Analisis Implementasi Program Perawatan Metode Kanguru (PMK) Dan Partisipasi Pasien Pada Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (Studi pada Pasien di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus)

*Nur Sri Atik -  AKBID Mardi Rahayu, Indonesia
Sri Achadi Nugraheni -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Kusyogo Cahyo -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Aug 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: INA
Full Text:
Statistics: 1997 2240
Abstract

Perawatan Metode kanguru bisa sangat bervariasi di masing-masing rumah sakit, hal ini bisa dilihat dari aspek jenis layanan yang tersedia, kompetensi SDM, serta fasilitas dan sarana. Implementasi merupakan tahap yang krusial dalam proses kebijakan. Kesiapan serta keikutsertaan orangtua akan sangat mendukung dalam keberhasilan implementasi perawatan metode kanguru. Peran keluarga seperti sikap, perilaku dan partisipasi keluarga dipandang sebagai naluri untuk melindungi anggota keluarga yang sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi dari faktor komunikasi, disposisi/sikap, sumber daya dan struktur birokrasi serta partisipasi pasien dan keluarganya dalam pelayanan kesehatan perawatan metode kanguru (PMK) di Rumah Sakit Mardi Rahayu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi langsung dengan Informan utama adalah 4 orang ibu yang mempunyai BBLR dan informan triangulasi adalah 3 bidan dan 3 perawat, 2 dokter spesialis anak yang telah mengikuti pelatihan, serta manajer keperawatan dan direktur pelayanan medis. Analisis yang digunakan dengan analisis tematik, dimana mengolah data hasil wawancara mendalam sesuai dengan tema yang ada. Implementasi PMK menunjukkan hasil yang kurang optimal, dari sisi komunikasi terlihat belum adanya sosialisasi program sehingga terlihat kurangnya kejelasan, konsistensi dan transmisi informasi tentang program PMK. Dari sisi sikap/disposisi pelaksana menunjukkan kurangnya dukungan dari semua pelaksana dalam menjalankan program dan kurangnya komitmen. Dari faktor sumber daya diketahui adanya keterbatasan SDMterlatih, kurangnya sarana penunjang, dan belum adanya keberlanjutan anggaran untuk program. Faktor struktur birokrasi menunjukkan bahwa Standar operasional prosedur yang ada masih perlu direvisi dan belum adanya pembagian job yang jelas dalam PMK. Sementara partisipasi ibu belum begitu nampak baik dalam tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi. Hal ini disebabkan karena kurang optimalnya informasi yang diberikan. Saran bagi RS agar dapat meningkatkan sosialisasi program, serta penyampaian juklak dan pelaksanaan PMK diikuti dengan monitoring dan pembinaan. Selain itu meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) bagi ibu/keluarga serta memberikan kesempatan bagi klien untuk melaksanakan PMK di RS sebelum pulang ke rumah.

Kangaroo Mother Care (KMC) varies in each hospital. This condition can be viewed from the aspects of types of services, competency of human resource, facilities, and means. Implementation is a crucial step in the process of policy. Readiness and participation of parents will support the success of the KMC implementation. A role of family such as attitude, behaviour, and family participation is as a desire to protect a family member who is sick. This research aimed to identify the implementation process of factors of communication, disposition/attitude, resource, bureaucratic structure, and participation of patients and their families in KMC at Mardi Rahayu Hospital. This was qualitative research using in-depth interview and direct observation. Main informants encompassed 4 mothers who had Low Birth Weight (LBW) Babies. Meanwhile, informants for triangulation purpose encompassed 3 trained midwives, 3 trained nurses, and 3 trained paediatricians, nursing manager, and director of medical services. Furthermore, data were analyzed using thematic analysis in which data as the result of in-depth interview were analyzed in accordance with a theme. The implementation of KMC had not been done optimally. Regarding communication, there was no socialization of the program. Therefore, information of the KMC program was unclear, inconsistent. Regarding attitude/disposition of the program implementer, there was not only lack of support from all implementers in implementing the program but also lack of commitment. Regarding resource, there was lack of trained health workers, lack of facilities, and no sustainable fund for the program. Regarding bureaucratic structure, Standard Operating Procedure was needed to be revised and no clear job-sharing in KMC. Mothers had not participated in making decision, implementing, taking benefits, and evaluating yet. This was due to lack of information. As suggestions, the hospital needs to improve socialization of the program, provide implementation guidelines, and implement KMC followed by monitoring and supervising. In addition, the hospital needs to improve communication, information, education (CIE) for mother/family and provide opportunity for clients to implement KMC at the hospital before going home.

Keywords
Partisipasi pasien; Implementasi; Perawatan Metode Kanguru; Patient’s Participation; Implementation; Kangaroo Mother Care

Article Metrics:

  1. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depertemen Kesehatan RI. Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Berat lahir rendah (BBLR) dengan Perawatan Metode Kanguru di Rumah Sakit dan jejaringnya. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.
  2. Bailey, SD. Kangaroo Mother Care. British Journal of Hospital Medicine. May 2012; vol 73; no.5; 278-81.
  3. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelaksanaan Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.
  4. Departemen of Reproductive Health and Research. Kangaroo Mother Care a Practical Guide. Geneva: WHO; 2003.
  5. Rahmayanti, Siti Dewi. Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Pertumbuhan Bayi, Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Merawat BBLR di RSUD Cibabat. Cimahi: Stikes Jend. A. Yani Cimahi; 2010.
  6. Rinto, Nindya A, Findianingsih I. Hubungan Antara Sikap, Perilaku dan Partisipasi Keluarga Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah. Jakarta: Fakultas Kedokteron Universitas Indonesia; 2008.
  7. Health Technology Assestment Indonesia. Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Metode Kanguru. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008.
  8. Winarno B. Kebijakan Publik: Teori dan Proses. Yogyakarta: MedPress (Anggota IKAPI); 2008.
  9. Agustino L. Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: CV Alfabeta; 2008.
  10. Nugroho R. Public Policy Teori Kebijakan Analisis Kebijakan Proses Kebijakan Perumusan, Implementasi, Revisi Risk Management dalam Kebijakan Publik Kebijakan Sebagai The Fifth Estate Metode Penelitian Kebijakan. Jakarta: PT. Gramedia; 2008.
  11. Winarno B. Kebijakan Publik: Teori, Proses, dan Studi Kasus (Edisi dan Revisi Terbaru). 1 ed. Yogyakarta: C A P S; 2012.
  12. Widodo J. Analisis kebijakan Publik. Konsep dan Aplikasi Analisis Proses kebijakan Publik. Malang: Bayu Media; 2009.
  13. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depertemen Kesehatan RI. Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah untuk Bidan dan Perawat. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2010