skip to main content

Analisis Kesiapan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Program Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA) di Kota Semarang

*Nidya Diah Prameswati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Antono Suryoputro  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Eka Yunila Fatmasari  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang : Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Terdapat inovasi Program yaitu Puskesmas tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA). Program ini bertujuan untuk mengurai antrian di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas dalam Pelaksanaan Program PUSTAKA. Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Gayamsari, Srondol, Gunungpati, dan Tlogosati Kulon.

Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dengan purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah tenaga, dana, sarana prasarana, kebijakan dan SOP, sosialisasi, perencanaan, organisasi, pelaksanaan, penilaian dan lingkungan.

Hasil : Puskesmas dengan pengguna layanan PUSTAKA tinggi dan rendah memiliki kesamaan dalam beberapa variabel. Untuk variabel Kebijakan yang masih belum diimplementasikan secara optimal, untuk sosialisasi hanya menggunakan metode media sosial dan informasi yang diberikan kurang rinci. Variabel perencanaan sendiri, proses perencanaan yang sesuai belum dilakukan. Terkait aspek lingkungan, telah ada dukungan dari masyarakat untuk menggunakan program ini, namun belum ada dukungan dari kader kesehatan maupun tokoh masyarakat. Kendalanya terdapat pada golongan lanjut usia yang terbatas kemampuannya dalam penggunaan teknologi.

Simpulan dan Saran : Puskesmas harus mengembangkan, memperbaiki, dan membangun SOP internal, membuat perencanaan yang sesuai, memaksimalkan dan sosialisasi inovatif secara langsung atau dengan media sosial yang inovatif, dan informasi yang disampaikan lebih rinci, serta berkolaborasi dengan kader kesehatan.

Fulltext View|Download
Keywords: Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA); Puskesmas; Layanan Antrian Berbasis Elektronik

Article Metrics:

  1. Departemen Kesehatan. Undang-Undang Nomo2 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik; 2009. Diakses pada 13 Januari 2019. Available from : http://pelayanan.jakarta.go.id/download/regulasi/undang-undang-nomor-25-tahun-2009-tentang-pelayanan-publik.pdf
  2. Komalawati, Veronica. 1989. Hukum dan Etika dalam Praktek Dokter. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
  3. Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan masyarakat
  4. Dinas Kesehatan. 2018. Inovasi Pelayanan Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA). Semarang
  5. Dinas Kesehatan Kota Semarang. 2018. Materi Pedoman Pelaksanaan Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA)
  6. Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 19 tahun 2014 tentang Dana Kapitasi
  7. Sukarna. 2011. Dasar-Dasar Manajemen. CV. Mandar Maju. Bandung

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.