Analisa Kekuatan Struktur Trimaran Dengan Glass Bottom di Perairan Karimunjawa Menggunakan Metode Elemen Hingga

*Wahyu Adinata -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 2 Feb 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 937 572
Abstract

Dengan penetapan karimunjawa sebagai kawasan taman nasional pada tanggal 14 maret 2000(Kep. Menhut No.74/Kpts-II/2001), karimunjawa tumbuh menjadi tempat wisata favorit baru. Sebagai tempat wisata berbasis kelautan tentu banyak menggunaan moda transportasi laut berupa kapal sebagai alat transportasi wisatawan untuk menuju pulau tertentu maupun sebagai wahana wisata itu sendiri. Dengan beragamnya biota laut yang berada di Kariumjawa, tentu banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung. Untuk menunjang daya tarik maka terdapat pilihan berupa kapal wisata glass bottom. Kapal yang diteliti merupakan kapal dengan ukuran kecil sehingga kurang adanya aturan khusus mengenai kapal tersebut yang merupakan tipe special craft yang mengatur dari segi kekuatan struktural kapal. Untuk mengetahui respon struktur digunakan pembebanan hidrostatik kapal itu sendiri pada analisa kekuatan struktur kapal. Konstruksi utama kapal menggunakan konstruksi melintang pada main hull dan demi hull. Pada bagian buritan setelah main hull menggunakan konstruksi melingkar dengan kemiringan derajat tertentu. Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan tegangan maksimal kapal trimaran didapat 7,31 x 105 N/m2 pada node 74711 dan deformasi sebesar 4,32 x 10-4 m pada boundary condition satu. Tegangan maksimal didapat sebesar 1,24 x 105 N/m2 terjadi pada node 80433 dan deformasi sebesar 2,14 x 10-4m pada  boundary condition dua.

Keywords
kekuatan struktur; glass bottom; karimunjawa; trimaran; metode elemen hingga

Article Metrics:

  1. Alexander W. Gray: “A Preliminary Study of Trimarans” West Virginia University
  2. Sulistijono. 2012. “Mekanika Material Komposit” ITS Press, Surabaya.
  3. Shadily, Hassan (1984). Ensiklopedi Indonesia Volume 3. Ichtiar Baru-Van Hoeve. p. 1614
  4. www.glazette.com (diakses pada Kamis, 26 Mei 2016)
  5. Redner, A. S., "PC-Based Stress-Measuring System for On-Line Quality Control of Tempered and Heat-Strengthened Glass," Use of Glass in Buildings, ASTM STP 1434, V. Block, ed. ASTM International, West Conshohocken, PA 2002.
  6. Popov, E P. 1996. “Mekanika Teknik”. Erlangga. Indonesia
  7. Logan, D.L. 2002. A First Course in the Finite Element Method, 4th edition. Brooks/Cole Thompson Learning, Boston.
  8. Shunhua Chen, Mengyan Zang, dkk. 2015. Finite element modelling of impact damage in polyvinyl butyral laminated glass.
  9. BKI. 2015. Volume A Guidance For FRP And Wooden Fishing Vessel Up To 24 m, Part 3 . Jakarta