BibTex Citation Data :
@article{J@TI83695, author = {Maret Situmorang and Hery Irwan}, title = {PENINGKATAN KUALITAS FLANGE MANAGEMENT SYSTEM PIPING MENGGUNAKAN PENDEKATAN DMAIC-FMEA UNTUK MENURUNKAN TINGKAT REWORK DI PERUSAHAAN INDUSTRI MINYAK DAN GAS}, journal = {J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri}, volume = {21}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {DMAIC; FMEA; manajemen flange; industri minyak dan gas; rework}, abstract = { Industri minyak dan gas dihadapkan pada tantangan kualitas pada sistem manajemen flange piping, di mana tingkat rework yang tinggi menyebabkan pemborosan waktu dan biaya operasional yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab utama rework pada proses pemasangan flange, menganalisis mode kegagalan, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas proses. Pendekatan yang digunakan adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang diintegrasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Tahap Define mengidentifikasi problem statement dan CTQ; tahap Measure mengukur baseline kapabilitas proses dengan nilai Sigma 2,87; tahap Analyze mengidentifikasi tiga mode kegagalan utama: misalignment flange (RPN=392), torsi baut tidak sesuai (RPN=336), dan gasket tidak terpasang benar (RPN=280). Tahap Improve merancang poka-yoke berupa checklist digital dan prosedur torque wrench terstandarisasi. Setelah implementasi, tingkat rework turun dari 18,6% menjadi 3,9% dan Sigma meningkat menjadi 3,87. Integrasi DMAIC-FMEA terbukti efektif menurunkan defect pada proses flange management di industri minyak dan gas. }, issn = {2502-1516}, pages = {170--182} doi = {10.14710/jati.21.2.170-182}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/view/83695} }
Refworks Citation Data :
Industri minyak dan gas dihadapkan pada tantangan kualitas pada sistem manajemen flange piping, di mana tingkat rework yang tinggi menyebabkan pemborosan waktu dan biaya operasional yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab utama rework pada proses pemasangan flange, menganalisis mode kegagalan, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas proses. Pendekatan yang digunakan adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang diintegrasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Tahap Define mengidentifikasi problem statement dan CTQ; tahap Measure mengukur baseline kapabilitas proses dengan nilai Sigma 2,87; tahap Analyze mengidentifikasi tiga mode kegagalan utama: misalignment flange (RPN=392), torsi baut tidak sesuai (RPN=336), dan gasket tidak terpasang benar (RPN=280). Tahap Improve merancang poka-yoke berupa checklist digital dan prosedur torque wrench terstandarisasi. Setelah implementasi, tingkat rework turun dari 18,6% menjadi 3,9% dan Sigma meningkat menjadi 3,87. Integrasi DMAIC-FMEA terbukti efektif menurunkan defect pada proses flange management di industri minyak dan gas.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-06 20:43:35
Penulis yang mempublikasikan artikel pada jurnal J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri ini setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
View statistics of J@ti Undip:
Articles in J@ti Undip are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License