skip to main content

Paparan Debu Terhirup dan Gangguan Fungsi Paru pada Pedagang Tetap di Terminal Kota Tegal

*Ranindyta Elda Cintya  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Budiyono Budiyono  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Joko  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2020 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Latar belakang: Sektor transportasi memiliki kontribusi terbesar dalam menyebabkan pencemaran udara di lingkungan. Terminal bus merupakan salah satu kawasan yang menyumbang pencemaran udara dalam bentuk partikulat debu. Partikel debu respirabel bersifat mudah masuk ke dalam saluran pernapasan manusia sehingga paparannya berbahaya bagi kesehatan. Pedagang tetap di terminal merupakan populasi yang berisiko mengalami gangguan fungsi paru akibat paparan debu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara paparan debu terhirup dengan gangguan fungsi paru pada pedagang tetap di Terminal Kota Tegal.

Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Sebanyak 35 sampel pedagang tetap yang masih aktif berjualan di Terminal Kota Tegal merupakan subjek penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengukuran paparan debu terhirup menggunakan Personal Dust Sampler selama 1 jam, sedangkan gangguan fungsi paru menggunakan spirometer. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji Chi square dengan tingkat signifikansi 95%.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 12 responden (34,3%) memiliki paparan debu terhirup diatas NAB (≥3 mg/m3) dengan rata-rata paparan debu terhirup 2 mg/m3. Hasil pemeriksaan fungsi paru ditemukan sebanyak 22 responden (62,8%) memiliki gangguan fungsi paru restriksi dengan jenis gangguan terbanyak restriksi ringan. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara paparan debu terhirup dengan gangguan fungsi paru (p=0,027).

Simpulan: Paparan debu terhirup merupakan faktor risiko terjadinya gangguan fungsi paru pada pedagang tetap di Terminal Kota Tegal.

 

Kata kunci: paparan debu terhirup, lama paparan, masa kerja, gangguan fungsi paru, terminal kota tegal

 

ABSTRACT

Title: Exposure to Inhaled Dust and Pulmonary Function Disorder in Permanent Traders at Tegal City Bus Station

 

 

Background: The transportation sector has the biggest contribution in causing air pollution in the environment. The bus station is one of the areas that contributes air pollution in the form of dust particulates. Respirable dust particles are easily entered into the human respiratory tract so that the exposure is harmful for health. Permanent traders in the bus station are populations who are risk of pulmonary  function disorder due to dust exposure. The purpose of this study to analyze the relationship between exposure of inhaled dust and pulmonary function disorder in permanent traders in Tegal bus station.

Method: The type of research is observational analytic with cross sectional design. A total of 35 samples of permanent traders who are still active selling at Tegal bus station are the subjects in this study. The sampling tecnique using purposive sampling. Measurement of inhaled dust exposure using Personal Dust Sampler for an hour, while pulmonary function disorder using spirometer. Statistical analysis in this research using Chi square test with a significance level of 95%.

Result: The result of research showed that 12 respondents (34,3%) had inhaled dust exposure above NAB (≥3 mg/m3) with an average of inhaled dust exposure was 2 mg/m3. The result of the examination of lung function were found as many as 22 respondents (62.8%) had restriction pulmonary disorder with the most types of disorder is mild restriction. The analysis showed that there was a relationship between exposure of inhaled dust and pulmonary function disorder (p = 0.027).

Conclusion:. Exposure of inhaled dust is a risk factor for pulmonary function disorder in permanent traders in Tegal bus station.

 

Keywords: exposure of inhaled dust, duration of exposure, work period, pulmonary function disorder, tegal bus station

Fulltext View|Download
Keywords: paparan debu terhirup; lama paparan; masa kerja; gangguan fungsi paru; terminal kota tegal
Funding: Diponegoro University, Departement of Public Health

Article Metrics:

  1. Yusrianti. Studi Literatur Tentang Pencemaran Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor di Jalan Kota Surabaya. Jurnal Teknik Lingkungan. 2015;1(1):11-20
  2. Chahaya I. Dampak Emisi Gas Buang Terhadap Kesehatan dan Lingkungan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2003;1(1)
  3. Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: Agung Seto; 2013
  4. Nurjazuli, Setiani O, Fikri E. Analisis Perbedaan Kapasitas Fungsi Paru pada Pedagang Berdasarkan Kadar Debu Total di Jalan Nasional Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2010;6(1):66-75
  5. Wulandari R, Setiani O, YD Nikie Astorina. Hubungan Masa Kerja terhadap Gangguan Fungsi Paru pada Petugas Penyapu Jalan di Protokol 3, 4 dan 6 Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015;3(3):797-806
  6. Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Udara Ambien Provinsi Jawa Tengah
  7. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta; 2008
  8. Antarudin. Pengaruh Debu Padi pada Faal Paru Pekerja Kilang Padi yang Merokok dan Tidak Merokok. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara (USU) Digital Library; 2002
  9. Suyono. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi 3. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2001
  10. Effendy N. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Rineka Cipta; 2010
  11. Yunus F. Dampak Debu Industri pada Paru Pekerja dan Pengedaliannya. Cermin Dunia Kedokteran; 2006
  12. Fatimah CL, Darundiati YH, Joko T. Hubungan Kadar Debu Total dan Masa Kerja dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Brigjen Sudiarto Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;6(6):49-60
  13. Deviandhoko, Endah N, Nurjazuli. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pengelasan di Kota Pontianak. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2012;11(2):123-29
  14. Cahyadi W, Achmad B, Suhartono E dan Razie F. Pengaruh Faktor Meteorologis dan Konsentrasi Partikulat (PM10) Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Studi Kasus Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru Tahun 2014-2015. EnviroScienteae. 2016;12(3):302-11
  15. Aisyah K, Latra IN, Sutikno. Permodelan Konsentrasi Partikel Debu (PM10) pada Pencemaran di Kota Surabaya dengan Metode Geographically-Temporally Weighted Regression. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2014;2(1):2337-3520

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.