1Program Studi Teknik Bangunan Kapal, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Indonesia
2Program Studi Teknik Pengolahan Limbah, Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{METANA67447, author = {Tarikh Azis Ramadani and Shinta Dewingga Setiawan and Ulvi Pri Astuti and Novi Eka Mayangsari}, title = {Biokoagulan berbasis Kulit Pisang Kepok untuk Mereduksi TSS dan COD}, journal = {METANA}, volume = {21}, number = {1}, year = {2025}, keywords = {Flokulasi; Industri laundry; Koagulasi; Kulit pisang kepok; Pektin}, abstract = { Pisang kepok merupakan salah satu makanan yang populer di Indonesia. Pisang kepok memiliki kecenderungan untuk menghasilkan limbah padat yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Pemanfaatkan kulit pisang kepok sangat penting untuk mengurangi dampak negatifnya dan memberikan nilai tambah untuk memastikan kehidupan yang berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengembangkan koagulan pektin alami dari kulit pisang kepok. Koagulan alami memiliki keunggulan seperti dapat terurai secara hayati, tidak beracun, tidak korosif, menghasilkan lebih sedikit lumpur namun memiliki nilai gizi yang tinggi dan biaya pengolahan lumpur yang minimal jika dibandingkan dengan koagulan kimia. Pektin digunakan sebagai koagulan alami untuk mengontrol total padatan tersuspensi dan chemical oxygen demand dalam industri laundry skala kecil. Pektin diekstraksi menggunakan asam klorida dan dikarakterisasi. Karakterisasi pektin menggunakan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy, kandungan pektin, berat ekuivalen, kandungan metoksi, kandungan asam galakturonat, kandungan air, dan derajat esterifikasi. Proses koagulasi dan flokulasi dilakukan dengan memvariasikan dosis koagulan-flokulan dan waktu pengendapan. Kulit pisang kepok telah berhasil dimanfaatkan untuk mendapatkan pektin sebagai koagulan alami. Pektin terbukti efektif dalam menurunkan chemical oxygen demand dan total suspended solid dalam air limbah industri laundry skala kecil. Meningkatkan dosis pektin dan waktu pengendapan meningkatkan efisiensi penyisihan parameter polutan. Kepok banana is one of the popular foods in Indonesia. It has tendency to create solid waste that has a negative impact on the environment. It is crucial to utilize kepok banana peel to mitigate its negative impact and add value to a circular economy. One way of utilization is by developing a natural pectin coagulant from kepok banana peel. Natural coagulants have advantages such as being biodegradable, non-toxic, non-corrosive, producing less sludge but high nutritional value and minimal sludge treatment costs when compared to chemical coagulants. Pectin is used as a natural coagulant to control total suspended solids and chemical oxygen demand in the small-scale laundry industry. Pectin was extracted using hydrochloric acid. Characterization of pectin using Fourier-Transform Infrared Spectroscopy, pectin content, equivalent weight, methoxy content, galacturonic acid content, water content, and degree of esterification. The coagulation and flocculation process were performed by varying the coagulant-flocculant dosage and settling time. Banana kepok peel has been successfully utilized to achieve pectin as a natural coagulant. Pectin proved to be effective in lowering chemical oxygen demand and total suspended solid pollutant characteristics in small-scale laundry industry wastewater. Increasing pectin dosage and settling time enhanced the removal efficiency of pollutant parameters. }, issn = {2549-9130}, pages = {29--38} doi = {10.14710/metana.v21i1.67447}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/metana/article/view/67447} }
Refworks Citation Data :
Pisang kepok merupakan salah satu makanan yang populer di Indonesia. Pisang kepok memiliki kecenderungan untuk menghasilkan limbah padat yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Pemanfaatkan kulit pisang kepok sangat penting untuk mengurangi dampak negatifnya dan memberikan nilai tambah untuk memastikan kehidupan yang berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengembangkan koagulan pektin alami dari kulit pisang kepok. Koagulan alami memiliki keunggulan seperti dapat terurai secara hayati, tidak beracun, tidak korosif, menghasilkan lebih sedikit lumpur namun memiliki nilai gizi yang tinggi dan biaya pengolahan lumpur yang minimal jika dibandingkan dengan koagulan kimia. Pektin digunakan sebagai koagulan alami untuk mengontrol total padatan tersuspensi dan chemical oxygen demand dalam industri laundry skala kecil. Pektin diekstraksi menggunakan asam klorida dan dikarakterisasi. Karakterisasi pektin menggunakan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy, kandungan pektin, berat ekuivalen, kandungan metoksi, kandungan asam galakturonat, kandungan air, dan derajat esterifikasi. Proses koagulasi dan flokulasi dilakukan dengan memvariasikan dosis koagulan-flokulan dan waktu pengendapan. Kulit pisang kepok telah berhasil dimanfaatkan untuk mendapatkan pektin sebagai koagulan alami. Pektin terbukti efektif dalam menurunkan chemical oxygen demand dan total suspended solid dalam air limbah industri laundry skala kecil. Meningkatkan dosis pektin dan waktu pengendapan meningkatkan efisiensi penyisihan parameter polutan.
Kepok banana is one of the popular foods in Indonesia. It has tendency to create solid waste that has a negative impact on the environment. It is crucial to utilize kepok banana peel to mitigate its negative impact and add value to a circular economy. One way of utilization is by developing a natural pectin coagulant from kepok banana peel. Natural coagulants have advantages such as being biodegradable, non-toxic, non-corrosive, producing less sludge but high nutritional value and minimal sludge treatment costs when compared to chemical coagulants. Pectin is used as a natural coagulant to control total suspended solids and chemical oxygen demand in the small-scale laundry industry. Pectin was extracted using hydrochloric acid. Characterization of pectin using Fourier-Transform Infrared Spectroscopy, pectin content, equivalent weight, methoxy content, galacturonic acid content, water content, and degree of esterification. The coagulation and flocculation process were performed by varying the coagulant-flocculant dosage and settling time. Banana kepok peel has been successfully utilized to achieve pectin as a natural coagulant. Pectin proved to be effective in lowering chemical oxygen demand and total suspended solid pollutant characteristics in small-scale laundry industry wastewater. Increasing pectin dosage and settling time enhanced the removal efficiency of pollutant parameters.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-01-31 19:07:23
slot online
slot gacor
toto togel
Luck8
situs slot gacor
togel online
link slot gacor
slot gacor hari ini
bandar slot
Slot Bonus
slot
slot thailand
olxtoto
bandar slot gacor
danatoto
QQ188
bandar togel online
teslatoto
situs slot
spaceman slot
situs togel
slot gacor 4d
Dewaslot88
Escobartoto
dewaslot88
agenolx
togel casino
casino online
padukabet
depo 10k
padukabet slot
toto macau
TESLATOTO
exototo
situs toto
838win
slot depo 5k
gacor77
alexistogel
jnetoto
slot88
SALDO777
pestoto
demo slot
bangsawan88 slot
slot pulsa
prediksi togel 4d
toto 4d
hadiah138
togel 4d
situs gacor
slot demo pg
bandar toto macau
Bandar Toto Macau
toto slot
bandar togel
slot depo 10k
bandar gacor
bintaro88
slot demo
https://karmartsg.karmarts.co.th/css/
https://granap.org/wp-content/themes/
https://promotion4u.in/demo/wp-content/logs/
https://financemen.nl/wp-content/
slot dana
link slot
agen toto
jadibos99
server png resmi
slot777
tentoto
gaji777