PENGEMBANGAN PERSAMAAN VO2 MAX DAN EVALUASI HR MAX (STUDI AWAL PADA PEKERJA PRIA)

*Purnawan Adi Wicaksono  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Adeka Sangtraga  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Published: 31 Oct 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1068 4020
Abstract

Kapasitas fisik maksimum seseorang direpresentasikan dengan nilai konsumsi oksigen maksimum (VO2 Max) dan denyut nadi maksimum (HR Max) yang memberikan suatu informasi batasan kemampuan fisik maksimum seseorang dalam melakukan pekerjaan. Penelitian kali ini mempunyai tujuan untuk mencari nilai VO2 Max pekerja pria Indonesia untuk nantinya akan dikembangkan suatu persamaan prediksi VO2 Max yang didekati dengan hubungan linier antara denyut nadi (Heart Rate) seperti yang dilakukan Astrand (2003), tinggi badan (Chatterjee et al, 2006), berat badan (Akalan et al, 2008), usia (Magrani et al, 2009) dan mengevaluasi persamaan HR Max manakah yang dapat diaplikasikan untuk mendekati nilai denyut nadi maksimum pekerja Indonesia. Responden dalam penelitian kali ini adalah 12  pekerja industri pria yang diambil dari beberapa industri di Depok dan sekitarnya. Kriteria responden yang berpartisipasi dalam penelitian kali ini adalah: berusia 20-40 tahun, bukan perokok baik aktif maupun pasif, sehat , tidak mengkonsumsi makanan, kafein, alkohol minimal 2 jam sebelum eksperimen (Balderrama et. al, 2007).Eksperimen yang dilakukan menggunakan metode maximal test dengan protokol treadmill. Adapun peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat pengukur kondisi fisiologi Fitmate MED (COSMED srl-Italy) terdiri dari Heart Rate Transmitter, Heart Rate Receiver, V mask (Hans Rudolph Inc),dan treadmill SportArt@60.  Eksperimen dilakukan menjadi dua bagian, yaitu istirahat dan tahap bekerja.Aktivitas istirahat terdiri dari tidur selama 20 menit, duduk selama 20 menit dan berdiri selama 10 menit. Eksperimen tahap kedua yaitu tahap kerja yang terdiri dari latihan selama 5 menit. Responden dipersilakan beristirahat selama 15 menit, setelah itu responden melaksanakan maximal test detik hingga responden merasa tidak sanggup lagi melanjutkan eksperimen. Hasil penelitian model prediksi VO2 max untuk pekerja industri pria mempunyai nilai 2,78 ± 0,5 liter/menit dan dengan regresi linier berganda memberikan hasil persamaan sebagai berikut :VO2 Max = 3,996 - 0,046 usia. Sedangkan untuk evaluasi persamaan HR Max memberikan hasil bahwa persamaan terpilih yang memprediksi nilai HR Max pekerja industri pria Indonesia lebih baik adalah persamaan Tanaka et al. (2001). Penelitian memberikan hasil lain yaitu mencoba untuk mengembangkan persamaan HR Max untuk pekerja industri pria Indonesia. Dengan menggunakan regresi linier berganda memberikan hasil persamaan sebagai berikut: HR Max = 202,71 – 0,541 usia. VO2 Max dan HR Max yang dikaji dapat dijadikan sebagai referensi kriteria justifikasi kemampuan maksimum seseorang sehingga dapat dijadikan sebagai dasar perancangan sistem kerja agar beban kerja yang diterima pekerja tidak melebihi kapasitas maksimumnya. Penelitian yang mengembangkan persamaan prediksi VO2 Max dan evaluasi persamaan HR Max di Indonesia masih terbatas, sehingga dirasa perlu untuk mengembangkan persamaan prediksi VO2 Max dan evaluasi HR Max karena manfaatnya besar bagi dunia industri.. Dalam dunia pendidikan, penelitian kali ini dapat dijadikan sebagai studi awal yang dapat dikembangkan untuk penelitian – penelitian selanjutnya.

Kata Kunci : VO2 max, kapasitas aerobik,kapasitas fisik maksimum, model prediksi, evaluasi HR Max

 

Abstract

Maximum physical capacity of a person represented by the maximum oxygen consumption (VO2 Max) and the maximum pulse rate (HR Max) which gives a maximum of information limits a person's physical ability to do the job. The current study has the objective to find the value of VO2 Max Indonesia for male workers will be developed a prediction equation VO2 Max is approximated by a linear relationship between pulse rate (Heart Rate) as that of Astrand (2003), height (Chatterjee et al, 2006 ), weight (deceivingly et al, 2008), age (Magrani et al, 2009) and evaluate HR Max Which equation can be applied to approximate the value of the maximum pulse rate of Indonesian workers. Respondents in the study was 12 male industrial workers drawn from several industries in Depok and surrounding areas. Criteria of respondents who participated in this study were: age 20-40 years, instead of both active and passive smokers, healthy, not eating food, caffeine, alcohol at least 2 hours before the experiment (Balderrama et. Al, 2007). Experiments were performed using the method of maximal treadmill test protocol. The equipment used is a set of gauges Fitmate MED physiological conditions (COSMED srl, Italy) consists of Transmitter Heart Rate, Heart Rate Receiver, V mask (Hans Rudolph Inc.), and treadmill SportArt @ 60. Experiments conducted in two parts, namely a break and rest bekerja.Aktivitas stage of sleep for 20 minutes, sitting for 20 minutes and stand for 10 minutes. Experimental stage of labor second stage consists of exercises for 5 minutes. Respondents are welcome to rest for 15 minutes, after which the second respondent to carry out maximal test respondents were no longer able to continue the experiment. The results of predictive models VO2 max for male industrial workers had a value of 2.78 ± 0.5 liters / min and a linear regression gives the following equation: VO2 Max = 3.996 to 0.046 age. As for the evaluation of Max HR equation gives the result that the selected equation that predicts the value of HR Max Indonesia male industrial workers better is the equation Tanaka et al. (2001). Other research results that is trying to develop equations Max HR for male industrial workers of Indonesia. By using multiple linear regression gives the following equation: HR Max = 202.71 to 0.541 age. VO2 Max and Max HR studied can be used as reference criteria for justification of one's maximum ability that can be used as the basis for the design of work systems in order to receive workers' workload does not exceed its maximum capacity. Research to develop predictive equations VO2 Max and Max HR evaluation equation in Indonesia is still limited, so it is necessary to develop a predictive equation VO2 Max and Max HR evaluation because of its benefits to the industry .. In education, this study can serve as a preliminary study can be developed for research - for further research

Keywords: VO2 max, aerobic capacity, physical capacity maximum, the model predictions, evaluations Max HR

Article Metrics: