Isolasi dan Karakterisasi Kitinase dari Isolat Jamur Akuatik Kitinolitik berasal dari Kupu-kupu (Lepidoptera)

Reny Ingemer Selvia -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Wuryanti Wuryanti -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Sriatun Sriatun -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Dec 2013.
Open Access Copyright 2013 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 154 125
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang isolasi dan karakterisasi kitinase dari isolat jamur akuatik kitinolitik berasal dari kupu-kupu (Lepidoptera). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kitinase dan data aktivitas spesifik kitinase dari isolat jamur akuatik kitinolitik yang berasal dari kupu-kupu serta memperoleh data kondisi optimum kitinase meliputi pH dan suhu. Pengujian aktivitas kitinase pada penelitian ini dilakukan dengan metode Ueda Arai, sedangkan pengukuran kadar protein dilakukan dengan metode Lowry. Aktivitas spesifik pada penelitian ini diperoleh dari rasio antara unit aktivitas dengan kadar protein kitinase. Aktivitas spesifik tertinggi kitinase pada penelitian ini ditunjukkan oleh fraksi 3 yaitu sebesar 51,17 unit/mg protein. Hasil karakterisasi kitinase menunjukkan bahwa pH 3,8 dan suhu 40,5oC merupakan kondisi optimum kitinase.
Keywords
kitinase; jamur akuatik kitinolitik; Ueda Arai; Lowry

Article Metrics:

  1. Nuniek Herdyastuti, Tri Joko Raharjo, Mudasir Mudasir, Sabirin Matsjeh, Chitinase and chitinolytic microorganism: Isolation, characterization and potential, Indonesian Journal of Chemistry, 9, 1, (2010) 37-47 http://dx.doi.org/10.22146/ijc.457
  2. Maria Swiontek Brzezinska, Elżbieta Lalke-porczyk, Wojciech Donderski, The role of chitinolytic bacteria and fungi in biodegradation of crustacean remains in lacustrine habitats, Pol. J. Ecol, 56, 2, (2008) 335-342
  3. Hazel Davies, Carol A Butler, Do butterflies bite?: Fascinating answers to questions about butterflies and moths, Rutgers University Press, 2008.
  4. Mitsuhiro Veda, Motoo Arai, Purification and some properties of chitinases from Aeromonas sp. No. 10S-24, Bioscience, biotechnology, and biochemistry, 56, 3, (1992) 460-464 http://dx.doi.org/10.1271/bbb.56.460
  5. Dian Rachmadani, Mempelajari pemurnian enzim kitosanase termostabil dari isolat Bacillus licheniformis MB-2 asal Tompaso, Manado, Sulawesi Utara, Jurusan Teknologi Pangan, IPB, Bogor
  6. Maggy T Suhartono, Enzim dan bioteknologi, PAU Bioteknologi IPB, Bogor, (1989)
  7. Nico Dynnar, Pemurnian dan karakterisasi enzim katepsin dari ikan bandeng (Chanos chanos Forskall), Jurusan Teknologi Produk Perairan, IPB, Bogor
  8. IPD Arjito, Analisis protein jaringan otak sapi dengan metode isolasi, purifikasi dan visualisasi, Jurnal GaneÇ Swara, 3, 2, (2009) 55-58
  9. Andestian Wijaya, Pengembangan Teknologi Papan Komposit Dari Limbah Batang Pisang (Musa Sp.): Sifat Fisis Dan Mekanis Papan Pada Berbagai Tingkat Asetilasi, Fakultas Kehutanan, IPB, Bogor
  10. Oliver H Lowry, Nira J Rosebrough, A Lewis Farr, Rose J Randall, Protein measurement with the Folin phenol reagent, The Journal of biological chemistry, 193, 1, (1951) 265-275
  11. Wesley A. Volk, Margaret F. Wheeler, Mikrobiologi Dasar, Markham, Erlangga, Jakarta, 1993.
  12. Trevor Palmer, Understanding enzymes, 4 ed., Prentice Hall/Ellis Horwood, 1995.
  13. Rudy Wijaya, Karakteristik Enzim serupa Tripsin dari Cacing Tanah, Teknologi Pertanian, IPB, Bogor