Perbedaan Sedasi Midazolam dan Ketamin terhadap Base Excess Pasien dengan Ventilator

*Eka Adhiany -  RSUD Nagan Raya Aceh, Indonesia
Heru Dwi Jatmiko -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Uripno Budiono -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Mar 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 552 70
Abstract

Latar belakang: Agitasi dan kecemasan sering terjadi pada pasien-pasien Intensive Care Unit (ICU). Kejadian kecemasan berkisar di atas 70% dari pasien-pasien ICU). Ini membutuhkan pemberian obat sedasi dan analgesia. Obat sedasi yang dapat digunakan antara lain midazolam dan ketamin. Kedua obat ini memiliki perbedaan dalam efek ke pembuluh darah.

Tujuan: Untuk menemukan perbedaan nilai base excess (BE) melalui analisa gas darah arteri pasien ICU yang menggunakan midazolam dibandingkan dengan ketamin sebagai sedasi.

Metode: Suatu uji klinik eksperimental yang dilakukan secara acak tersamar ganda pada pasien yang menggunakan ventilator di unit rawat intensif. Pasien (n : 28) dibagi menjadi 2 kelompok, K1 yang mendapat sedasi ketamin dan K2 mendapat midazolam. Pasien diberikan sedasi selama 24 jam dengan dosis bervariasi dengan target kedalaman sedasi pasien pada Ramsay Score 4, kemudian diperiksa nilai analisis gas darah pada jam ke-0, 6, dan 24.

Hasil: Hasil perbandingan sedasi midazolam dengan ketamin ini menunjukkan perbedaan bermakna pada nilai base excess yang menggunakan sedasi ketamin jam ke-0 dan jam ke-6 saja dengan nilai p=0,04 (p<0.05), sedangkan untuk jam ke-0 dan jam ke-24 didapatkan perbedaan yang tidak bermakna dimana p=0,55, dan untuk jam ke-6 dan jam ke-24 juga didapatkan perbedaan yang tidak bermakna dimana p=0,786.

Simpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada hasil pemeriksaan base excess darah arteri pada pasien menggunakan ventilator dalam 24 jam yang diberikan midazolam dibandingkan dengan ketamin.

Keywords
midazolam; ketamin; sedasi; analisis gas darah; base excess

Article Metrics:

  1. Gwinnut C. Lecture Notes: Clinical Anaesthesia. Edisi ke-2. Oxford: Blackwell Publishing; 2004. p 130-1
  2. Chudnofsky CR, Weber JE, Stoyanoff P.J, et all. A Combination of Midazolam and Ketamine for Procedural Sedation and Analgesia in Adult Emergency Departement Patients. Academic Emergency Medicine 1999; 7(3)
  3. Barreiro TJ, Papadakos PJ. Current Practices in Intensive Care Unit Sedation. Dalam: Hines R.L, editor. Critical Care: The Requisites in Anesthesiology. Philadelphia: Elsevier Mosby. 2005; p 123-31
  4. Hijazi Y, Bodonian C, Bolon M, et all. Pharmacokinetics and haemodynamics of ketamine in intensive care patients with brain or spinal cord injury. Br. J. Anesth. 2003; 90(2)
  5. Tobias JD, Martin LD, Wetzel RG. Ketamine by continuous infusion for sedation in the pediatric intensive care unit. Crit.Care.Med. 1990; 18:819 – 20
  6. Oliver WC Jr, Nuttall GA, Murari T, Bauer LK, Johnsrud KH, Hall Long KJ, Orszulak TA, Schaff HV, Hanson AC, Schroeder DR, Ereth MH, Abel MD.A prospective, randomized, double-blind trial of 3 regimens for sedation and analgesia after cardiac surgery.J Cardiothorac Vasc Anesth. 2011;25(1):110-9
  7. Elamin EM, Drew D.Is ketamine the right agent for mechanically ventilated patients?. Chest 2007; 132: 574S