skip to main content

Optimalisasi Demulsifier pada Pemurnian Minyak Mentah Duri

Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Pada proses pemurnian minyak mentah di area Duri dilakukan pada fasilitas stasiun pengumpul umum. Stasiun pengumpul ini melakukan proses pemurnian minyak bumi rata – rata 20.000 barel per hari dan air 250.000 barrel per hari. Pada proses pemurnian ini dibutuhkan demulsifier untuk membantu proses pemurnian. Konsumsi demulsifier saat ini sangat besar, dengan rata – rata pemakaian sebesar 100ppm perhari. Hal ini menimbulkan biaya operasional yang cukup besar dalam hal pemakaian demulsifier pada proses pemurnian minyak bumi dibanding jumlah produksi minyak bumi yang dihasilkan. Untuk itu akan dilakukan penelitian dengan tujuan mengoptimalisasi pemakaian demulsifier tanpa mengubah kualitas produk hasil pemurnian minyak bumi. Pada rencana penelitian ini jumlah galon demulsifier akan dikonversikan menjadi ppm terhadap jumlah minyak bumi yang diproduksi. Percobaan akan dilakukan dengan metode bottle test dengan analisa data menggunakan factorial design. Percobaan dilakukan dengan menggunakan variasi variabel dari demulsifier, temperatur dan retention time. Variabel tersebut antara lain demulsifier akan diuji pada 80 ppm dan 90 ppm; temperatur akan diuji pada 160 °F dan 170 °F; retention time akan diuji pada 4 jam dan 5 jam. Dengan percobaan ini diharapkan dapat ditemukan kombinasi temperatur, retention time dan jumlah demulsifier paling optimum untuk menghasilkan minyak bumi yang baik. Tujuan akhir setelah ditemukan kombinasi tersebut maka diharapkan pemakaian demulsifier akan menurun sehingga dapat menurunkan biaya pembelian demulsifier untuk proses pemurnian minyak bumi. 

 

 

 

 

The process of refining crude oil in the Duri area is carried out at public collection station facilities. This collection station performs the process of refining crude oil - an average of 20,000 barrels per day and 250,000 barrels of water per day. In this purification process, a demulsifier is needed to assist the purification process. Consumption of demulsifiers is currently very large, with an average usage of 100ppm per day. This causes operational costs that are quite large in terms of using a demulsifier in the petroleum refining process compared to the amount of oil produced. For this reason, research will be carried out with the aim of optimizing the use of demulsifiers without changing the quality of refined petroleum products. In this research plan, the number of gallons of demulsifier will be converted to ppm for the amount of petroleum produced. The experiment will be carried out using the bottle test method with data analysis using a factorial design. The experiment was carried out using a variable variation of the emulsifier, temperature and retention time. These variables include the demulsifier that will be tested at 80 ppm and 90 ppm; temperatures will be tested at 160°F and 170°F; retention time will be tested at 4 hours and 5 hours. With this experiment it is hoped that the optimum combination of temperature, retention time and amount of demulsifier can be found to produce good petroleum. The ultimate goal after this combination is found is that it is hoped that the use of demulsifiers will decrease so that it can reduce the cost of buying demulsifiers for the process of refining petroleum.

Fulltext View|Download
Keywords: Stasiun pengumpul umum; demulsifier; optimalisasi demulsifier

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-03-04 17:33:41

No citation recorded.