Analisis Determinan Kualitas Pelayanan Antenatal Trimester I (SATU ) Kehamilan Oleh Bidan Desa Di Kabupaten Temanggung

*Retno Wulandari -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Martha Irene Kartasurya -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurjazuli Nurjazuli -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 22 Mar 2017; Published: 30 Apr 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 274 121
Abstract

Tingginya capaian cakupanprogram pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) belum berpengaruh terhadap penurunan jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Temanggung. Penyebab kematian ibu terbanyak adalah karena penyakit penyerta yang seharusnya dapat terdeteksi pada pemeriksaan antenatal trimester pertama yang dilakukan oleh bidan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan antenatal trimester 1 kehamilan oleh bidan desa di Kabupaten Temanggung.

Metode penelitian adalah survey analitik dengan design cross sectional. Subjek penelitian adalah 60 orang bidan desa yang dipilih secara systematic random sampling dari 14 Puskesmas terpilih kasus kematian ibu. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan observasi langsung menggunakan kuesioner terstruktur . Analisis data menggunakan uji chi square, kualitas pelayanan ANC dinilai dengan ketepatan pelayanan bidan dalam pemberian pelayanan ANC sesuai standar asuhan kebidanan dan standar operasional 10 T ANC.

Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kualitas pelayanan antenatal trimester I kehamilan oleh bidan desa adalah beban kerja(p = 0,002), pengetahuan(p = 0,006) dan supervisi(p = 0,002). Faktor yang tidak berhubungan adalah dana (p = 0,570), ketersediaan dan pelaksanaan SOP(p = 0,164), dan ketersediaan peralatan(p = 0,251). Ada hubungan bersama – sama variabel beban kerja(p = 0,002) pengetahuan responden(p = 0,006) dan supervisi(p = 0,002)dengan kualitas pelayanan Antenatal Trimester I Kehamilan.

Disarankan kepada Dinas Kesehatandan Puskesmas di Kabupaten Temanggung untuk lebih memfokuskan bidan desa pada tugas pokok utamanya sebagai pemberi pelayanan KIA disamping tugas tambahan bidan desa lainnya. Mengadakan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang asuhan pelayanan antenatal secara merata untuk seluruh bidan yang kegiatannya dilaksanakan secara berkesinambungan, dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan supervisi fasilitatif sesuai petunjuk tekhnis pelaksanaan yang telah ditentukan. Kepada Bidan Koordinator dan bidan desa diharapkan bersama – sama menguatkan kembali komitmen untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan antenatal pada setiap ibu hamil yang dilayaninya.

Keywords
Quality of Service; Antenatal; Midwives Village

Article Metrics:

  1. Departemen Kesehatan R.I, Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia. 2005
  2. Departemen Kesehatan R.I, Rencana Strategis Departemen Kesehatan Tahun 2015 – 2019, Jakarta.
  3. World Health Organization, Integrated Management of Pregnancy andChildbirth (IMPAC) : Essential Care Practice Guide for Pregnancy andChildbirth. Geneva; 2001.
  4. Dinkes Propinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan. Jawa Tengah, 2012
  5. Dinkes Kabupaten Temanggung. Profil Kesehatan. Temanggung, 2012.
  6. Dinkes Kabupaten Temanggung. Profil Kesehatan. Temanggung, 2013.
  7. Dinkes Kabupaten Temangung. Profil Kesehatan. Temanggung, 2014
  8. Depkes RI. Standar Pelayanan Kebidanan. Dirjen Binkesmas. Jakarta;2003
  9. Pohan S Imbalo, Jaminan Mutu Layanan Kesehatan, Kesaint Blanc.2003
  10. Gde Muninjaya, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, EGC, 2015
  11. Bidan Delima, Kajian Mandiri Pelayanan berkualitas, Ikatan Bidan Indonesia 2007
  12. Crosby, Phillip B., Quality is Free : The Art of Making Quality CertainNew.York : Mac Graw Hill Book, Co. 1980
  13. Azwar,A, Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Yayasan Penerbit IDI, Jakarta. 1990
  14. Utarini, A, Erna Kristin, Iwan Dwiprahasto, Yulita Hendrartini, Laksono Trisnantoro,. Modul-5: Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan (QualityAssurance). Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.Jakarta;1999
  15. Sarumpet Masrip, Analisis Pelaksanaan Pelayanan Antenatal diKabupaten Tapanuli. Tesis Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada Yogyakarta.2003
  16. Salamuk Thomas dan Kusnanto hari, Evaluasi Kinerja Bidan Puskesmas Dalam Pelayanan Antenatal di kabupaten puncak Jaya. Tesis Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada Yogyakarta.2007
  17. Hayadi Firman, Kristiani,Analisis Kinerja Bidan Puskesmas DalamPelayanan Antenatal di Bengkulu Selatan, Tesis Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada Yogyakarta.2007
  18. Asfian, Analisis Pemanfaatan pedoman kerja bidan dalam pengelolaan program KIA-KB di Puskesmas Kota Pontianak, Tesis Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang,2008
  19. Kunwahyuningsih Asih, Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan terhadap standar pelayanan antenatal di kabupaten Magelang, Tesis Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang,2008.
  20. Naskah Pelatihan Manajerial SPMK – Januari 2003
  21. Ridwan Amiruddin, Pendekatan Mutu dan Kepuasan Pelanggan dalam Pelayanan Kesehatan, Program Pasca Sarjana Unhas,Internet.2007
  22. Pohan S Imbalo, Jaminan Mutu Layanan Kesehatan, EGC,2006
  23. Prawirodiharjo S, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka;2002
  24. Manuaba I B. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untukpendidikan Bidan, Jakarta : Penerbit EGC buku kedokteran.1998
  25. Istiarti T. Kaitan antara Kemiskinan dan Kesehatan. Yogyakarta: Media Pressindo.2000.
  26. Mandriwati,G.A, Penuntun Kebidanan Asuhan Kebidanan pada IbuHamil, ECG, 2008
  27. Purwoastuti Endang, Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan, Pustaka Baru Press, Yogyakarta, 2015
  28. Abdul Bari Saifudin, Prof. dr, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 2002
  29. Marmi, S.ST, Asuhan Kebidanan Pada Masa Antenatal, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2014
  30. Dainty Maternity, Asuhan Kebidanan Kehamilan, Binarupa Aksara, Jakarta, 2016
  31. Depkes RI, Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak, Jakarta, 2002.
  32. Koentjoro, T, Regulasi Kesehatan di Indonesia, Andi, Yogyakarta, 2007.
  33. Nuruniyah Siti, Mutu Pelayanan Kebidanan, Fitramaya, Yogyakarta, 2014
  34. Wiyono, D, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Teori , Strategi dan Aplikasi, Airlangga university Press, Surabaya,2000.
  35. Depkes RI. Panduan Bidan di Tingkat Desa. Jakarta, 1997.
  36. Pedoman Paradigma Baru Puskesmas disusun oleh Kelompok Kerja Reformasi Puskesmas (Draft Rumusan Hasil Pertemuan Cimacan) tanggal 14-17 Nopember 2000.
  37. Keputusan Menteri Kesehatan R I, Nomor 369 / MENKES/ SK/III/2007,Standart Profesi Bidan, 2007
  38. Depkes RI. International Confederation of Midwife, International federation of Gynecologist. WHO, Komunitas Kebidanan. Jakarta,1998
  39. Mitra. Manajemen dan Analisis Data Kesehatan, Andi Offseet, Yogyakarta,2015
  40. Nasir Abdul. Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan, Nuha Medika, Yogyakarta, 2011.
  41. Anisah. 2010. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan Tentang Pelaksanaan 10T Pada Asuhan Kehamilan Di Puskesmas Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar, Banda Aceh
  42. Notoatmodjo. 2010. Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta
  43. Ainy. 2016. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan dalam PelayananAntenatal Caredi Wilayah Puskesmas Kabupaten Jember Tahun 2015(Analysis Of Factors Related To Midwifes Performance On Antenatal CareServices In Jember Districk Health Center Area In 2015). Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2016.
  44. Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika
  45. Firman Hayadi. 2007. Analisis Kinerja Bidan Puskesmas Dalam Pelayanan Antenatal di Bengkulu Selatan,Tesis Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada Yogyakarta
  46. Sitorus & Panjaitan. 2011. Manajemen Keperawatan: Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat. Jakarta: Sagung Seto
  47. Suarli. 2010. Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Jakart : Erlangga.
  48. Davis & Burke. 2011. Contemporary perspectives on the studyof psychological climate: A commentary. European Journal of Work and Organizational Psychology, 11, 325 – 340.
  49. Maupe. 2005. Hubungan antara supervisi yang dilakukan terhadap pelayanan antenatal di kecamatan liliriaja kabupaten soppeng. Tesis. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  50. Sarafino. 2006. Health psychology : Biopsychosocial interactions (3rd ed.). United States of America : John Willey & Sons Inc