Kampanye Politik di Televisi sebagai Budaya Populer

*Ria Rahmatul Istiqomah -  Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Angkatan IV, Indonesia
Published: 1 Jul 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 827 2812
Abstract

Abstract :

Politics and culture are elements that open so they can do the interpenetration for embedding code that forms a cultural political behavior utilization of popular culture in a political behavior is considered as a new strategy in the world of politics. Political victory in the 2004 election victory of the battle is a portrait image of the political stage. Media as the reference potential voters to recognize the figure kandidit. Kandidit image depends on the construction of the image in the media. It is therefore an attempt to be popular in droves by the political elite in order to gain political legitimacy from the people.

Keywords: kampenye politics, mass media, popular culture

Abstraksi :

Politik dan budaya merupakan unsur yang terbuka sehingga keduanya dapat melakukan interpenetrasi untuk melakukan penyatuan kode yang membentuk suatu perilaku politik cultural Pemanfaatan budaya populer dalam sebuah perilaku politik dianggap sebagai strategi baru dalam dunia politik. Kemenangan politik pada pemilu 2004 adalah potret kemenangan pertarungan citra dipanggung politik. Media menjadi rujukan calon pemilih untuk mengenali sosok kandidit. Citra kandidit bergantung pada konstruksi citra di media. Oleh karena itu upaya untuk menjadi populer berbondong-bondong dilakukan oleh para elit politik dengan tujuan mendapatkan legitimasi politik dari masyarakat.

Kata Kunci : Kampenye Politik, Media Massa, Budaya Populer

Article Metrics: