Efektifitas Pemakaian Solvent Sebagai Pelarut Formula Insektisida Dalam Membasmi Nyamuk Aedes Aegypti Guna Mencegah Penyakit Demam Berdarah Dengue

*Edy Supriyo  -  Program Studi Teknik Kimia, Departemen Teknologi Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fransisca Sri Nugraheni  -  Program Studi Teknik Kimia, Departemen Teknologi Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia
R.T.D. Wisnu Broto  -  Program Studi Teknik Kimia, Departemen Teknologi Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Dec 2018; Published: 10 Dec 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 341 165
Abstract

Formula yang ada dipasar bebas hanya dapat membunuh nyamuk saja, maka dalam penelitian ini akan dilakukan  Produksi formulasi insektisida sebagai insektisida alternative pembunuh nyamuk dan jentik, dimana agrisol dan dodecyl benzen sulfonat merupakan emulsifier nonionic dan anionic sert bersifat hydrophilic. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi emusifier yang tepat dalam proses formulasi insektisida, sehingga kestabilan emulsi antara minyak dengan air dalam waktu yang cukup lama Pada percobaan pembuatan emulsifier konsentrat kemudian dilakukan uji kestabilan emulsi antara minyak dan air serta uji effikasi Maka dapat diproduksi formula yang digunakan sebagai bahan dasar insektisida dalam membasmi nyamuk dan jentik nyamuk Aedes aigepty. Disamping itu juga dapat menjadi formula obat nyamuk (insektisida) alternatif yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa emulsifier concentrat yang terbaik adalah pada percobaan dengan formula komposisi: 17,38% propoxure; Malathion 17,39% agrisol; 13,01%  DBS, 47,83 % Xyline dan 4,35% additive dalam % berat. Dengan total emulsifier yang digunakan 30,5 % w/w  equivalent dengan 30 EC  Dari uji kestabilan antara minyak dan air didapat pelarut yang terbaik adalah thiner, dengan membentuk micro emulsi pada lapisan air sampai 12 minggu lebih, kestabilan emulsi tercapai pada CMC 0,42 % v/v pada lapisan minyak. Dari uji effikasi dengan pengencer thiner sebanyak 10x setelah dianalisa profitabilitas sesuai LD 50, didapat dosis . 0,025 -0,25 % (v/v), baik untuk telur nyamuk maupun jentik Aedes aegypti dengan prosentasi kemation 45-90% 

 

Effectiveness of Solvent Usage as a Solvent for Insecticide Formula in Eradicating Aedes Aegypti Mosquitoes to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever

 

Pesticide formulation which are available in market are only killed the mosquitos but not the larvae. Therefore Production formulation of insecticide as inscticide alternative to eridicate mosquitos and its larvae with agrisol and dodecyl benzen sulfonat as emulsifier nonionic and anionic hydrophilic. The reseach work was aimed to determine the best emulcifier concentrate in pesticide formulation  so that the emulsion of oil and water will be stable for a long time.  In reseach work the emulsifier concentrate was made, than emulsion stability test between oil and water as well as its effectivity were condected. This formulation could be used as active engridient for insecticide to kill Aedes aigepty mosquitos and its larvae and could be applied in the community.  The research showed that formulation consist of komposisi: 17,38% propoxure; Malathion 17,39% agrisol; 13,01%  DBS, 47,83 % Xyline dan 4,35% additive dalam % berat. Dengan total emulsifier yang digunakan 30,5 % w/w  equivalent 30% w/w.  Stability test of oil and water showed that the best solvent is thiner,  and formed micro emulsi on water film for more than 12 week.  Emulsion was stable by CMC 0,42 % v/v on oil film. From effication test and than analysis profitability revealed that LD 50, was . 0,025 -0,25 % (v/v), both for larvae and mosquitos presented dead 45-90%. 

Keywords: Formulation; dengue fever; incestiside; formulation; demam berdarah; insektisida

Article Metrics: