Nilai Dasar Kehidupan Sebagai Faktor Pembentuk Budaya Malu Bangsa Jepang (Perspektif Filosofis)

*Iriyanto Widisuseno scopus  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 17 Jun 2020; Published: 19 Jun 2020.
Open Access Copyright (c) 2020 KIRYOKU
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 97 45
Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan
pemikiran orang Jepang sehingga membentuk budaya malu. Hasil penelitiian
akan memberi pengalaman baru, tentang rahasia jalan pikiran orang Jepang yang
membuat sukses sebagai negara maju. Metode penelitian yang digunakan yaitu
fenomenologi dan analisis kefilsafatan. Fenomenologi untuk mengidentifikasi
fenomena perilaku budaya malu orang Jepang. Metode analisis kefilsafatan untuk
mengurai dan menemukan nilai-nilai dasar kehidupan dalam perilaku budaya
masyarakat Jepang dari aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan: (a) secara ontologis, terdapat fakta
dalam kehidupan masyarakat Jepang yang menandai pola-pola kehidupan yang
menyandarkan pada paham kolektivisme. (b) secara epistemologis, praktik pola
kehidupan kolektivisme membawa implikasi pemberlakuan social punishment
secara alami dan memberi dampak tekanan sosial (c) secara aksiologis, praktik
pola kehidupan kolektif pada masyarakat Jepang mendasarkan pada prinsipprinsip etika sosial untuk menciptakan harmoni kehidupan.



Keywords: bangsa Jepang, perspektif filosofis. nilai dasar kehidupan, kolektivisme, budaya malu

Article Metrics: