skip to main content

Kebutuhan Literasi Informasi dan Digital bagi Masyarakat di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung

Andi Windah  -  Universitas Lampung, Indonesia
*Purwanto Putra orcid  -  Universitas Lampung, Indonesia
Renti Oktaria  -  Universitas Lampung, Indonesia
Annisa Yulistia  -  Universitas Lampung, Indonesia
Received: 20 Sep 2020; Revised: 23 Oct 2020; Accepted: 24 Oct 2020; Published: 11 Dec 2020.

Citation Format:
Abstract

Penelitan ini menganalisis tentang Kebutuhan Literasi Informasi Dan Digital Bagi Masyarakat Di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung. Hal ini penting dengan asumsi bahwa masih kurangnya kecakapan literasi dari masyarakat yang memberikan pelayanan publik karena kurangnya pembinaan dalam bentuk pembekalan literasi, khususnya literasi informasi dan literasi digital. Selain itu keterbatasan sumber daya dari berbagai instansi terkait yang bertanggungjawab terhadap urusan ini menjadi penghalang utama dalam memajukan sumber daya manusia dalam hal kecakapan literasi khususnya untuk wilayah Kecamatan Pringsewu dan lebih luas lagi Kabupatan Pringsewu. Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memberikan gambaran atau penjelasan secara terperinci mengenai kebutuhan literasi informasi dan digital bagi masyarakat di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur. Data yang diperoleh dianalisis dan disusun secara sistematis sesuai dengan tema pembahasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan pengimplementasian konsep akselerasi literasi dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Menguasai kecakapan atau kompetensi di bidang teknologi informasi merupakan suatu keharusan dimasa sekarang. Selain sebagai upaya agar dapat beradaptasi dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat informasi 5.0, hal ini sekaligus sebagai filter agar masyarakat dapat bersikap dewasa dalam berinformasi.

Fulltext View|Download
Keywords: literasi informasi; literasi digital; seven pillars

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Adam. (2009). Literasi Informasi. . Diambil kembali dari http://perpus.umy.ac.id/:
  2. American Library Association. (1989, January 10). ALA Presidential Committee on Information Literacy: Final Report,. Washington, D.C.: American Library Association
  3. Anunobi, C., & Udem, O. K. (2014). Information Literacy Competencies: A Conceptual Analysis. Journal of Applied Information Science and Technology, Vol. 7(2), 64-80
  4. Bagong, S. d. (2006). Metodologi Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media Group
  5. Edy. (2018, September 26 ). Pekon Podosari Genjot Pembangunan. Diambil kembali dari https://haluanlampung.com:
  6. Gemalampung.com. (2019, September 24). Tenaga Pendamping P3MD Kabupaten Pringsewu Ikuti Rakor dan IST Pembentukan RDS dan Literasi. Diambil kembali dari https://gemalampung.com:
  7. Hapsara, I. (2018, September 13). 12 PEKON & 1 KELURAHAN DI PRINGSEWU DIRESMIKAN SEBAGAI DESA SADAR HUKUM. Diambil kembali dari https://www.pringsewukab.go.id/:
  8. Kuhlthau, C. C. (2007). Information Search Process. Dipetik February 22, 2016, dari Information Search Process: http://comminfo.rutgers.edu/~kuhlthau/information_search_process.htm
  9. Moleong, L. J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: Remaja Rosdakarya
  10. Ojedokun, A. A. (2007). Information literacy for tertiary education students in Africa. Ibadan: Third world information services limited
  11. Owusu-Ansah, E. (2003). Information literacy and the academic library: a critical look at a concept and the controversies surrounding it. The Journal of Academic Librarianship, 29(4). Diambil kembali dari http://www.sciencedirect.com/219230
  12. Pendit, P. L. ( 2008). Perpustakaam Digital - dari A sampai Z. Jakarta: Cita Karyakarsa Mandiri
  13. Prasanti, D. (April 2018). Health Information of Literation as Prevention Processes of Hoax Information in the Use of Traditional Medicine in Digital Era. Jurnal Pekommas, Vol. 3 (1), 45 - 52
  14. Rizkinaswara, L. (2018, November 13). Literasi Digital Pilar Masyarakat Informasi Indonesia. Diambil kembali dari https://aptika.kominfo.go.id/:
  15. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  16. Sunaryo, A. (2019 , 12 Desember). 11 Pekon di Pringsewu Masuk Kategori Tertinggal. Diambil kembali dari https://www.lampost.co/:
  17. Tungka, R. Y. (Penulis), & TV, T. K. (Sutradara). (2013). 100 Hari Keliling Indonesia Eps 1 Part 2 [Gambar Hidup]. Indonesia. Diambil kembali dari https://www.youtube.com/watch?v=1xWFQC6WwD8
  18. UNESCO. (2003). The Prague Declaration "Towards An Information Literate Society". Praha, Republic Ceko: US National Commission on Library and Information Science and the National Forum on Information Literacy
  19. World Bank. (1998). Indigenous Knowledge For Development : A Frame Work For Action. Africa Region : World Bank Knowledge and Learning Center
  20. Yuda, H. O. (2019). Tata Kelola Website Desa dan Kapasitas Pengelola dalam Memproduksi Konten sebagai Media Informasi dan Promosi Potensi Desa (Studi Kasus pada Pengelolaan dan Kompetensi Pengelola Website Desa di Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu). Bandar Lampung: Universitas Lampung
  21. Yusuf, P. M. (1988). Pedoman Praktis Mencari Informasi. . Bandung: Remaja Rosdakarya
  22. Yusup, P. M., & Subekti, P. (2010). Teori & Praktek Penelusuran Informasi: Informasi Retrieval. Jakarta: Kencana

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.