Eco-Development Menuju MDGs 2015

*Tri Mulyani -  , Indonesia
Fenita Sari -  , Indonesia
Nissa Noor A. -  , Indonesia
Published: 30 Sep 2011.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 280 781
Abstract
Salah satu gas konstribusi terbesar efek rumah kaca adalah metana (CH4). Gas metana adalah gas yang dihasilkan dari perombakan anaerobik senyawa-senyawa organik. Gas ini dihasilkan dari limbah-limbah manusia sendiri. Tinja manusia juga merupakan salah satu bahan yang menyumbang produksi gas metana. Maka dari itu tinja manusia perlu didaur ulang agar dapat mengurangi risiko pemanasan global. Selain itu, lingkungan pun dapat terjaga karena tidak ada lagi pencemaran lingkungan yang disebabkan tinja manusia. Program ini juga ditujukan guna mendukung Copenhagen Accord dan MDGs yang memiliki target untuk mengurangi pemanasan global dan kelestarian lingkungan. Prinsip kerja pembentukan biogas adalah pengumpulan feses baik feses dari ternak maupun feses manusia. Kotoran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam suatu tangki kedap udara (digester). Di dalam digester kotoran dicerna dan difermentasi oleh bakteri yang menghasilkan gas metana serta gas-gas lain. Gas yang timbul dari proses ini di tampung di dalam digester. Penumpukan produksi gas akan menimbulkan tekanan sehingga dapat disalurkan ke rumah dengan pipa. Dalam hal ini solusi yang akan ditawarkan adalah program untuk pengembangan perumahan secara komunal yaitu dengan cara membuat septic tank komunal. Sejumlah rumah yang memiliki toilet dapat menyalurkan tinja bersama-sama ke septic tank komunal tersebut sebagai penampungan umum. Seperti kita ketahui, jarak rumah pada perumahan-perumahan di Indonesia sangat berdekatan. Oleh karena itu septic tank di perumahan sebaiknya dibuat menjadi komunal. Baik perumahan sederhana maupun perumahan mewah

Article Metrics: