skip to main content

Studi Prevalensi Kejadian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Bawang Merah Desa Karang Tengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk

1Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

2Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Received: 1 Jul 2019; Revised: 27 Feb 2020; Accepted: 5 Mar 2020; Published: 1 Apr 2020.
Open Access Copyright (c) 2020 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Desa Karang Tengah, Bagor, Nganjuk merupakan salah satu penghasil bawang merah yang menggunakan pestisida masih tinggi terutama pestisida anorganik. Hasil studi pendahuluan, 65% petani tidak menggunakan peralatan pelindung penuh saat menyemprot dan rata-rata petani melakukan penyemprotan 3-4x dalam seminggu padahal frekuensi penyemprotan yang dianjurkan maximal 2x seminggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi keracunan pestisida  petani penyemprotan bawang merah di Desa Karang Tengah Kecamatan Bagor kabupaten Nganjuk.

Metode: Populasi penelitian ini adalah petani penyemprot bawang merah Desa Karang Tengah. Sampel penelitian dengan teknik purposive sampling berjumlah 35 responden.

Hasil: Hasil pemeriksaan kadar cholinesterase menunjukkan 20% responden tidak normal. Hasil penelitian dari tiga variabel independen, frekuensi penyemprotan, kelengkapan alat pelindung diri , anemia tidak ada hubungan bermakna dengan kadar cholinesterase yang lebih rendah dalam darah petani, tetapi berdasarkan nilai signifikansi dan RP (Prevalence Ratio ) tingkat pengetahuan (α=0,012,PR = 11,5; 95% CI = 1,7 - 77,2), dan lama paparan (α=0,033,PR = 7,5; 95% CI = 1.2–47,7), jumlah jenis  pestisida (α=0,021,PR = 9,2; 95% CI = 1,4-59,6), dosis pestisida (α=0,033, PR = 8,0; 95% CI = 1,3 - 50,0), waktu terakhir menyemprot (α=0,001, korelasi koefisien 0,546(kuat)) terdapat hubungan dengan rendahnya tingkat cholinesterase.

Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, lama paparan, jumlah jenis pestisida, dosis pestisida, waktu terakhir menyemprot berhubungan terhadap kejadian keracunan pestisida dengan penurunan kadar cholinesterase darah petani di Desa Karang Tengah, kecamatan Bagor, kabupaten Nganjuk.

Kata kunci: paparan pestisida, kadar kholinesterase, Nganjuk

 

ABSTRACT

Title: Prevalence Study of Pesticide Poisoning in Onion Spraying Farmers Karang Tengah Village Bagor District Nganjuk Regency

Background: Karang Tengah village, Bagor, Nganjuk is one of the producers of onions which uses high pesticides, especially inorganic pesticides. The results of the preliminary study showed that 65% of farmers did not use full protective equipment while spraying and the average farmer sprayed 3-4 times a week even though the recommended frequency of spraying was 2x a week. The purpose of this study was to determine the prevalence of pesticide poisoning by farmers spraying onions in Karang Tengah Village, Bagor Subdistrict, Nganjuk District.

Method: The population of the study was farmers spraying onions in Karang Tengah village. Samples of this study with purposive sampling were 35 respondents

Result: The results of examination of cholinesterase levels showed that 20% of respondents were lower. And the result of three independent variables, frequency of spraying, completeness of personal protective equipment used, anemia had no significant association with lower cholinesterase levels in the blood of farmers, but based on the value of significance value and RP (Prevalence Ratio) level of knowledge (α=0,012, PR = 11.5; 95% CI = 1.7 - 77.2), and length of exposure (α=0,033, PR = 7.5; 95% CI = 1.2–47.7), number of types of pesticides (α=0,021, PR = 9.2; 95% CI = 1.4- 59.6), pesticide dosage (α=0,033 PR = 8.0; 95% CI = 1.3 - 50.0), last time spraying α = 0.001, correlation coefficient 0.546 (strong) had significant realtionship  for low levels of cholinesterase. 

