Analisis Spasial Kejadian Diare dengan Keberadaan Sumur Gali di Kelurahan Jabungan Kota Semarang

*Hanan Lanang Dangiran  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Yudhy Dharmawan  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 22 Oct 2019; Revised: 21 Jan 2020; Accepted: 7 Feb 2020; Published: 1 Apr 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.68-75 View
CTA
Subject
Type Copyrigh Transfer Agreement
  Download (1MB)    Indexing metadata
Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Sumur gali adalah salah satu sarana penyedia air bersih yang digunakan oleh masyarakat Kelurahan Jabungan. Dari 31 sumur, terdapat 16 warga yang menggunakan untuk keperluan air minum. Pada tahun 2017 dilakukan pemeriksaan kualitas total coliform air sumur pada 3 sampel dengan hasil masing-masing >300CFU/100ml yang menunjukkan bahwa sampel tersebut tidak layak untuk digunakan sebagai air bersih dan air minum. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara spasial kejadian diare dengan keberadaan sumur gali di Kelurahan Jabungan Kota Semarang.

Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan populasi yaitu seluruh sumur gali dan masyarakat yang terkena diare yang berjumlah 31 sumur dan 20 warga. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode total sampling. Data diperoleh dari hasil survei, pengukuran dan sampling yang kemudian dianalisis secara spasial dengan pendekatan overlay.

Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan hasil yaitu terdapat 87,1% sumur dengan total coliform >50 CFU/100 ml, 87,1% sumur yang jarak dengan jamban <11meter dan 87,1% sumur yang berjarak dengan septictank <11meter. Hasil analisis overlay menunjukkan adanya keterkaitan antara kejadian diare dengan kondisi bakteriologis sumue gai dan jarak sumur gali dengan sumber pencemar, dimana kondisi sumur gali yang kualitas bakteriologis dan jaraknya dengan sumber pencemar tidak memenuhi syarat maka dapat meningkatkan peluang terjadinya kasus diare di rumah dengan kondisi sumur gali tersebut.

Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebaran kejadian diare di Kelurahan Jabungan banyak ditemukan pada rumah yang memiliki sumur gali dengan kualitas bakteriologis air yang tidak memenuhi persyaratan yaitu >50 CFU / 100 ml sampel dan jarak dengan jamban dan/atau septictank <11 meter.

 

ABSTRACT

Title:  Spatial Analysis of Diarrhea with Quality of Well Water in Jabungan, Semarang City

 

Background: Dug wells are one of the clean water supply facilities used by the Jabungan Sub-district community. Of the 31 wells, 16 residents are needed to use it for drinking water. In 2017 an examination of total well water quality in 3 samples with results of> 300CFU / 100 ml each indicated that the samples were not suitable for use as clean water and drinking water. This study discusses the spatial analysis of diarrhea events by digging wells in Jabungan Sub-district, Semarang.

Method: This type of research is observational with a population of all wells and people who spend diarrhea that requires 31 wells and 20 residents. Determination of the number of samples using the total sampling method. Data obtained from the results of surveys, measurements and sampling are then spatially analyzed by obtaining overlays.

Results: In this study the results obtained were about 87.1% of wells with a total coliform> 50 CFU / 100 ml, 87.1% of wells with a distance of <11 meters and 87.1% of wells needed with septic tank <11 meters. The results of the overlay analysis show a link between the incidence of diarrhea with the bacteriological condition of the sumai and the distance of the dug well to the source of the pollutant, where the condition of the dug well with bacteriological quality and the distance from the source of the pollutant are needed to ensure this.

Conclusion: This study concludes that the distribution of diarrhea in Jabungan Sub-district is found in homes that have dug wells with water bacteriological quality that do not meet the requirements of> 50 CFU / 100 ml sample and distance from latrines and / or septic tank <11 meters.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Diare; Sumur Gali; Kelurahan Jabungan

Article Metrics:

  1. Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta; 2018
  2. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2016. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta; 2016
  3. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Profil Kesehatan Kota Semarang 2018. Semarang; 2018
  4. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Semarang; 2017
  5. World Health Organization. Making a Difference : Indicators to Improve Children’s Environmental Health. Perancis; 2003
  6. Boamah VE, Gbedema SY, Adu F, Ofori-Kwakye K. Microbial quality of household water sources and incidence of Diarrhoea in three Peri-Urban communities in Kumasi, Ghana. J Pharm Sci Res. 2011;3(3):1087–92
  7. Ananth M, Rajesh R, Amjith R, Achu AL, Valamparampil MJ, Harikrishnan M, et al. Contamination of Household Open Wells in an Urban Area of Trivandrum, Kerala State, India: A Spatial Analysis of Health Risk Using Geographic Information System. Environ Health Insights. 2018;12:1–9
  8. Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus per Aqua, dan Pemandian Umum. Jakarta; 2017
  9. Toure A, Wenbiao D, Keita Z, Dembele A, Elzaki EEA. Drinking water quality and risk for human health in Pelengana commune , Segou , Mali. J Water Health. 2019;17(4):609–21
  10. Tryland I, Eregno FE, Braathen H, Khalaf G, Sjølander I. On-Line Monitoring of Escherichia coli in Raw Water at Oset Drinking Water Treatment Plant, Oslo (Norway ). 2015;1788–802
  11. Sapulette JR, Talarima B, Souisa GV. Gambaran Konstruksi Sumur Gali dan Jarak Septic Tank terhadap Kandungan Bakteri E. Coli pada Sumur Gali. 2-TRIK Tunas-Tunas Ris Kesehat. 2018;8(1):20–8
  12. Nazar H, Kasry A, Saam Z. Perumahan Sederhana di Kota Pekanbaru (Kasus di Kecamatan Tampan). J Ilmu Lingkung. 2010;1(4):63–80
  13. Zulkifli A, Rahmat KB, Ruhban A. Analisis Hubungan Kualitas Air Minum dan Kejadian Diare di Wawondula sebagai Wilayah Pemberdayaan PT. Vale Sorowako. :50–8
  14. Richards S, Paterson E, Withers PJA, Stutter M. Septic tank discharges as multi-pollutant hotspots in catchments. Sci Total Environ. 2016;542:854–63
  15. Withers PJ, Jordan P, May L, Jarvie HP, Deal NE. Do septic tank systems pose a hidden threat to water quality?. Frontiers in Ecology and the Environment. 2013 p. 123–30
  16. Badan Standardisasi Nasional. SNI 03-2916-1992. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional; 1992
  17. Deby P, Andarani P, Sudarno. Pengaruh sistem pengelolaan air limbah domestik terhadap kualitas air sumur ditinjau dari konsentrasi TDS, nitrat, klorida, COD dan total coliform (studi kasus : Rt 03, Rw 01, Kelurahan Kramas, Kecamatan tembalang). J Tek Lingkung. 2016;5(1):1–10
  18. Simanullang TH, Nanda M. Hubungan konstruksi sumur gali dan kandungan coliform pada air sumur terhadap kejadian diare di Desa Ujung Teran Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat tahun 2015. JUMANTIK. 2018;3(1):16–28
  19. Muchlis, Thamrin, Siregar SH. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Bakteri Escherichia coli pada Sumur Gali Penderita Diare di Kelurahan Sidomulyo Barat Kota Pekanbaru. Din Lingkung Indones. 2017;4(1):18–28
  20. Sari SYI, Sunjaya DK, Shimizu-furusawa H, Watanabe C, Raksanagara AS. Water Sources Quality in Urban Slum Settlement along the Contaminated River Basin in Indonesia : Application of Quantitative Microbial Risk Assessment. 2018;2018:1–7

Last update: 2021-03-02 14:59:44

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 14:59:44

No citation recorded.