skip to main content

Hubungan Peran Petugas dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga terhadap Kepemilikan Jamban Sehat di Kabupaten Lebong

Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dehasen Bengkulu, Indonesia

Open Access Copyright 2026 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Cakupan akses terhadap fasilitas sanitasi di Kabupaten Lebong tahun 2023 sebesar 55,62%. Angka ini merupakan persentase cakupan terendah di Provinsi Bengkulu dan belum memenuhi target 100% akses sanitasi layak sebagaimana tercantum dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-6. Sementara itu, akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak dapat mengurangi risiko diare sebesar 30–40%. Kondisi ini menunjukkan adanya disparitas antara kebijakan sanitasi yang ada dan penerapannya pada tingkat rumah tangga. Studi ini diarahkan untuk menganalisis keterkaitan antara peran petugas lapangan serta tingkat kesejahteraan keluarga dengan kepemilikan fasilitas jamban sehat di wilayah Kabupaten Lebong.

Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan memanfaatkan data sekunder serta desain potong lintang (cross-sectional). Variabel yang dianalisis meliputi peran petugas lapangan, tingkat kesejahteraan keluarga, dan kepemilikan jamban sehat. Pelaksanaan studi berlangsung pada bulan Agustus hingga September 2025 dengan populasi analisis berupa data keluarga di Kabupaten Lebong sebanyak 17.922 keluarga. Data tersebut diperoleh melalui proses pembersihan (data cleaning) hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada tahun 2024. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi untuk masing-masing variabel, serta analisis bivariat dengan uji Chi-Square.

Hasil: Uji univariat memperlihatkan bahwa mayoritas keluarga, yaitu sebesar 65,9%, belum memperoleh pendampingan dari petugas kesehatan dalam aspek sanitasi. Selain itu, lebih dari separuh responden (52,4%) berada pada kategori pra-sejahtera, dan sebanyak 14,9% keluarga masih menggunakan fasilitas jamban yang belum memenuhi kriteria kesehatan. Selanjutnya, hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara peran petugas dengan kepemilikan jamban sehat, dengan nilai Prevalence Ratio (PR) sebesar 1,315 (95% CI: 1,216–1,423). Hubungan yang signifikan juga ditemukan antara tingkat kesejahteraan keluarga dan kepemilikan jamban, dengan nilai PR sebesar 2,046 (95% CI: 1,895–2,210).

Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara peran petugas dan tingkat kesejahteraan keluarga terhadap kepemilikan jamban sehat di Kabupaten Lebong.

 

ABSTRACT

The Correlation between Officer Role and Family Welfare Level toward the Ownership of Healthy Toilet in Lebong Regency

Background: In 2023, sanitation facility coverage in Lebong Regency reached only 55.62%, representing the lowest achievement among regencies in Bengkulu Province and remaining far below the target of universal access to proper sanitation as outlined in the sixth Sustainable Development Goal (SDG 6). Adequate sanitation access is known to reduce the risk of diarrheal disease by approximately 30–40%. However, this condition reflects a gap between the availability of sanitation infrastructure and its actual utilization at the household level. Therefore, this study aimed to examine the association between the role of health officers and family welfare status with the ownership of healthy toilets in Lebong Regency.

Method: This study employed an analytical quantitative approach using secondary data with a cross-sectional design. The variables analyzed included the role of health officers, family welfare status, and ownership of healthy toilets. The study was conducted from August to September 2025, involving an analytical population of 17,922 families in Lebong Regency. The data were obtained through a data-cleaning process of the 2024 Family Data Updating Program conducted by the Bengkulu Province Representative Office of BKKBN. Data analysis consisted of univariate analysis using frequency distributions for each variable and bivariate analysis using the Chi-Square test.

Results: The univariate analysis indicated that the majority of families (65.9%) had not received sanitation-related counseling from health officers. In addition, most households (52.4%) were classified as pre-prosperous, and 14.9% still relied on toilets that did not meet health standards. The bivariate analysis revealed a statistically significant association between the role of health officers and healthy toilet ownership, with a Prevalence Ratio (PR) of 1.315 (95% CI: 1.216–1.423). A significant relationship was also found between family welfare status and toilet ownership, with a PR of 2.046 (95% CI: 1.895–2.210).

Conclusion: There is a significance correlation between officer role and family welfare toward the ownership of healthy toilet in Lebong Regency.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (2MB)    Indexing metadata
 ES
Ethical Statement
Subject
Type ES
  Download (156KB)    Indexing metadata
 CTA
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (115KB)    Indexing metadata
Keywords: Peran petugas; Kesejahteraan; Jamban Sehat

Article Metrics:

  1. Merid MW, Alem AZ, Chilot D, Belay DG, Kibret AA, Asratie MH, et al. Impact of access to improved water and sanitation on diarrhea reduction among rural under-five children in low and middle-income countries: a propensity score matched analysis. Trop Med Health. 2023; 51(36): 1-10. https://doi.org/10.1186/s41182-023-00525-9
  2. World Health Organization. Progress on Household Drinking Water, Sanitation and Hygiene 2023 Update. Geneva: WHO and UNICEF; 2023
  3. Fauzi Y, Sari FM. Kesehatan Lingkungan dan Risiko Diare pada Anak. Indramayu: Penerbit Adab; 2025
  4. Cameron L, Olivia S, Shah M. Scaling up sanitation: Evidence from an RCT in Indonesia. Journal of Development Economics. 2019; 138(5): 1–16. https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2018.12.001
  5. Siagian JLS, Su HM. Peran Petugas Kesehatan dan Ketersediaan Air Bersih dalam Kepemilikan Jamban di Kampung Wainlabat Kabupaten Sorong. Global Health Science (GHS). 2021; 6(1): 46-50. http://doi.org/10.33846/ghs6109
  6. Home | SDG 6 Data [Internet]. [cited 2026 Jan 26]. https://www.sdg6data.org/en/node/1?utm
  7. Badan Pusat Statistik. Statistik Sanitasi dan Akses Air Bersih Rumah Tangga Indonesia 2023. Jakarta: BPS; 2023
  8. Sari FM, Fauzi Y. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan. Bantul: CV. Mitra Edukasi Negeri; 2025
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga. Jakarta: Kemenkes RI; 2022
  10. Wulan L, Wibowo A. Peran petugas kesehatan dalam peningkatan kepemilikan jamban sehat di masyarakat pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal). 2020; 15(3): 125–133. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i3.3897
  11. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pedoman Keluarga Sejahtera. Jakarta: BKKBN; 2022
  12. Jalunggono G, Islami FS, Hutajulu DM. Socioeconomic Determinants and Their Interactions in Shaping Improved Sanitation Access in Indonesia. Efficient: Indonesian Journal of Development Economics. 2025; 8(3): 357–368. https://doi.org/10.15294/efficient.v8i3.38386
  13. Okesanya OJ, Eshun G, Ukoaka BM, Manirambona E, Olabode ON, Adesola RO, et al. Water, sanitation, and hygiene (WASH) practices in Africa: exploring the effects on public health and sustainable development plans. Tropical Medicine and Health. 2024; 52(68): 1-9. https://doi.org/10.1186/s41182-024-00614-3
  14. Ajemu KF, Desta AA, Berhe AA, Woldegebriel AG, Bezabih NM. Latrine Ownership and Its Determinants in Rural Villages of Tigray, Northern Ethiopia: Community-Based Cross-Sectional Study. J Environ Public Health. 2020; 2020(1): 1-8. https://doi.org/10.1155/2020/2123652
  15. Nanyim JK, Mutaru AM, Gbeti C, Issahaku AR, Abubakari A, Wumbei A. Socio-cultural and economic determinants of Latrine ownership and utilisation: a community-based survey in Bole district of Ghana. BMC Public Health. 2024; 24(1): 1-10. https://doi.org/10.1186/s12889-024-20521-w
  16. Fathonah U, Rini WNE, Hidayati F, Syukri M, Putri FE. The Relationship Of Knowledge And Defection Habits With Healthy Latrine Ownership In The Working Area Of Puskesmas Lempur, Kerinci Regency, 2023. International Journal Of Health Science. 2024; 4(1): 67–72. https://doi.org/10.55606/ijhs.v4i1.3516
  17. Syukaisih, Alhidayati, Amalia R, Maharani R, Turindi A. Perilaku Pemanfaatan Jamban Sehat pada Masyarakat Desa Rokan Koto Ruang Kabupaten Rokan Hulu. Gema Kesehatan. 2024; 16(2): 91–103. https://doi.org/10.47539/gk.v16i2.461
  18. Wulandari S, Andria. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba. Al-Insyirah Midwifery. 2021; 10(2): 90-95. https://doi.org/10.35328/kebidanan.v10i2.2072
  19. Hidayati F, Reskiaddin OL, Sonia S. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Kerta Dewa Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Kesmas Jambi. 2023; 7(2): 90-101. https://doi.org/10.22437/jkmj.v7i2.24438
  20. Arafah D, Wahyuni ID, Saktiawan Y. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepemilikan Jamban di Desa Suka Datang Kecamatan Tubei Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health. 2024; 12(2): 531-540. https://doi.org/10.37676/jnph.v12i2.7410
  21. Nazira U, Arbi A, Arifin VN. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireuen. Journal of Health Research Science. 2024; 4(02): 336–343. https://doi.org/10.34305/jhrs.v4i2.1379
  22. Rafelza AS, Asriwati A, Anggraini I, Nuraini N, Maryanti E. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Rendahnya Kepemilikan Jamban Sehat Di Wilayah Kerja Puskesmas Balai Karangan Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi. 2024; 2(1): 130–139. https://doi.org/10.57213/antigen.v2i1.215
  23. Caruso BA, Sclar GD, Routray P, Nagel CL, Majorin F, Sola S, et al. Effect of a low-cost, behaviour-change intervention on latrine use and safe disposal of child faeces in rural Odisha, India: a cluster-randomised controlled trial. Lancet Planet Health. 2022; 6(2): e110–e121. https://doi.org/10.1016/S2542-5196(21)00324-7
  24. Harper J, Abdel Sattar R, Kozole T, Toeur V, Rogla J, Ross M, et al. Household perceptions, practices, and experiences with real-world alternating dual-pit latrines treated with storage and lime in rural Cambodia. PLoS One. 2025; 20(10): 1-14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0332118
  25. Degu A, Girma M, Melese AB. Latrine Utilization and Associated Factors in Transformed District, West Gojjam Zone, Amhara Region, Ethiopia, 2021. Environ Health Insights. 2022; 16(1): 1-7. https://doi.org/10.1177/11786302221123565
  26. Nastiti A, Daniel D, Oktavia H, Fathiyannisa H, Sudradjat A. Contextual and psychosocial factors predicting sanitation behaviours in rural Indonesia. BMC Public Health. 2025; 25(633): 1-12. https://doi.org/10.1186/s12889-025-21893-3
  27. Khamidah, Miswan, Amalinda F. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Pasca Pemicuan STBM di Desa Tinauka Wilayah Kerja Puskesmas Lalundu Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Jurnal Kolaboratif Sains. 2023; 6(4): 287-296. https://doi.org/10.56338/jks.v6i4.3480
  28. Gargita IW, Miswan, Rosnawati. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemilikan Jamban Setelah Pemicuan STBM di Desa Pantolobete Wilayah Kerja Puskesmas Lalundu Despot Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Jurnal Kolaboratif Sains. 2020; 3(5): 223-231. https://doi.org/10.56338/jks.v3i5.1718
  29. Laika A, Adriyani R. The Relationship Of Respondent Characteristics, Knowledge, Attitudes, And Ownership Of Latrines Towards Its Low Use Of Latrines In Gunung Anyar Village, Surabaya City. The Indonesian Journal of Public Health,. 2021; 16(2): 188–195. https://doi.org/10.20473/ijph.v16i2.2021.188-195
  30. Muse YH, Abdikarim H, Ali HM, Hassan MA, Muse AH. Household access and utilization of improved latrines: an analysis using Somaliland nationwide survey data within the SDG 6 framework. Discover Sustainability. 2025; 6(325): 1-10. https://doi.org/10.1007/s43621-025-01135-7
  31. Haryati Boimau CD, Nurjazuli N, Wahyuningsih NE. Hubungan Faktor Ketercukupan Air Bersih dan Tingkat Sosial Ekonomi dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Abi Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022; 10(2): 184–190. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i2.32629

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-02-20 08:21:12

No citation recorded.