Perbedaan Pengaruh Pemberian Etomidate Dan Penthotal Terhadap Agregasi Trombosit

*Noor Hadi - 
Hari Hendriarto Satoto -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Ery Leksana -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang
Published: 1 Nov 2011.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Statistics: 286
Abstract

Latar Belakang: Perdarahan perioperatif sering dijumpai dalam setiap operasi. Penggunaan obat anestesi induksi (etomidat dan pentotal) berpengaruh dalam menghambat agregasi trombosit.

Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh etomidat dan pentotal terhadap agregasi trombosit.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental pada 43 pasien yang mendapat anestesi umum. Subjek selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok, dengan kelompok I mendapatkan etomidat dosis 0,3mg/kgBB intravena, sedang kelompok II (n=20) mendapatkan penthothal dosis 5mg/kgBB intravena. Sampel darah pasien pada kedua kelompok diambil 5 menit sebelum dan 5 menit sesudah induksi. Semua spesimen dibawa ke Laboratorium Patologi Klinik untuk dilakukan pemeriksaan Tes Agregasi Trombosit dengan ADP 10, 5, dan 2 µM sebagai induktor. Uji statistik menggunakan paired t-test dan independent t-test (dengan p< 0,05 dianggap signifikan).

Hasil: ADP 10 µM merupakan induktor yang paling sensitif dalam mendeteksi hipoagregasi. Pada penggunaan ADP 10 µM sebagai induktor didapatkan perbedaan persentase agregasi maksimal trombosit yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberian etomidat maupun pentotal dengan nilai p masing-masing 0,000. Persentase agregasi trombosit pasca perlakuan pada kelompok I (66,0±8,9) berbeda bermakna dengan kelompok II (77,9±6,8), dengan nilai p 0,000. Selisih persentase agregasi trombosit sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok I (14,7±3,9) juga berbeda bermakna dengan kelompok II (3,6±3,2), dengan nilai p 0,000. Hipoagregasi ditemukan pada 14 dari 23 pasien pada kelompok I, dan 1 dari 20 pasien pada kelompok II.

Kesimpulan: Etomidat 0,3mg/kgBB intravena dan pentotal 5mg/kgBB intravena menyebabkan penurunan agregasi trombosit yang bermakna, namun penurunan agregasi trombosit pada kelompok etomidat lebih rendah secara bermakna dibandingkan pentotal, selain itu lebih banyak pasien dari kelompok etomidat yang mengalami hipoagregasi.

Keywords
etomidat; pentotal; ADP; agregasi trombosit

Article Metrics: