Wisata “Maron Five” Sebuah Wisata Dengan Konsep Hutan Bakau

*Fitri Khoiriyah Parinduri -  , Indonesia
Lirih Setyorini -  , Indonesia
Rismawati - -  , Indonesia
Published: 10 Apr 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 729 483
Abstract
Pantai Maron Kota Semarang selama tiga tahun terakhir tergerus 80 meter oleh abrasi, tanpa upaya pencegahan serius kondisi kerusakan wilayah pesisir  ibukota Provinsi Jawa Tengah itu akan semakin parah. Sebagai kota pesisir, Kota Semarang terbilang hampir tidak memiliki wisata pantai yang memadai dan layak untuk dijadikan destinasi liburan.  Pentingnya pariwisata sebagai wahana untuk membuka lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Asia Pasifik. Oleh karena itu, sektor pariwisata menempati urutan ketiga, setelah industri automotif dan perbankan, dan menghasilkan devisa yang penting. Pantai Maron merupakan satu-satunya pantai di Semarang yang belum tersentuh tangan investor. Kondisi pantai Maron yang sangat rusak karena tingginya abrasi pantai, lokasi tersebut masih menjadi tempat tujuan untuk berwisata karena kurang adanya lokasi wisata pantai yang masih alami dan memadai. Kami memiliki inovasi strategis untuk mengatasi masalah Pantai Maron. “Maroon Five” yaitu sebuah kawasan wisata dengan konsep wisata hutan bakau lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung. Seperti kantin sehat khas Semarang, kafe apung, taman bunga apung, pembibitan mangrove. Selain itu, untuk menuju pariwisata modern dalam menghadapi MEA Maron Five juga dilengkapi dengan pengolahan limbah terpadu yang terstandarisasi internasional.

Article Metrics: