skip to main content

Penerapan Metode Design Thinking untuk Perancangan Prototype Lost and Found

*Aziiza Yvelliechia Priyono  -  Departemen Ilmu Komputer/Informatika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Guruh Aryotejo  -  Departemen Ilmu Komputer/Informatika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Satriyo Adhy  -  Departemen Ilmu Komputer/Informatika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kehilangan barang merupakan suatu keadaan dimana tidak memiliki atau menyimpan sesuatu yang sebelumnya ada. Permasalahan yang dihadapi saat kehilangan barang yaitu sulit mencari lokasi barang hilang tersebut dan minimnya informasi terkait barang yang hilang. Pada era teknologi sekarang, masalah kehilangan barang dapat diatasi dengan menyediakan sebuah sistem informasi pencarian barang hilang. Pada penelitian ini dilakukan perancangan prototype user interface dan user experience pencarian barang hilang (lost and found) menggunakan pendekatan metode design thinking untuk memberikan solusi terhadap permasalahan kehilangan barang. Metode design thinking terdiri atas lima tahapan yaitu, empathize, define, ideate, prototype, dan test. Prototype lost and found diuji menggunakan System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil pengujian dengan SUS memperoleh nilai 74, nilai tersebut masuk pada kategori baik dan produk dapat diterima. Hasil pengujian dengan UEQ memperoleh nilai attractiveness 2,300, nilai perspicuity 1,800, nilai efficiency 2,225, nilai dependability 1,900, nilai stimulation 2,000, dan nilai novelty 1,450. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan hasil positif pada seluruh aspek UEQ.

Fulltext View|Download
Keywords: lost and found; tampilan antarmuka dan pengalaman pengguna: metode design thinking; system usability scale; user experience questionnaire

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-23 08:11:51

No citation recorded.