Conclusion: The conclusion of this research is the level of knowledge, length of exposure, number of pesticides, the dose of pesticides, last time spraying are related to the incidence of pesticide poisoning with a decrease in blood cholinesterase levels of farmers in Karang Tengah village, Bagor subdistricts, Nganjuk districts.

 

Keywords: pesticides exposure, level of cholinesterase, Nganjuk

Fulltext View|Download
Keywords: paparan pestisida; kadar kholinesterase; Nganjuk

Article Metrics:

  1. Seran, T.H., S. Srikrishnah, and M.M.Z. Ahamed. Effect of different levels of inorganic fertilizers and compost as basal application on the growth and yield of onion (Allium cepa L.). The Journal of Agricultural Sciences 5(2): 64-70.2010
  2. Wats, M. Human Health Impacts of Exposure to Pesticides. Contract Reff: 011005.WWF Australia : Journal of Biological.2012
  3. Costa,LG. Toxic Effects of Pesticides.In: The Basic Science of Poisons ed. New York : Machmillan Publishing Compant.2008
  4. Budiawan, A.R. Faktor Risiko Kolinesterase Rendah pada Petani Bawang Merah. KEMAS 8 (2). hal 198-206. 2014
  5. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Masterplan Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur. Surabaya: Dinas Pertanian Propinsi Jatim. 2015
  6. Afriyanto. Kajian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Cabe di Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 8 no 1.2009
  7. Ipmawati, P.A. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keracunan Pestisida Pada Petani di Desa Jati, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat (ISSN: 2356-3346) Volume 4, Nomor 1. 2016
  8. Budiawan, A.. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Cholinesterase Pada Petani Bawang Merah di Ngurensiti Pati. Unnes Journal of public health. Vol 3 No 1. 2013
  9. Herdianti., Hubungan Lama, Tindakan Penyemprotan, Dan Personal Hygiene Dengan Gejala Keracunan Pestisida. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 8, Nomor 1. 2018
  10. WHO. Biological Monitoring of Chemical Exposure in the Workplace. Geneva: World Health Organization, 1996
  11. Suparti, Sri. Anies. Onny S. Beberapa Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Keracunan Pestisida Pada Petani. Jurnal Pena MEDIKA, ISSN : 2086-843X Vol. 6, No. 2,: 125 – 138. 2016
  12. Mualim, K. Analisis Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Keracunan Pestisida Organofosfat pada Petani Penyemprot Hama Tanaman Di Kecamatan Bulu Kab Temanggung. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 1, no 2. 2002
  13. Istianah, Ari.Hubungan Masa Kerja, Lama Menyemprot, Jenis Pestisida, Penggunaan APD dan Pengelolaan Pestisida dengan Kejadian Keracunan Pada Petani di Brebes. Public Health Perspective Journal 2(2) 117-123.2017
  14. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/Men/VII/2010
  15. Sartono. Racun dan Keracunan. Jakarta: Widya Medika. 2002
  16. Ma’arif, M.I., Suhartono., Dewi, N.A.Y., Studi Prevalensi Keracunan Pestisida pada Petani Penyemprot Sayur di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. (Issn: 2356-3346) Volume 4, Nomor 5. 2016
  17. Kholilah S., Setyani, O., Nurjazuli. Hubungan Pajanan Pestisida dengan Gangguan Keseimbangan Tubuh Petani Hortikultura di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 16(2), 2017
  18. Reddy PB, Jagdish K. clinic phatologycal effects of pesticides exposure on farm workers. DAV International journal of science;1(2):119-121.2012
  19. Asror, F.,Sulistiyani., Darundiati, Y.H Faktor Risiko Kejadian Keracunan Pestisida Organofosfat pada Petani Hortikultura di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. Vol.6 No.2. 2007
  20. Rustia, H.N., Wispriyono, B., Susanna, D. Lama Pajanan Organofosfat Terhadap Penurunan Aktivitas Enzim Kolinesterase Dalam Darah Petani Sayuran Makara, Kesehatan, Vol. 14, No. 2, 95-101.2010

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-20 04:01:54

No citation recorded.