PERBAIKAN KUALITAS MENGGUNAKAN PRINSIP KAIZEN DAN 5 WHY ANALYSIS: STUDI KASUS PADA PAINTING SHOP KARAWANG PLANT 1, PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA

*Arga Adyatama  -  Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Naniek Utami Handayani  -  Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 30 Nov 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Case Studies
Language: ID
Statistics: 1503 6063
Abstract

Kualitas merupakan salah satu faktor penting penentu keberhasilan suatu perusahaan dalam menguasai persaingan. Pada Painting Shop Karawang Plant 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, kualitas diukur melalui OK Ratio, yaitu perbandingan antara jumlah unit yang sesuai standar dengan total unit yang diproduksi. Pada tahun 2017, OK Ratio Painting Shop belum mencapai target. Salah satu defect yang berkontribusi besar terhadap OK Ratio adalah dust seed yang terjadi pada area front door opening. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Kaizen melalui siklus PDCA dengan menggunakan seven tools of quality dan 5 why analysis. Diketahui bahwa terdapat tiga akar penyebab defect dust seed: tidak terdapat downflow pada area moisture sanding, jig yang digunakan masih kotor akibat pencucian yang tidak efektif dan jig digunakan secara berulang tanpa dibersihkan. Dengan melakukan perbaikan sesuai dengan akar permasalahan yang telah ditemukan, didapatkan hasil reject dust seed pada area front door opening berkurang sebanyak 35.29% dan proses repair touch up 2K berkurang sebesar 53.6%. Ditetapkan standar untuk mendukung berjalannya perbaikan yang dilakukan, yaitu standar kerja proses airblow jig pada area jig handling untuk memastikan jig yang akan dipakai bebas kontaminan, standar kerja proses vacuum cleaning untuk memastikan unit bersih dari kontaminan sebelum memasuki spray booth, serta standar perawatan dust catcher.

Keywords: pengendalian kualitas; Kaizen; 5 why analysis

Article Metrics: