Pengaruh Kondisi Operasi Ekstraksi Reaktif Gelombang Mikro Untuk Produksi Biodisel Dari Biji Kemiri Sunan Secara In Situ

*Mohamad Endy Yulianto  -  Jurusan Teknik Kimia Program Diploma, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rudi Firyanto  -  Jurusan Teknik Kimia Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia
M.F. Sri Mulyaningsih  -  Jurusan Teknik Kimia Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia
Sri Utami Handayani  -  Jurusan Teknik Mesin Program Diploma, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rizka Amalia  -  Jurusan Teknik Batik Program Diploma, Politeknik Pusmanu Pekalongan, Indonesia
Received: 15 Dec 2015; Published: 14 Feb 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 207 309
Abstract

Krisis energi berbasis bahan bakar fosil  telah menjadi masalah global karena ketersediaannya sangat terbatas. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari bahan bakar alternatif yang memiliki sifat dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, diantaranya dengan penggunaan biofuel biodisel. Tujuan riset adalah mempelajari pengaruh variable proses ekstraksi reaktif gelombang mikro untuk produksi biodisel dari biji kemiri sunan. Kebaruan dan inovasi utama dari skema proses yang dikembangkan adalah pengambilan minyak kemiri sunan dan reaksi transesterifikasi terjadi pada satu tahap. Pengukuran data dilakukan di Laboratorium Bioenergi Teknik Kimia Sekolah Vokasi UNDIP dan Laboratorium Teknik Separasi Teknik Kimia UNTAG dan selama 4 bulan. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain: (i) desain dan pabrikasi alat ekstraktor reaktif gelombang mikro kapasitas 5 liter/hari, dan (ii) studi pengaruh variabel proses ekstraksi reaktif untuk produksi biodisel. Variabel proses dalam ekstraksi dan metanolisis minyak kemiri sunan sebagai upaya dalam meningkatkan produktifitas dibagi menjadi dua, yaitu: variabel tetap dan variabel berubah. Penelitian telah dilaksanakan dengan berat biji kemiri sunan sebesar 250 gr dan dan dihaluskan. Variabel berubah menggunakan parameter suhu ekstraksi reaktif 50, 55, 60, dan 65 oC, dan perbandingan umpan metanol:biji kemiri sunan pada rasio 5:1, 4:1, 3:1, dan 2:1. Hasil kajian menunjukkan bahwa alat ekstraktor reaktif gelombang mikro untuk produksi biodisel dari biji kemeri sunan telah dipabrikasi secara baik. Semakin besar rasio metanol-biji kemiri sunan, konversi minyak kemiri sunan menjadi metil ester semakin meningkat. Peningkatan  perolehan metil ester juga juga semakin besar seiring meningkatnya temperatur operasi ekstraksi reaktif.

 


Effect of Micro-Reactive Reactive Extraction Operation Condition For Biodisel Production Of Sunan Kemiri Seed In Situ


The energy crisis based on fossil fuel has become a global problem because of its limited availability. Various attempts have been done to find another alternative fuels which have renewable characteristic and environmentally friendly, by using biofuel biodiesel. The aim of this research is to study the effect of process variable microwave reactive extraction to produce biodiesel from the “Sunan” seeds of candlenut. The main novelty and innovation of the developed process was extraction of Sunan candlenut oil and transesterification reaction occurs at one stage. Measurement was carried out in the Bioenergy Laboratory of Chemical Engineering Vocational School UNDIP and Separation Engineering Laboratory of Chemical Engineering UNTAG for 4 months. Activities carried out include: (i) designing and manufacturing reactive extractor microwave with capacity 5 liters / day, and (ii) study of the effect of reactive extraction process variable for biodiesel production. Process variables of extraction and methanolyisis from Sunan candlenut oil as an effort to increase productivity were divided into two types: independent  and dependent variable. Research has been conducted by grinding Sunan seed weight of 250 grams. Variable changed using parameter of reactive extraction temperature 50, 55, 60, and 65 ° C, and the ratio of methanol feed: Sunan seeds at  5: 1, 4: 1, 3: 1 and 2: 1. The results show that the reactive extractor microwaves produce biodiesel from the Sunan seeds has been fabricated as well. The greater the ratio of methanol- Sunan seed, the bigger of Sunan oil conversion to methyl ester. Increasing methyl ester also getting bigger with increasing operating temperature of reactive extraction.


Keywords: sunan seed; reactive extraction; microwave; oil; biodiesel; biji kemiri sunan; ekstraksi reaktif; gelombang mikro; minyak; biodisel

Article Metrics: