skip to main content

Determining Factors Associated with Adolescents' Knowledge of the Impact of Early Marriage

*Lilis Mamuroh orcid  -  Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Rindayu Bidara Caela Nentika  -  Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Adelse Prima Mulya orcid scopus  -  Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Authors
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Background: Early marriage continues to be a significant social issue with far-reaching consequences for adolescents, particularly in psychological, health, and economic domains. One of the key factors influencing early marriage is the level of adolescents’ knowledge. Adequate understanding of the impacts of early marriage is therefore essential in preventing the practice. This study aims to determine the determinants associated with adolescents' knowledge levels about the impact of early marriage at Junior Islamic School.

Method: This was a descriptive analysis employing cross-sectional design. Population of the study were students at MTs Al Ishlah, and used total sampling technique. We included a total of 111 students. The validity test prove that value of r larger than r table (0.361), and the result of questionnaire reliability test was > 0.60 (α: 0.082). Data collection was carried out in May 2025 and was assisted by fellow researchers in each classroom.

Result: The results of the analysis showed that most respondents were in the middle adolescent age category and were dominated by the male gender. The majority of respondents came from families with lower to middle parental education levels and income levels below the UMK. A correlation was found between several factors such as age, parents’ educational level, parental income, and the sources of information accessed by adolescents and their level of knowledge about the consequences of early marriage. This relationship was statistically significant, with a p-value of ≤ 0.05. It can be concluded that parental education level, parental income, information sources, and age are factors that are significantly related to the level of adolescent knowledge about the impact of early marriage. The implication of this study is the need for direct educational intervention programs by health workers or schools by considering determinant factors to be able to increase adolescent knowledge.

Fulltext View|Download
Keywords: knowledge;early mariage;adolescent

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik. Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2020
  2. Oktaviasari NMD, Kusumaningrum PR. Gambaran pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2024;19(1):1–6
  3. Open Data Jawa Barat. Jumlah Perkawinan Usia 16–19 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Barat. Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat; 2023
  4. Aisyah UN. Hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; 2019
  5. Budiman, Riyanto A. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika; 2013
  6. Buton S, Yusriani, Idris FP. Dampak pernikahan dini terhadap kehamilan remaja putri suku Buton di Desa Simi Kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan. Journal of Aafiyah Health Research. 2021;2(1):25–41
  7. Satu Data Kabupaten Bandung. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan di Kabupaten Bandung. Bandung: Pemerintah Kabupaten Bandung; 2024
  8. Fitriani S. Perubahan sosial pada masyarakat Rancaekek tahun 1980–2015. Metahumaniora. 2018;8(1):39–47
  9. Yulivina E, Pertiwi FD, Avianty I. Faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada pasangan usia subur di Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Promotor. 2018;1(1):1–8
  10. Putri DF. Gambaran pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini pada siswa kelas X dan XI di SMAN 2 Wonosari Gunungkidul. Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; 2019
  11. Darsini, Fahrurrozi, Cahyono EA. Pengetahuan: tinjauan konsep dan teori. Jurnal Keperawatan. 2019;12(1):97–102
  12. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018
  13. Nurasiah A, Rizkiyani A, Heriana C. Hubungan sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMAN 1 Cibingbin. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada. 2020;11(2):217–223
  14. Hanifah L, Suparti S. Hubungan usia dengan pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Jurnal Stikesmus. 2017;8(2):39–47
  15. Prodi Profesi Ners STIKES Abdurahman Palembang. Analisis dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di Kabupaten Empat Lawang. Jurnal Kesehatan Abdurahman. 2022;11(1):31–39
  16. Buton S, Yusriani, Idris FP. Dampak pernikahan dini terhadap kehamilan remaja putri suku Buton di Desa Simi Kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan. Journal of Aafiyah Health Research. 2021;2(1):25–41
  17. Delyka M, Yulita C, Valentina PO. Hubungan pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua dengan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kelurahan Petuk Katimpun. Jurnal Surya Medika. 2023;9(3):140–145
  18. Carolin BT, Susanti. Analisis faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. 2023;13(2):469–476
  19. Asiyah S, Ni’am M. Ojo Kawin Bocah: Peran komunikasi keluarga dalam pencegahan pernikahan anak di Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2022;1(2):107–118.
  20. Padlah NN. Faktor ekonomi terhadap pernikahan dini. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming. 2022;16(2):99–104
  21. Zubaidah, Kalsum U, Wati E, Wahyuni I. Pengaruh sosial ekonomi perempuan terhadap pernikahan dini (studi di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari). Iltizam Journal of Shariah Economics Research. 2023;7(1):101–108
  22. Arifin J, Hadianto F, Halwati U. Aksi sosial pencegahan pernikahan usia dini dan penurunan pengangguran di Kampung KB Bersimpul Pamulihan Kabupaten Sumedang. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2024;5(1):29–40
  23. Lisna, Mayansari, Dellafira, Surianti T, Rosmini. Pendampingan kelompok remaja BAPERAN (Bebas Pernikahan Anak) melalui kegiatan edupreneurship di Desa Malakke Kabupaten Wajo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2025;5(2):1–10
  24. Daifa D, Oktobriariani RR. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks pranikah kelas XII di SMK Muhammadiyah 04 Parung Bogor. JIDAN: Jurnal Ilmiah Bidan. 2020;4(1):19–25
  25. Avianty I. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kebersihan genital di Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Bogor. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2020;3(1):56–63
  26. Rambe JY, Tampubolon RA. Pengaruh media sosial terhadap pernikahan dini pada masa COVID-19 di Kota Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Education and Development. 2022;11(1):241–244
  27. Mustofa RAB, Sari M. Efektivitas promosi kesehatan mental melalui media sosial dalam mendorong perilaku hidup sehat pada remaja. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik. 2024;1(3):212–223
  28. Haromaini N, Ningsih WT, Nugraheni WT. Gambaran pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pernikahan dini di Desa Karanglo Kecamatan Kerek. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023;11(1):132–137

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-01-22 11:53:42

No citation recorded.