Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{METANA79983, author = {Tamami Nukma Mujnadila and Rahma Amalia and Lea Aprilyani and Rosmawati Sipayung and Sri Mundarti and Nita Widyastuti and Nazarudin Nazarudin and Oki Alfernando and Ira Galih Prabasari}, title = {Sintesis Katalis SO4/Fe2O3-MgO melalui Iradiasi Microwave Dibandingkan dengan Pemanasan Konvensional untuk Produksi Metil Ester}, journal = {METANA}, volume = {22}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Heterogen; Iradiasi Microwave; Katalis; Metil Ester}, abstract = { Konversi katalitik minyak jelantah merupakan landasan produksi biodiesel berkelanjutan, di mana metode sintesis katalis yang efisien sangat menentukan karakteristik material akhir. Studi ini mengkomparasi katalis bifungsional SO₄/Fe₂O₃-MgO yang disintesis melalui iradiasi gelombang mikro ( microwave ) dan pemanasan konvensional. Karakterisasi material mengungkapkan perbedaan struktural yang signifikan, dimana katalis berbasis microwave (M) menunjukkan keunggulan pada analisa pola difraktogram dengan puncak difraksi yang tajam, pita S-O yang lebih signifikan, serta morfologi partikel yang seragam. Sebaliknya, katalis konvensional (H) memperlihatkan fenomena pelebaran puncak difraksi ( peak broadening ), pita S-O yang lebih lantai, dan morfologi yang tidak seragam. Pada kondisi reaksi 65°C dan rasio molar 1:12, kedua katalis menghasilkan yield metil ester yang sebanding (~86,5%). Namun, sintesis microwave menawarkan keunggulan berupa pengurangan waktu preparasi sintesis katalis dari 17 jam menjadi 30 menit. }, issn = {2549-9130}, pages = {49--58} doi = {10.14710/metana.v22i1.79983}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/metana/article/view/79983} }
Refworks Citation Data :
Konversi katalitik minyak jelantah merupakan landasan produksi biodiesel berkelanjutan, di mana metode sintesis katalis yang efisien sangat menentukan karakteristik material akhir. Studi ini mengkomparasi katalis bifungsional SO₄/Fe₂O₃-MgO yang disintesis melalui iradiasi gelombang mikro (microwave) dan pemanasan konvensional. Karakterisasi material mengungkapkan perbedaan struktural yang signifikan, dimana katalis berbasis microwave (M) menunjukkan keunggulan pada analisa pola difraktogram dengan puncak difraksi yang tajam, pita S-O yang lebih signifikan, serta morfologi partikel yang seragam. Sebaliknya, katalis konvensional (H) memperlihatkan fenomena pelebaran puncak difraksi (peak broadening), pita S-O yang lebih lantai, dan morfologi yang tidak seragam. Pada kondisi reaksi 65°C dan rasio molar 1:12, kedua katalis menghasilkan yield metil ester yang sebanding (~86,5%). Namun, sintesis microwave menawarkan keunggulan berupa pengurangan waktu preparasi sintesis katalis dari 17 jam menjadi 30 menit.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-23 10:46:13