Analisa Kekuatan Deck BARGE NANIA 10070 DWT Dengan Dua Metode Pembebanan

*Luh Putri Adnyani -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Nur Aisyah -  Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
S. Sulistijono -  Departemen Teknik Material & Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia
Rima Gusriana Harahap -  Program Studi Teknik Kelautan, Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Anggoronadhi Dianiswara -  Program Studi Teknik Kelautan, Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
N Nurmawati -  Program Studi Teknik Kelautan, Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Received: 21 Feb 2019; Published: 24 Jul 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 178 145
Abstract
Kondisi struktur pelat tongkang dan banyak volume muatan, akan mempengaruhi jumlah tegangan yang mampu ditahan oleh suatu struktur. Analisa kekuatan deck dengan variasi pembebanan bertujuan untuk mengetahui tegangan maksimum yang berada di titik tertentu pada deck kapal, pada studi kasus ini adalah kapal tongkang Nania dengan adanya variasi metode pembebanan. Metode penelitian dimulai dengan pembebanan batu bara di atas tongkang dan membentuk gunungan yang jumlahnya bervariasi serta disusun secara memanjang kapal. Pemodelan elemen hingga hanya dilakukan pada daerah midship dengan ukuran model adalah panjang 18,28 meter, lebar 27,45 meter, dan tinggi 5,5 meter, yang disesuaikan dengan studi kasus di lapangan. Variasi pembenanan dilakukan untuk mendapatkan nilai tegangan maksimum, antara lain: variasi ke-1 adalah midship kapal dibebani 1 gunungan yaitu ketika tongkang membawa 4 gunungan batu bara keseluruhan sepanjang kapal, dengan tiap gunungan menyerupai prisma. Variasi ke-2 adalah 2 gunungan pada midship jika tongkang mengangkut 5 gunungan batu bara secara keseluruhan dengan bentuk gunungan adalah limas. Dengan menggunakan software elemen hingga didapatkan hasil tegangan maksimum berada pada area replating pada kedua variasi yang memiliki tegangan maksimum sebesar 394,39 MPa dan 369,97 MPa. Kedalaman deformasi dari kedua tipe pembebanan yaitu 27,783 mm dan 28,765 mm yang masih dibawah toleransi deformasi maksimum (36 mm). Nilai safety factor berdasarkan tegangan ultimate sertifikat material kapal Nania ialah 1,303 dan 1,389. Nilai rata-rata safety factor dari keseluruhan percobaan yaitu 1,346, diatas angka standar SF =1.
Keywords
Tegangan, Struktur, Deformasi, Safety Factor, tongkang

Article Metrics:

  1. J.M.EkmannP.H.Le, "Coal Storage and Transportation," in Encyclopedia of Energy, Elsevier, 2004, pp. 551-580.
  2. T. Smith, Belajar Mengenal Kapal – konstruksi-tongkang, Indonesia: online, 2015.
  3. AMeinkenH.-JSchlüter, "Collapse behaviour of a push-barge," Marine Structures, vol. 15, no. 2, pp. 193-209, 2002.
  4. F. Papalangi, I. P. Mulyatno and P. Manik, "Studi Perancangan Tongkang Pengangkut Limbah Batubara di PLTU Tanjung Jati B Jepara," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 3, pp. 222-229, 2015.
  5. L. Adnyani, "Analisa Kekuatan Ultimate Hull Girder FPSO Dengan Pendekatan Metode Elemen Hingga Nonlinear," Jurusan Teknik Kelautan, ITS, Surabaya, 2014.
  6. P. T. P.A. Lakshmynarayanana, "Application of CFD and FEA coupling to predict dynamic behaviour," Marine Structures, no. 65, pp. 308-325, 2019.
  7. U. m. Silalahi, H. Yudo and U. Budiarto, "Analisa Pengaruh Variasi Sarat Tongkang Terhadap Ekonomis Pemasukan (Income) Pengangkutan Muatan dan Oeprasional Tug Boat," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 4, pp. 132-140, 2016.
  8. N. Samson, E. Ogbonnaya and K. Ejabefio, "Stability Analysis for the Design of 5000-tonnes Offshore Work Barge," International Journal of Engineering and Technology, vol. 3, no. 9, pp. 849-857, 2013.
  9. S. Jatmiko and Saptadi, "Analisa Kekuatan Deck Tongkang Muatan Tiang Pancang 750 DWT dengan Software Berbasis Metode Elemen Hingga," KAPAL, vol. 8, no. 1, pp. 29-34, 2011.
  10. A. Rohmani, "Analisa Kekuatan Modifikasi Konstruksi Geladak Utama Kapal LCT VIP JAYA 893 GT Dengan Metode Elemen Hingga," Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Undip, Semarang, 2015.
  11. W. Yunanto, "Analisa Kontruksi Car Deck Kapal Ropax 5000GT Dengan Metode Elemen Hingga," Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Undip, Semarang, 2014.
  12. B. Arswendo, "Analisa Kekuatan Deck Pada Ponton Batu Bara Prawiramas Puri Prima II 1036 DWT Dengan Software Berbasis Metode Elemen Hingga," Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Undip, Semarang, 2011.
  13. I. Pujo, "Strength Analysys Of Container Deck Construction MV. Sinar Demak Efect Of Charges Container Using Finite Element Method," rogram Studi S1 Teknik Perkapalan, Undip, Semarang, 2012.
  14. E. AdnanKefal, "Displacement andstressmonitoringofachemicaltankerbased," Ocean Engineering, no. 112, pp. 33-46, 2016.
  15. W. M. P. J. b. B. Sukumarana, "Efficient finite element techniques for limit analysis of suction caissons under lateral loads," Computers and Geotechnics, no. 24, pp. 89-107, 1999.
  16. M. T. D. G. R. C. R. C. P. Daniel J. Getter, "Determination of hurricane-induced barge impact loads on floodwalls using dynamic finite element analysis," Engineering Structures, no. 104, pp. 95-106, 2015.
  17. D. R. C. Gary R. Consolazio, "Nonlinear analysis of barge crush behavior and its relationship to impact resistant bridge design," Computers and Structures, no. 81, pp. 547-557, 2003.
  18. A. P. R. J. Erasmo Carrera, "Refined beam finite elements for static and dynamic analysis of hull structures," Computers and Structures, no. 167, pp. 37-49, 2016.
  19. V. A. A. F. Y. Ahmet H. Ertas, "Finite Element Simulation of a Mercantile Vessel Shipboard Under Working Conditions," in 24th DAAAM International Symposium on Intelligent Manufacturing and Automation, 2013, Viena, 2014.
  20. U. o. N. Mexico, "2D Triangular Elements," University of New Mexico, Albuquerque, 2010.
  21. C. Desai, Dasar-dasar Metode Elemen – Hingga, Jakarta: Erlangga, 1998.
  22. B. K. Indonesia, Rules for Classification and Construction of Sea Going Steel Ship Volume II : Rules for Hull Edition 2014, Jakarta : Biro Klasifikasi Indonesia, 2014.