Environmental Sanitation Study Program, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Surabaya 60282, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JKLI76587, author = {Islahfiah Anggreini and Khambali Khambali and Imam Thohari and Irwan Sulitio}, title = {Risk Management Implementation in Environmental Sanitation at PKU Muhammadiyah Hospital Surabaya}, journal = {Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia}, volume = {25}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Risk Management; Environmental Sanitation; Patient Safety; Hospital}, abstract = { Latar Belakang : Data insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya tahun 2024 menunjukkan tingginya angka insiden, dengan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebesar 41,18%, sementara Kejadian Tidak Cedera (KTC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) masing-masing menyumbang 29,41%. Data ini memberikan konteks kritis bagi penelitian ini, yang bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen risiko sanitasi lingkungan melalui tahapan identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan formulasi rekomendasi pengendalian risiko. Metode : Penelitian ini mengkaji proses penerapan manajemen risiko sanitasi lingkungan, dengan fokus khusus pada tahapan identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko, serta keselarasan antara kebijakan tertulis dan praktik di lapangan. Hasil : Penelitian mengidentifikasi 13 risiko di area non-klinis, dengan 9 risiko tergolong sedang dan 4 tergolong rendah. Di antara risiko sedang, kekhawatiran akan keselamatan kebakaran muncul sebagai yang paling kritis, sementara risiko lainnya memerlukan pemantauan konsisten dan mitigasi terstruktur. Evaluasi mengungkapkan bahwa upaya pengendalian risiko yang ada belum optimal akibat budaya keselamatan yang lemah dan pelatihan berkelanjutan yang tidak memadai. Terdapat kesenjangan yang signifikan antara kebijakan manajemen risiko rumah sakit dan implementasi praktisnya. Simpulan: Penerapan manajemen risiko sanitasi lingkungan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Direkomendasikan agar rumah sakit memperkuat sistem pengendalian melalui audit internal berkala, pembaruan SOP di area rawan risiko, serta integrasi hasil evaluasi ke dalam rapat koordinasi lintas unit untuk memastikan mitigasi yang efektif dan berkelanjutan. ABSTRACT Background: Patient safety incident data at PKU Muhammadiyah Hospital Surabaya in 2024 revealed a high rate of incidents, with near miss incidents (NMI) accounting for 41.18%, while no harm incidents (NHI) and adverse events (AE) each contributed 29.41%. The data provide the critical context for this study, which aims to evaluate the implementation of environmental sanitation risk management through the stages of risk identification, analysis, evaluation, and the formulation of risk control recommendations. Method: This study examined the implementation of environmental sanitation risk management, with a specific focus on risk identification, analysis, and evaluation, as well as the congruence between written policies and field practices. Result: The study identified 13 risks in non-clinical areas, with nine categorized as moderate and four low risks. Fire safety emerged as the most critical among the moderate risks, while other risks required consistent monitoring and structured mitigation. The evaluation revealed that existing risk control efforts were suboptimal due to a weak safety culture and insufficient ongoing training. A significant gap was found between the hospital's risk management policy and its practical implementation. Conclusion : The implementation of environmental sanitation risk management at PKU Muhammadiyah Hospital Surabaya has not yet fully met established standards. It is recommended that the hospital enhance its control system through regular internal audits, periodic standard operating procedure updates in risk-prone areas, and the integration of evaluation results into cross-unit coordination meetings to ensure effective and sustainable mitigation. }, issn = {2502-7085}, pages = {77--83} doi = {10.14710/jkli.76587}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/76587} }
Refworks Citation Data :
Latar Belakang : Data insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya tahun 2024 menunjukkan tingginya angka insiden, dengan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebesar 41,18%, sementara Kejadian Tidak Cedera (KTC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) masing-masing menyumbang 29,41%. Data ini memberikan konteks kritis bagi penelitian ini, yang bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen risiko sanitasi lingkungan melalui tahapan identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan formulasi rekomendasi pengendalian risiko.
Metode : Penelitian ini mengkaji proses penerapan manajemen risiko sanitasi lingkungan, dengan fokus khusus pada tahapan identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko, serta keselarasan antara kebijakan tertulis dan praktik di lapangan. Hasil : Penelitian mengidentifikasi 13 risiko di area non-klinis, dengan 9 risiko tergolong sedang dan 4 tergolong rendah. Di antara risiko sedang, kekhawatiran akan keselamatan kebakaran muncul sebagai yang paling kritis, sementara risiko lainnya memerlukan pemantauan konsisten dan mitigasi terstruktur. Evaluasi mengungkapkan bahwa upaya pengendalian risiko yang ada belum optimal akibat budaya keselamatan yang lemah dan pelatihan berkelanjutan yang tidak memadai. Terdapat kesenjangan yang signifikan antara kebijakan manajemen risiko rumah sakit dan implementasi praktisnya.
Simpulan: Penerapan manajemen risiko sanitasi lingkungan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Direkomendasikan agar rumah sakit memperkuat sistem pengendalian melalui audit internal berkala, pembaruan SOP di area rawan risiko, serta integrasi hasil evaluasi ke dalam rapat koordinasi lintas unit untuk memastikan mitigasi yang efektif dan berkelanjutan.
ABSTRACT
Background: Patient safety incident data at PKU Muhammadiyah Hospital Surabaya in 2024 revealed a high rate of incidents, with near miss incidents (NMI) accounting for 41.18%, while no harm incidents (NHI) and adverse events (AE) each contributed 29.41%. The data provide the critical context for this study, which aims to evaluate the implementation of environmental sanitation risk management through the stages of risk identification, analysis, evaluation, and the formulation of risk control recommendations.
Method: This study examined the implementation of environmental sanitation risk management, with a specific focus on risk identification, analysis, and evaluation, as well as the congruence between written policies and field practices.
Result: The study identified 13 risks in non-clinical areas, with nine categorized as moderate and four low risks. Fire safety emerged as the most critical among the moderate risks, while other risks required consistent monitoring and structured mitigation. The evaluation revealed that existing risk control efforts were suboptimal due to a weak safety culture and insufficient ongoing training. A significant gap was found between the hospital's risk management policy and its practical implementation.
Conclusion: The implementation of environmental sanitation risk management at PKU Muhammadiyah Hospital Surabaya has not yet fully met established standards. It is recommended that the hospital enhance its control system through regular internal audits, periodic standard operating procedure updates in risk-prone areas, and the integration of evaluation results into cross-unit coordination meetings to ensure effective and sustainable mitigation.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-03-13 14:55:25
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (JKLI, p-ISSN: 1412-4939, e-ISSN:2502-7085) and Master Program of Environmental Health, Diponegoro University as the publisher of the journal. Copyright encompasses the rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
JKLI journal and Master Program of Environmental Health, Diponegoro University, the Editors and the Advisory Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in the JKLI journal are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.The Copyright Transfer Form can be downloaded here: [Copyright Transfer Form JKLI journal] The copyright form should be signed originally and send to the Editorial Office in the form of original mail or scanned document to jkli@live.undip.ac.id.
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (e-ISSN: 2502-7085, p-ISSN: 1412-4939) is published by Master of Environmental Health, Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats