Penanganan Inkompatibilitas Darah pada Wanita Hamil yang Menderita Lupus Eritematosus Sistemik

*Maulydia Maulydia  -  Departemen Anestesiologi dan Reanimasi; Fakultas Kedokteran; Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo; Surabaya, Indonesia
Eddy Rahardjo  -  Departemen Anestesiologi dan Reanimasi; Fakultas Kedokteran; Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo; Surabaya, Indonesia
Published: 1 Mar 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jai.v12i1.27261 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Other
  Download (15MB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah salah satu penyakit auto-imun yang ditandai dengan produksi antibodi terhadap komponen-komponen inti sel.  Kehamilan pada wanita dengan LES dihubungkan dengan meningkatnya risiko bagi ibu dan bayi. Frekuensi kegagalan kehamilan di Amerika Serikat didapat sebesar 43% pada tahun 1960-1965 dan berkurang menjadi 17% pada tahun 2000-2003. RSUD Dr. Soetomo mendapatkan 166 penderita wanita dengan LES di dalam satu tahun (Mei 2003-April 2004). Dari setiap 2000 penderita, ditemukan 1-2 kasus dengan LES.

Kasus: Seorang wanita berusia 25 tahun, dengan usia kehamilan 4 minggu datang ke instalasi gawat darurat (IGD) karena adanya perdarahan dari jalan lahir. Dia diketahui mengidap LES dan lupus nefritis sejak tahun 2003. Hasil ultrasonografi (USG) kandungan menunjukkan adanya kematian hasil konsepsi (IUFD). Obat yang rutin diminum adalah metilprednisolon, lansoprazole, asam folat, dan sandimun. Pada pemeriksaan lab didapatkan hemoglobin 5,2 gr/dl, platelet 146.000, albumin 1,56 dan peningkatan APTT. Pasien direncanakan untuk transfusi darah dan albumin. Keesokan harinya, pasien mengalami keguguran dengan plasenta tertinggal disertai dengan penurunan hb menjadi 3,7 gr/dl. Transfusi tertunda oleh karena adanya inkompatibilitas dengan 20 kantung darah. Akhirnya diputuskan untuk melakukan transfusi menggunakan 1 kantung washed erithrocyte dengan major cross match threshold <3. Pada akhirnya Hb berhasil naik menjadi 6.3 g/dl dan plasenta dapat keluar secara spontan.

Pembahasan: Terjadinya abortus pada pasien ini dapat disebabkan oleh kehamilan sebelum remisi LES, maupun pengobatan untuk LES yang rutin dikonsumsi. Pada pasien LES yang mengandung, didapatkan peningkatan angka kejadian anemia. Anemia pada pasien ini membutuhkan tranfusi segera, namun karena pada pasien LES yang seringkali mengalami anemia hemolitik, tranfusi tertunda karena hasil cross test yang inkompatible. Keterbatasan biaya menyebabkan pemberian intravenous immunoglobuline tidak dapat dilakukan. Pada akhirnya, tranfusi menggunakan washed erithrocyte dengan major cross match <3 dapat menjadi alternatif pilihan.

Kesimpulan: Kehamilan dengan LES dapat sebabkan terjadinya abortus dan anemia berat, sehingga tranfusi menggunakan washed erithrocyte dapat menjadi alternatif terapi yang baik.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: anemia; inkompabilitas; kehamilan; lupus eritematosus sistemik; tranfusi darah

Article Metrics:

  1. Khairani N, Wiyati PS, A.W. Utomo. Karakteristik Kehamilan Dengan Lupus Eritematosus Sistemik di RSUP Dr. Kariadi Semarang. JKD. 2018;7(2): 1457
  2. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simabrata M, Setiati S. Buku Ajar Penyakit Dalam Jilid III. In: Interna Publishing. 2014. p. (36):3331-3419
  3. Jaya Kusuma A. Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan. J Intern Med. 2007;8(2):170–5
  4. Stojan G, Baer AN. Flares of systemic lupus erythematosus during pregnancy and the puerperium: Prevention, diagnosis and management. Expert Rev Clin Immunol. 2012;8(5):439–53
  5. Jakobsen IM, Helmig RB, Stengaard-Pedersen K. Maternal and foetal outcomes in pregnant systemic lupus erythematosus patients: An incident cohort from a stable referral population followed during 1990-2010. Scand J Rheumatol. 2015;44(5):377–84
  6. Lateef A, Petri M. Managing lupus patients during pregnancy. Best Pract Res Clin Rheumatol [Internet]. 2013;27(3):435–47. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.berh.2013.07.005
  7. Clowse MEB, Jamison M, Myers E, James AH. A national study of the complications of lupus in pregnancy. Am J Obstet Gynecol. 2008;199(2):127.e1-127.e6
  8. Lechner K, Jäger U. How I treat autoimmune hemolytic anemias in adults. Blood. 2010;116(11):1831–8
  9. Yürek S, Mayer B, Lmahallawi MA, Pruss A, Salama A. Precautions surrounding blood transfusion in autoimmune haemolytic anaemias are overestimated. Blood Transfus. 2015;13(4):616–21
  10. Branch DW, Porter TF, Belfort MA, Paidas MJ, B. Gonik. Obstetric uses of intravenous immunoglobulin: Successes, failures, and promises. J Allergy Clin Immunol. 2001;108(4):S13
  11. Salama A. Treatment options for primary autoimmune hemolityc anemia : a short comprehensive review. Transfus Med Hemother. 2015;42:294-301
  12. Barros MMO, Jr DML. Autoimmune hemolytic anemia : transfusion challenges and solutions. Int J Clin Transfus Med. 2017;5:9–18

Last update: 2021-02-26 15:04:08

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 15:04:09

No citation recorded.