Prosedur Masase Neuroperfusi Untuk Penanganan Nyeri dan Gangguan Fungsi : Inovasi dan Modalitas Baru dalam Terapi Nyeri

*Luwih Bisono  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Indonesia
Akhyar Hamonangan Nasution  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Indonesia
Published: 1 Mar 2017.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Aliran suplai oksigen sangat dibutuhkan oleh setiap sel organ. Setiap dokter anestesi berkewajiban untuk memastikan suplai oksigen telah diberikan secara optimal. Suplai oksigen sangat tergantung pada aliran darah arteri, vena dan limfe. Gangguan suplai oksigen dapat disebabkan oleh penyakit bedah maupun non bedah. Pasien dapat merasakan nyeri, parestesi, rasa terbakar bahkan kelumpuhan. Dokter anestesi tidak hanya berkewajiban mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, tetapi juga berkewajiban menghadirkan kembali rasa nyeri, fungsi sensorik dan motorik. Pain management dapat dilakukan dengan prosedur invasive maupun non invasive. Neuroperfusi massage adalah alternative baru untuk penanggulangan rasa nyeri dan gangguan fungsi . Banyak ahli kedokteran olah raga percaya bahwa massage dapat meningkatkan aliran darah, menurunkan ketegangan otot/eksitabilitas syaraf dan meningkatkan kwalitas hidup.

Keywords: suplai oksigen; pain management; neuroperfusi massage

Article Metrics:

  1. Marshall JC, Inflammation, coagulopa-thy, and the pathogenesis of multiple organ dysfunction syndrome. Crit Care Med 29: 2001; S99–S106
  2. Reinhart K, Monitoring O2transport and tissue oxygenation in critically ill patients. In: Reinhart K, Eyrich K (ed) Clinical aspects of O2 transport and tissue oxygenation. Springer, Berlin Heidelberg New York, 1989; 195–211
  3. Serizawa Katsusuke, Massage The Ori-ental Methode, Japan: 1977; 29-30
  4. Weerapong Pornrashanee, Hume Patria A, Kolt Grefory S. The Mechanisms of Massage and Effects on Performance, Muscle recovery and Injury Prevention. Sports Medicine.2005: 35(3): 235-56
  5. Halim Willy. Mengatasi Sendiri Nyeri Anda. 2010; 11-16
  6. Melzack R,& Dinding PD.(1965).Mekanisme nyeri: teori baru.Ilmu.1965 (diarsipakn 2012/01/14) 150 (3699) : 971-9. Doi : 10, 1126/science.150.3699.971.PMID 5.320
  7. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran: Guy-ton & Hall; Ed 9_Jakarta: EGC ; Sensasi Somatik : IISensasi Nyeri,Nyeri Kepala,dan Sensasi Suhu, 1997; 762-776
  8. Anny Isfandyarie, Malpraktek dan Resiko Medik (dalam kajian hu kum pidana), 2005; 37–41

Last update: 2021-02-26 00:20:33

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 00:20:34

No citation recorded.