skip to main content

Analisis Pelaksanaan Manajemen Komite Pencegahan Dan Pengendalian Healthcare Associated Infections di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah

*Yayang Khairunnisa Agusti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Antono Suryoputro  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Wulan Kusumastuti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi Nosokomial merupakan salah satu masalah besar yang dialami rumah sakit karena menambah angka kesakitan hingga kematian. Terdapat angka kejadian HAIs diatas standar pada beberapa indikator penyakit infeksi di RSUD Tugurejo. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) wajib dilaksanakan di rumah sakit sebagai standar mutu pelayanan dan mengurangi risiko terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan  komite pencegahan dan pengendalian HAIs di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah.

Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dimana informasi didapat dari wawancara mendalam kepada Informan Utama yaitu Ketua Komite PPI, 1 IPCD, 2 IPCN, dan 2 IPCLN. Sedangkan untuk Informan Triangulasi yaitu Wakil Direktur Pelayanan, 2 Kepala Ruang, dan 1 Kepala Instalasi. Variabel yang diteliti adalah input, proses, dan output dari pelaksanaan manajemen komite PPI.

Hasil: Anggota komite PPI belum mendapat pelatihan secara merata, belum ada komitmen dari seluruh petugas yang terlibat dalam program PPI, tidak adanya insentif untuk anggota komite PPI, terdapat beban kerja tidak seimbang dalam anggota komite PPI, masih terjadi kekurangan dan keterlambatan penyediaan sarana PPI, serta kepatuhan petugas terhadap handhygiene masih sekitar 80%.

Simpulan: Pelaksanaan manajemen komite PPI di RSUD Tugurejo belum optimal. Penelitian ini menyarankan untuk perbaikan manajemen PPI yakni memfasilitasi pelatihan lanjutan, memberikan insentif pada anggota PPI, menyediakan sarana sesuai kebutuhan, melakukan tindak lanjut dari permasalahan, menumbuhkan minat dan komitmen petugas,  dan pengawasan kegiatan PPI secara berkala.
Fulltext View|Download
Keywords: Infection Prevention and Control Committee; Healthcare Associated Infections; Hospital Management

Article Metrics:

  1. Permenkes RI, 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2017 tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia
  2. Darmadi, 2008. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika
  3. Depkes, 2011. Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya
  4. CDC, 2016. National and State Healthcare Associated Infections Progress Report
  5. WHO, 2016. The Burden of Health Care- Associated Infection Worldwide A Summary
  6. Kementerian Kesehatan RI, 2011. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan: Pedoman Surveilance Infeksi Rumah Sakit. Jakarta
  7. Nugraheni, Ratna; Suhartono; Winarni, Sri., 2012. Infeksi Nosokomial di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, volume 11 Nomor 1
  8. Kemenkes, 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, 17
  9. Undang-Undang RI, 2017. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia
  10. Perdalin bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI. 2015. Pedoman Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Bapelkes: Medan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.