“Sekar Melati” (Sekolah Karakter Berbasis Moral dan Kreativitas) Pada Anak Sebagai Upaya Meminimalisasi Penyebaran HIV / AIDS di Resosialisasi Gambilangu Semarang

*Tuti Yuniatun -  , Indonesia
Endang Sri Utami -  , Indonesia
Lisanti - -  , Indonesia
Published: 10 Apr 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 418 2402
Abstract

Prostitusi di Indonesia merupakan kasus yang sudah merajalela di kalangan masyarakat. Bahkan, ada sebagian dari masyarakat yang menjadikan prostitusi sebagai pekerjaan mereka. Berdasarkan data yang dihimpun oleh sebuah LSM bekerjasama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2008-2009, dari 40 ribu sampai 70 ribu pelacuran atau prostitusi di Indonesia, sekitar 30% melibatkan anak-anak di bawah umur (usia 18 tahun ke bawah) (Muhammad, 2011). Dampak yang ditimbulkan dari kasus prostitusi dapat dirasakan oleh pelaku prostitusi itu sendiri, masyarakat serta anak-anak yang tinggal di daerah prostitusi. Maraknya kasus prostitusi di Indonesia khususnya di Semarang menyebabkan penyebaran penyakit HIV/AIDS. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengestimasi populasi risiko tinggi tertular HIV di Kota Semarang hingga Juli 2012 ini mencapai 103.783 orang. Hal tersebut mendasari penulis untuk mendirikan sekolah informal “Sekar Melati”. Sekolah ini bertujuan untuk mendidik karakter, moral serta kreativitas pada anak-anak di daerah Resosialisasi Gambilangu sehingga dapat mengurangi jumlah pelaku prostitusi di masa mendatang. Hal ini diharapkan mampu meminimalisasi penyebaran penyakit HIV/AIDS

Article Metrics: