PERANCANGAN COMPUTER AIDED SYSTEM DALAM MENGANALISA HUMAN ERROR DI PERKERETAAPIAN INDONESIA

*Wiwik Budiawan -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia
Hardianto Iridiastadi -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia
Published: 13 Jun 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 464 319
Abstract

Kecelakaan kereta api (KA) yang terjadi secara beruntun di Indonesia sudah berada pada tingkat kritis. Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Perkeretaapian, dalam kurun 5 tahun terakhir (2005-2009) total terdapat 611 kecelakaan KA.  Banyak faktor yang berkontribusi menyebabkan terjadinya kecelakaan, antara lain: sarana, prasarana, SDM operator (human error), eksternal, dan alam.  Kegagalan manusia (Human error) merupakan salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan KA dan dinyatakan sebagai faktor utama penyebab terjadinya suatu kecelakaan kereta api di Indonesia. Namun, tidak jelas bagaimana teknik analisis ini dilakukan. Kajian human error yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih relatif terbatas, tidak dilengkapi dengan metode yang sistematis. Terdapat beberapa metode yang telah dikembangkan saat ini, tetapi untuk moda transportasi kereta api masih belum banyak dikembangkan. Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) merupakan metode analisis human error yang dikembangkan dan disesuaikan dengan sistem perkeretaapian Indonesia. Guna meningkatkan keandalan dalam analisis human error, HFACS kemudian dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis web yang dapat diakses di komputer maupun smartphone. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh KNKT sebagai metode analisis kecelakaan kereta api khususnya terkait dengan human error.

Kata kunci : human error, HFACS, CAS, kereta api

 

Abstract

Train wreck (KA) which occurred in quick succession in Indonesia already at a critical level. Based on data from the Directorate General of Railways, during the last 5 years (2005-2009) there were a total of 611 railway accidents. Many factors contribute to cause accidents, such as: facilities, infrastructure, human operator (human error), external, and natural. Human failure (Human error) is one of the factors that could potentially cause a train accident and expressed as the main factors causing the occurrence of a train crash in Indonesia. However, it is not clear how this analysis technique is done. Studies of human error made ​​National Transportation Safety Committee (NTSC) is still relatively limited, is not equipped with a systematic method. There are several methods that have been developed at this time, but for railway transportation is not widely developed. Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) is a human error analysis method were developed and adapted to the Indonesian railway system. To improve the reliability of the analysis of human error, HFACS then developed in the form of web-based applications that can be accessed on a computer or smartphone. The results could be used by the NTSC as railway accident analysis methods particularly associated with human error.

Keywords: human error, HFACS, CAS, railways

Article Metrics: