hosseinalizadeh, H. A. M. (2026). Evaluation and mapping of soil erosion in the agricultural landscape of Dasht‑e‑Naz Sari (Mazandarn province), Northern Iran. International Journal of Environmental Science and Technology, 23(1), 1–14. https://doi.org/10.1007/s13762-025-06859-7
  10. Kamruzzaman, M., Aston, L., Baker, D., Braun, B., & Shatu, F. (2021). Changes in land use typology of global airports : An empirical investigation with implications for the aerotropolis concept. Journal of Transport Geography, 97(July 2020), 103217. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2021.103217
  11. Kementerian Kehutanan. (2013). Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor P.3/V-SET/2013 Tentang Pedoman Identifikasi Karakteristik Daerah Aliran Sungai
  12. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2009). Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.328/Menhut-II/2009 tentang Penetapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Prioritas dalam Rangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2010–2014
  13. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Kehutanan Tahun 2025–2029
  14. Khidzir, A. R., Setyawan, C., S.Susanto, & Zaki, M. K. (2023). GIS Based Monitoring of Critical Area Upstream Watershed of PB . Soedirman Reservoir , Central Java , Indonesia GIS Based Monitoring of Critical Area Upstream Watershed of PB . Soedirman Reservoir , Central Java , Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1233/1/012059
  15. Kironoto, B. A., Yulistiyanto, B., & Olii, M. R. (2021). Erosi dan Konservasi Lahan (Siti (ed.); 1st ed.). Gadjah Mada University Press
  16. Lambin, E. F., Geist, H. J., & Lepers, E. (2003). Dynamics of Land-Use and Land-Cover Change in Tropical Regions. Annual Review Environment and Resources. https://doi.org/https://doi.org/10.1146/annurev.energy.28.050302.105459
  17. Liu, Y., Zang, M., Peng, J., Bai, Y., Wang, S., Wang, Z., & Shi, P. (2025). Analysis of Ecosystem Pattern Evolution and Driving Forces in the Qin River Basin in the Middle Reaches of the Yellow River. Sustainability, 1–21
  18. López-osorio, R. F., Pérez-aguilar, L. Y., Avila-aceves, E., Zambrano-medina, Y. G., & Quintero-morales, M. A. (2026). Spatial Analysis of Land Cover Degradation Processes Associated with Aridity in Northwestern Mexico Using Geographically Weighted Regression. International Journal of Geo-Information, 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/ijgi15050200
  19. Masoudi, M., Elhaeesahar, M., & Cerdà, A. (2021). Risk Assessment of Land Degradation (RALDE) in Khuzestan Province, Iran. Eurasian Soil Science, 54(8), 1228–1240. https://doi.org/10.1134/S1064229321080135
  20. Morgan, R. P. C. (2005). Soil Erosion and Conservation (3rd ed.). Blackwell Publishing Ltd
  21. Motavalli, P., Nelson, K., Udawatta, R., Jose, S., & Bardhan, S. (2013). Global achievements in sustainable land management. International Soil and Water Conservation Research, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S2095-6339(15)30044-7
  22. Mukhoriyah, Arifin, S., Kushardono, D., Ardha, M., & Yulianto, F. (2023). Analysis of land use and spatial planning in the Upstream Citarum watershed of West Java based on remote sensing data. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 10(3), 4315–4324. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2023.103.4315
  23. Nahib, I., Wahyudin, Y., Widiatmaka, W., Tarigan, S. D., Ambarwulan, W., Ramadhani, F., Pranoto, B., & Nugroho, N. P. (2026). Spatio-Temporal Dynamics of Land Use and Land Cover Change and Ecosystem Service Value Assessment in Citarum Watershed , Indonesia : A Multi-Scenario and Multi-Scale Approach. Resources, 1–34. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/resources15020024
  24. Taufan, L. B., & Pratomo, R. A. (2022). Implementasi Instrumen Zoning Regulation dalam Penanganan Lahan Kritis di DTA Kaskade Mahakam. 10, 151–165. https://doi.org/10.14710/jwl.10.2.151-165
  25. Thomas, J., Joseph, S., & Thrivikramji, K. P. (2018). Assessment of soil erosion in a tropical mountain river basin of the southern Western Ghats, India using RUSLE and GIS. Geoscience Frontiers, 9(3), 893–906. https://doi.org/10.1016/j.gsf.2017.05.011
  26. Utami, W., Aji, K., Marini, Sugiyanto, C., & Rahardjo, N. (2023). Dampak Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 19(1), 105–117. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i1.37429
  27. Wahyunto, & Dariah, A. (2014). Degradasi Lahan di Indonesia: Kondisi Eksisting , Karakteristik, dan Penyeragaman Definisi Mendukung Gerakan Menuju Satu Peta. Jurnal Sumberdaya Lahan, Vol. 8, No, 81–93
  28. Wairiu, M. (2017). Land degradation and sustainable land management practices in Pacific Island Countries. Regional Environmental Change, 17(4), 1053–1064. https://doi.org/10.1007/s10113-016-1041-0
  29. Yusliana, & Devi, M. K. (2020). Interaksi wilayah pusat pertumbuhan melalui pendekatan skalogram dan gravitasi di wilayah pesisir daerah istimewa yogyakarta. 4, 148–159. https://doi.org/10.29408/geodika.v4i2.2721
  30. Zhongming, W., Lees, B. G., Feng, J., Wanning, L., & Haijing, S. (2010). Stratifed vegetation cover index : A new way to assess vegetation impact on soil erosion. Catena, 83(1), 87–93. https://doi.org/10.1016/j.catena.2010.07.006

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-11-06 21:29:01

No citation recorded.