Kajian Semiotika tentang Etika Komunikasi Anas Urbaningrum dalam Pengaruh Budaya Jawa

*Utami Setyowati -  Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Angkatan IV, Indonesia
Published: 1 Jul 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 314 474
Abstract

Abstract :

Basically Javanese people are identically with calm attitude, such as : polite, friendly, tender and humble. They are tend to pay attention and respect to people whom talk to. Moreover, Javanese is one of language that having high civilization. Usually people speak in Javanese by selecting vocabulary that adjusting to people whom talk to.Related to the ethics of communication, the article tries to elaborate the Anas’ statements in Javanese, such as : “politik para sengkuni” and “nabok nyilih tangan” in semiotics studies. However, semiotics is devide into semantic, syntactic and pragmatic. Semiotic perspective is not only focus on the words, but language structure, community and culture also.According the Anas’ statements, we conclude that Anas’s statements have two meanings. First, in descriptive ethical analyzing states that Anas’ statements are normal because Anas is Javanese people who like to use symbol to express their feeling. Second, in normative ethical anaylizing, the statements are impolite because they are uttered to the elder people.

Key words : communication ethics, culture, semiotic.

Abstraksi :

Secara umum orang Jawa identik dengan sikap sopan, segan, lebih menyembunyikan perasaan atau tidak suka langsung berterus terang, menjaga etika berbicara baik secara konten isi dan bahasa perkataan maupun obyek yang diajak bicara. Hingga saat ini pun bahasa Jawa masih dianggap sebagai bahasa yang memiliki peradaban tinggi karena bahasa tersebut memiliki strata yakni tingkatan bahasa yang diucapkan dengan pemilihan kata yang disesuaikan dengan obyek yang diajak berbicara atau dengan siapa kita berkomunikasi.Berkaitan dengan etika berkomunikasi, artikel ini menguraikan tentang pernyataan dari Anas Urbaningrum yang menggunakan istilah dalam budaya atau bahasa Jawa yakni “politik para sengkuni” dan “nabok nyilih tangan” dalam kajian semiotika. Pada dasarnya kajian semiotika terbagi dalam 3 (tiga) hal, yakni : semantik, sintaktik dan pragmatik. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam prespektif semiotika, pemahaman bukan hanya pada kata-kata, melainkan juga pada struktur bahasa, masyarakat dan budaya dengan unsur komunikasi didalamnya.Berdasarkan kajian semiotika, dapat disimpulkan bahwa pernyataan Anas dalam bahasa Jawa tersebut dalam etika komunikasi mengandung 2 (dua) hal. Dalam etika deskriptif pernyataan Anas adalah wajar mengingat Anas adalah orang Jawa yang kurang lugas dan senang menggunakan simbol. Namun secara etika normatif dianggap tidak sopan karena ditujukan untuk orang yang lebih tua.

Kata kunci : etika komunikasi, budaya, semiotika.

Article Metrics: