skip to main content

Potensi Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) Sebagai Biolarvasida Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti

Program Studi Pascasarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Jl. Kalimantan No.37, Krajan Timur, Sumbersari, Kec. Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68121, Indonesia

Open Access Copyright 2024 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

 Latar Belakang: Nyamuk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terutama di wilayah iklim tropis seperti Indonesia. Salah satu spesies nyamuk yang menjadi vektor penyakit adalah nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan larvasida kimia sebagai upaya pengendalian larva dapat meninggalkan residu dan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan efek toksik ekstrak dan fraksi daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai biolarvasida pada larva nyamuk Aedes aegypti.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Data penelitian diolah menggunakan aplikasi SPSS, analisis data menggunakan ANOVA dilanjut uji Duncan. Tahapan penelitian dimulai dengan pembuatan ekstrak dan fraksi menggunakan pelarut methanol, n-heksana dan etil asetat dilanjutkan dengan pembuatan konsentrasi 500ppm, 1000ppm, 2000ppm, 3000ppm, 4000ppm. Uji larvasida dilakukan dengan menggunakan 20 ekor larva nyamuk Aedes aegypti dengan 3 kali pengulangan kemudian menghitung jumlah larva yang mati setelah 24jam pada setiap perlakuan

Hasil: Variabel dependen pelarut ekstrak dan fraksi daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus)  menunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 nilai ini menunjukkan bahwa pelarut yang digunakan memiliki pengaruh signifikan terhadap kematian larva Aedes aegypti..Berdasarkan uji Duncan menunjukkan ekstrak methanol daun kumis kucing memiliki efektivitas paling tinggi terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti.

Simpulan: Daun kumis kucing memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai biolarvasida pada larva nyamuk Aedes aegypti. Efektivitas larvasida tertinggi secara berurutan ditemukan pada ekstrak methanol, fraksi etil asetat, fraksi n-heksana.

 

ABSTRACT

Title: Potential of Cat's Whisker Leaves (Orthosiphon aristatus) as Biolarvicidal Against Aedes aegypti Mosquito Larvae

Background: Mosquitoes are a public health problem, especially in tropical climates such as Indonesia. One of the mosquito species that is a vector of disease is the Aedes aegypti mosquito. The use of chemical larvicides as an effort to control larvae can leave residues and resistance. This study aims to determine the potential and toxic effects of extracts and fractions of cat's whiskers (Orthosiphon aristatus) leaves as biolarvicides on Aedes aegypti mosquito larvae.

Methods: This research is a true experimental study with a RAL research design. The research was conducted in March-May 2023. Research data was processed using the SPSS application, data analysis used ANOVA followed by the Duncan test. The stages of the research began with the preparation of extracts and fractions using methanol, n-hexane and ethyl acetate solvents followed by making concentrations of 500ppm, 1000ppm, 2000ppm, 3000ppm, 4000ppm. The larvicidal test was carried out using 20 Aedes aegypti mosquito larvae with 3 repetitions and then counting the number of dead larvae after 24 hours in each treatment.

Result: The solvent dependent variable of the extract and fraction of the cat’s whiskers leaves (Orthosiphon aristatus) showed a significance value of 0.00 <0.05. This value indicated that the solvent used had a significant effect on the mortality of Aedes aegypti larvae. Based on Duncan's test, the methanol extract of Kumis Kucing leaves had a significant the highest effectiveness against the death of Aedes aegypti mosquito larvae..

Conclusion: Cat's whiskers leaves have the potential to be used as a biolarvicidal in Aedes aegypti mosquito larvae. The highest larvicidal effectiveness was sequentially found in methanol extract, ethyl acetate fraction, n-hexane fraction

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
Research Protocol
Subject
Type Other
  Download (278KB)    Indexing metadata
 Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (1MB)    Indexing metadata
 ES
Etichal Statement
Subject
Type ES
  Download (649KB)    Indexing metadata
 CTA
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (402KB)    Indexing metadata
Keywords: Daun kumis kucing; Larvasida; Aedes aegypti

Article Metrics:

  1. Suprobowati OD. Aromatherapy Candle Made of Lime Leaves (Citrus Hystrix) for Mosquito Repellent (Aedes Aegypti). Int J Sci Res [Internet]. 2018;7(6):474–6
  2. Ernayasih, Shalihat M, Srisantyorini T, Fauziah M. Environmental Occupational Health and Safety Journal Studi Literature Hubungan Variasi Iklim (Curah Hujan, Suhu Udara Dan Kelembaban Udara) Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia Tahun 2007-2020. Environ Occup Heal Saf J •. 2021;2(1):35–48
  3. Ikawati B. Aspek Kekinian tentang Penelitian Demam Berdarah Dengue di Pulau Jawa dan Sekitarnya New Aspect about Research of Dengue Haemorrhagic Fever in Java Island and surrounding areas. Balaba. 2018;14:85–94. https://doi.org/10.22435/blb.v14i1.303
  4. Wahyuni D, Kurniawan A, Putri LY. Physical Test And Lethal Concentration 95 (LC95) Assay Of Kaffir Lime Skin Granule Estract (Citrus Hystrix Dc.) on Aedes aegypti Mosquito Larvae as a New Candidate Bioinsecticides. Plant Cell Biotechnol Mol Biol. 2021;22(31 & 32):57–64
  5. Martini M, Hestiningsih R, Widjanarko B, Purwantisari S. Resistance of Aedes as a Vectors Potential for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Semarang City, Indonesia. J Trop Life Sci. 2019;9(1):89–94. https://doi.org/10.11594/jtls.09.01.12
  6. Ekayani M, Juliantoni Y, Hakim A. Uji efektivitas larvasida dan evaluasi sifat fisik sediaan losion anti nyamuk ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap nyamuk aedes aegypti. J Inov Penelit [Internet]. 2021;2(4):1261–70
  7. Surahmaida S, Umarudin U, Junairiah J. Senyawa Bioaktif Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus). J Kim Ris. 2019;4(1):81. https://doi.org/10.20473/jkr.v4i1.13176
  8. Wahyuni D. Toksisitas Ekstrak Tanaman Sebagai Dasar Biopeptisida Baru Pembasmi Larva Nyamuk Ades Aegepty (Ekstrak Dauan Sirih, Ekstrak Daun Biji Pepaya, dan Ekstrak Biji Srikaya) Berdasar Hasil Penelitian. Media Nusa Creative. Gresik: Media Nusa Creative; 2016. 1–50 p
  9. Surahmaida S, Umarudin U. Studi Fitokimia Ekstrak Daun Kemangi Dan Daun Kumis Kucing Menggunakan Pelarut Metanol. Indones Chem Appl J. 2019;3(1):1–6. https://doi.org/10.26740/icaj.v3n1.p1-6
  10. Swantara IMD, Rita WS, Suardhyana IMA. Toksisitas Senyawa Flavonoid Dari Ekstrak Etanol Daun Dewandaru (Eugenia uniflora Linn.) Sebagai Skrining Awal Antikanker. J Kim. 2016;10(2):181–9. https://doi.org/10.24843/JCHEM.2016.v10.i02.p03
  11. Ningsih NF, Ratnasari E, Faizah U. Pengaruh Ekstrak Daun Kumis Kucing ( Orthosiphon aristatus ) terhadap Mortalitas Hama Wereng Coklat ( Nilaparvata lugens ) The Effect of Leaves Extract of Java Tea Orthosiphon aristatus on the Mortality of Nilaparvata lugens. Fak Mat dan Ilmu Pengetah. 2014;5(1):15–9
  12. Surahmaida S. Potensi Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) Sebagai Pestisida Nabati Terhadap Lalat Rumah (Musca domestica). J Kesehat Lingkung Indones. 2022;21(2):194–9. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.194-199
  13. Ikhtiar M, Patimah S, Rasyidi NF, Yusriani Y, Hidayat H. Efektivitas Larutan Bawang Putih dalam Pengendalian Larva Aedes Agypti. Media Kesehat Masy Indones. 2019;15(3):264. https://doi.org/10.30597/mkmi.v15i3.6686
  14. Hartati, Syamsuddin B, Karim H. Pengaruh Jenis Pelarut terhadap Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Klika Kayu Jawa ( Lannea coromendelica ) Effect of the type of solvent on Contents of Secondary Metabolite Compounds of Kayu Jawa Klika ( Lannea coromendelica ). J Sainsmat. 2019;VIII(2):19–27. https://doi.org/10.35580/sainsmat82107162019
  15. Gnankiné O, Bassolé ILHN. Essential oils as an alternative to pyrethroids’ resistance against anopheles species complex giles (Diptera: Culicidae). Molecules. 2017;22(10):1–23. https://doi.org/10.3390/molecules22101321
  16. Riskiana C, Vifta R. Kajian Pengaruh Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Alga Coklat Genus Sargassum dengan Metode DPPH. J Holistics Heal Sci [Internet]. 2021;3(2):201–13. https://doi.org/10.35473/jhhs.v3i2.80
  17. Faramayuda F, Riyanti S, Pratiwi AS, Mariani TS, Elfahmi E, Sukrasno S. Isolasi Sinensetin dari Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Blume miq.) Varietas Putih. JPSCR J Pharm Sci Clin Res. 2021;6(2):111. https://doi.org/10.20961/jpscr.v6i2.48084
  18. Silalahi M. Orthosiphon stamineus Benth (Uses and Bioactivities). Indones J Sci Educ. 2019;3(1):26. https://doi.org/10.31002/ijose.v3i1.729
  19. Lidya Simanjuntak, Chairina Sinaga, Fatimah. Ekstraksi Pigmen Antosianin Dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). J Tek Kim USU. 2014;3(2):25–9. https://doi.org/10.32734/jtk.v3i2.1502
  20. Lija Oktya Artanti, Janugraheni Prasetya Ningrum FS. Pengaruh Jenis Pelarut Pada Ekstraksi Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Terhadap Kadar Kalium. Pharm J Islam Pharm. 2019;3(1):1–5. https://doi.org/10.21111/pharmasipha.v3i1.3292
  21. Putri FE, Diharmi A, Karnila R. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. J Teknol DAN Ind Pertan Indones. 2023;15(02):41–6. https://doi.org/10.17969/jtipi.v15i1.23318
  22. Agustina W, Nurhamidah, Handayani D. Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Beberapa Fraksi dari Kulit Bantang Jarak (Ricinus communis L.). J Pendidik dan Ilmu Kim. 2017;1(2):117–22
  23. Martha E. Analisis Efektifitas Penghambat Pertumbuhan Lava Aedes Aegypti Dengan Menggunakan Carica Papaya Linnaeus. J Ind Kreat. 2019;3(1):21. https://doi.org/10.36352/jik.v3i1.168
  24. NI’mah T, Oktarina R, Mahdalena V, Asyati D. Potensi Ekstrak Biji Duku (Lansium domesticum Corr) terhadap Aedes aegypti. Bul Penelit Kesehat. 2015;43(2):131–6. https://doi.org/10.22435/bpk.v43i2.4147.131-136
  25. Marini, Ni T, Mahdalena V, Komariah RH, Sitorus H. Potensi Ekstrak Daun Marigold ( Tagetes erecta L .) sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes aegypti di Laboratorium Potential Extract of Marigold ( Tagetes erecta L .) Leaves as Larvacide Against Aedes aegypti Larvae in the Laboratory. J Vektor Penyakit. 2018;12(2):109–14. https://doi.org/10.22435/vektorp.v12i2.898
  26. Piplani M, Bhagwat DP, Singhvi G, Sankaranarayanan M, Balana-Fouce R, Vats T, et al. Plant-based larvicidal agents: An overview from 2000 to 2018. Exp Parasitol [Internet]. 2019;199(September 2018):92–103. https://doi.org/10.1016/j.exppara.2019.02.014
  27. Munfaati PN, Ratnasari E, Trimulyono G. Aktivitas senyawa antibakteri ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara In Vitro. LenteraBio. 2015;4(3):64–71
  28. Cania E, Setyanimgrum E. Uji Efektivitas Larvasida Ekstrak Daun Legundi (Vitex trifolia) terhadap Larva Aedes aegypti. J Med Lampung Univ. 2013;2(4):52–60
  29. Susheela P, Radha R, Padmapriyanga S. Evaluation of larvicidal action of natural extracts on mosquito larvae of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae). ~ 26 ~ Int J Mosq Res. 2016;3(6):26–30

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-16 11:32:18

No citation recorded.